Kompas.com - 14/07/2014, 08:06 WIB
EditorI Made Asdhiana
IKAN jadi sajian utama di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, yang menjadi salah satu basis hunian masyarakat Bugis. Namun, ada pula sajian dengan bahan ayam dan itik. Menu-menu unik yang dimasak dengan bumbu sederhana, tetapi sungguh memikat rasa.

Keberadaan Danau Tempe di Kabupaten Wajo, dengan kekayaan ikan di dalamnya memberi warna sendiri terhadap khazanah kuliner setempat. Ikan mujair, ikan mas, ikan cambang (sepat), dan ikan gabus kerap menghiasi meja makan penduduk setempat.

Di Sengkang, pusat kota Kabupaten Wajo, kami pergi ke Warung Indologo di Jalan Wolter Monginsidi yang menyediakan masakan Bugis. Ada 19 macam masakan yang ditawarkan, antara lain ikan mujair bakar, telur santan, ayam masak lengkuas, ikan cambang masak kuning, dan sayur bakkera. Tidak lupa sambal mangga mudanya yang menggugah selera.

”Orang Bugis tidak pakai banyak bumbu. Bumbunya ringan saja,” kata Hj Indotang (62), pemilik warung yang memasak semua menu bersama sepupunya, Hj Pile (64).

Ikan mujair bakarnya dibiarkan polos. Indotang hanya melumuri sekujur ikan dengan minyak sayur sebelum dibakar. Sementara ikan cambang masak kuningnya hanya pakai bumbu kunyit, garam, gula pasir, dan penyedap. Sayur bakkera atau sukun juga dimasak hanya dengan bumbu garam dan gula pasir. Campuran bakkera, kacang hijau, dan kacang panjang dalam sayur memberi cita rasa tersendiri. Ada manis samar yang berasal dari sukun dan kacang hijau dalam rasa sayur yang segar itu.

Penambah semangat makan tentu saja sambal. Pemilik warung menyediakan dua macam sambal, yakni sambal mangga muda dan sambal mentah. Sambal mentah dibuat dari ulekan lombok, tomat, kemiri goreng, garam, dan potongan jeruk purut, sedangkan sambal mangganya terbuat dari irisan mangga muda dicampur ulekan kemiri goreng, lombok, dan taburan garam. Rasa kecut dan segar mangga menjadi penawar bagi santapan yang bernuansa amis.

KOMPAS/LASTI KURNIA Ragam makanan bugis di warung Indologo.
Ada pula lawa pisang batu yang terbuat dari irisan halus pisang batu muda. Santan kental dimasak hingga mendidih lalu ditambahkan parutan kelapa, udang kupas, air jeruk nipis, dan irisan pisang batu. Selain ikan, disediakan pula ayam lengkuas. Rasa gurih ayam diperoleh dari santan yang ditambah aneka rempah. Bumbunya berupa irisan bawang putih yang ditumis bersama ulekan kunyit, lengkuas, serai, serta ditambahkan satu sendok makan parutan kelapa sangrai.

Itik

Masakan khas Bugis juga kami temui di Warung Itik di Jalan Beringin, Sengkang yang menyediakan tiga macam menu, yakni itik panggang, palekko, dan itik goreng. Meski skala warungan, sang pemilik, Dahlia (40), punya semangat melayani pengunjung semaksimal mungkin yang tampak dari pemilihan bahan-bahan terbaik.

Kami mencicipi palekko dan itik gorengnya. Kami masih kebagian porsi terakhir itik gorengnya yang beraroma khas. Tebakan kami bahwa bumbunya diberi kayu manis ternyata tepat.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.