Kompas.com - 16/07/2014, 16:46 WIB
Dua penari Sanggar Bina Remaja tengah menari Legong di depan sekitar 100 wisatawan asing di halaman depan Puri Agung Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (11/12/2013) malam. Budaya dan adat yang bertahan menjadikan Ubud dikenal dan mendunia. Selain ketenangan dan kenyamanan Ubud yang jauh dari hingar bingar musik modern. KOMPAS/AYU SULISTYOWATIDua penari Sanggar Bina Remaja tengah menari Legong di depan sekitar 100 wisatawan asing di halaman depan Puri Agung Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (11/12/2013) malam. Budaya dan adat yang bertahan menjadikan Ubud dikenal dan mendunia. Selain ketenangan dan kenyamanan Ubud yang jauh dari hingar bingar musik modern.
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Kolaborasi tari oleh tim kesenian Jepang dan Bali, setelah meraih sukses memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-36, kembali mendapat acungan jempol dari masyarakat di daerah "gudang seni" Kabupaten Gianyar karena melengkapi ritual desa setempat.

"Sebanyak 15 seniwati yang terhimpun dalam Sanggar Tari Bali Wyarihita Yokohama, Jepang, kembali pentas yang mampu memukau ribuan masyarakat Desa Adat Puaya, Sukawati, Kabupaten Gianyar yang tengah menggelar kegiatan ritual," kata Ketua Sanggar Mekar Sari Ubud, Gianyar, I Ketut Sudra di Denpasar, Sabtu (12/7/2014).

Menurut Ketut Sudra, seniman Jepang yang pentas di kawasan suci Pura Dalem Pemayun Pulasari Desa Adat Puaya, Sukawati, Kabupaten Gianyar itu diiringi gamelan yang dibawakan oleh 32 seniman yang terhimpun dalam Sanggar Mekar Sari.

Hampir setiap penampilan 15 seniman berasal dari "Negeri Matahari Terbit" itu mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat yang sedang melakukan kegiatan ritual skala besar.

Selain mampu menyuguhkan hiburan yang segar kepada masyarakat setempat, pementasan kesenian juga sebagai kelengkapan dalam mengadakan kegiatan ritual.

"Materi tari yang ditampilkan seniman Jepang itu hampir sama dengan ketika pentas di PKB. Pembukaannya diawali dengan suguhan tari topeng tua yang dibawakan oleh seorang seniman andal asal Batubulan sebagai kelengkapan ritual," kata Ketut Sudra.

Melalui penampilan mereka, seniman Jepang dalam kunjungannya ke Bali, pentas sebanyak tiga kali, dua kali di antaranya ngayah, yakni pentas secara ikhlas tanpa imbalan dalam menyukseskan kegiatan ritual yang digelar masyarakat setempat.

"Ngayah" selain di Desa Adat Puaya, Sukawati, sebelumnya juga dilakukan di halaman Pura Desa Pekrawan Mawang, perkampungan seniman Ubud, Kabupaten Gianyar, Rabu (9/7/2014) malam.

Ketua Sanggar Tari Bali Wyarihita Yokohama Jepang Deni Inaba menjelaskan tujuan utama ke Bali hanya pentas di PKB. Pihaknya senang karena mendapat fasilitas bisa pentas dan berperan serta menyukseskan kegiatan ritual di dua desa adat di Bali. Kunjungan ke Bali itu, merupakan yang ketujuh kalinya sejak tahun 2000.

Tari yang ditampilkan dalam tiga kali pementasan berjumlah tujuh jenis tarian, antara lain Tari Legong Supraba Duta, Kupu-kupu Tarum, Legong Kuntul, Legong Guak Macok, dan Candra Metu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute dan Harga Tiket KidZania Jakarta, Banyak Promo Menarik

Rute dan Harga Tiket KidZania Jakarta, Banyak Promo Menarik

Travel Tips
10 Rekomendasi Hotel Kekinian di Bandung, Mulai Rp 300.000-an

10 Rekomendasi Hotel Kekinian di Bandung, Mulai Rp 300.000-an

Jalan Jalan
Pertama Kali ke Luar Negeri? Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini

Pertama Kali ke Luar Negeri? Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini

Travel Tips
Bandara Halim Perdanakusuma Tutup Sementara per 26 Januari

Bandara Halim Perdanakusuma Tutup Sementara per 26 Januari

Travel Update
Berwisata ke Danau Toba Naik DAMRI, Ini Rute dan Tarifnya

Berwisata ke Danau Toba Naik DAMRI, Ini Rute dan Tarifnya

Travel Promo
Pertama Kali Naik Pesawat? Ini 10 Tahap Naik Pesawat dari Berangkat sampai Tujuan

Pertama Kali Naik Pesawat? Ini 10 Tahap Naik Pesawat dari Berangkat sampai Tujuan

Travel Tips
Ketahui, Daftar Tarif Parkir Resmi di Yogyakarta Sesuai Lokasinya

Ketahui, Daftar Tarif Parkir Resmi di Yogyakarta Sesuai Lokasinya

Travel Update
Ketinggalan Barang di Kamar Hotel? Ini Prosedur Pengembaliannya

Ketinggalan Barang di Kamar Hotel? Ini Prosedur Pengembaliannya

Travel Tips
14 Tempat Bersejarah di Jakarta Pusat, Ada Museum dan Taman

14 Tempat Bersejarah di Jakarta Pusat, Ada Museum dan Taman

Jalan Jalan
Rute ke Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Tempat Sunset berlatar 3 Gunung

Rute ke Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Tempat Sunset berlatar 3 Gunung

Travel Tips
Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Indahnya Sunset Berlatar Tiga Gunung

Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Indahnya Sunset Berlatar Tiga Gunung

Jalan Jalan
Instalasi Seni Imagispace 2022 di Jakarta, Hadirkan Teknologi Sensor Ikuti Gerak Tubuh

Instalasi Seni Imagispace 2022 di Jakarta, Hadirkan Teknologi Sensor Ikuti Gerak Tubuh

Jalan Jalan
20 Tempat Wisata Alam di Aceh, dari Pantai hingga Air Terjun

20 Tempat Wisata Alam di Aceh, dari Pantai hingga Air Terjun

Jalan Jalan
Berburu Oleh-oleh Khas Kulon Progo, Bisa ke Pasar Sentolo Baru

Berburu Oleh-oleh Khas Kulon Progo, Bisa ke Pasar Sentolo Baru

Jalan Jalan
Viral Foto Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro, Lokasi Ilegal hingga Permainan Kru Bus dan Petugas Parkir

Viral Foto Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro, Lokasi Ilegal hingga Permainan Kru Bus dan Petugas Parkir

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.