Kompas.com - 16/07/2014, 16:46 WIB
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Kolaborasi tari oleh tim kesenian Jepang dan Bali, setelah meraih sukses memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-36, kembali mendapat acungan jempol dari masyarakat di daerah "gudang seni" Kabupaten Gianyar karena melengkapi ritual desa setempat.

"Sebanyak 15 seniwati yang terhimpun dalam Sanggar Tari Bali Wyarihita Yokohama, Jepang, kembali pentas yang mampu memukau ribuan masyarakat Desa Adat Puaya, Sukawati, Kabupaten Gianyar yang tengah menggelar kegiatan ritual," kata Ketua Sanggar Mekar Sari Ubud, Gianyar, I Ketut Sudra di Denpasar, Sabtu (12/7/2014).

Menurut Ketut Sudra, seniman Jepang yang pentas di kawasan suci Pura Dalem Pemayun Pulasari Desa Adat Puaya, Sukawati, Kabupaten Gianyar itu diiringi gamelan yang dibawakan oleh 32 seniman yang terhimpun dalam Sanggar Mekar Sari.

Hampir setiap penampilan 15 seniman berasal dari "Negeri Matahari Terbit" itu mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat yang sedang melakukan kegiatan ritual skala besar.

Selain mampu menyuguhkan hiburan yang segar kepada masyarakat setempat, pementasan kesenian juga sebagai kelengkapan dalam mengadakan kegiatan ritual.

"Materi tari yang ditampilkan seniman Jepang itu hampir sama dengan ketika pentas di PKB. Pembukaannya diawali dengan suguhan tari topeng tua yang dibawakan oleh seorang seniman andal asal Batubulan sebagai kelengkapan ritual," kata Ketut Sudra.

Melalui penampilan mereka, seniman Jepang dalam kunjungannya ke Bali, pentas sebanyak tiga kali, dua kali di antaranya ngayah, yakni pentas secara ikhlas tanpa imbalan dalam menyukseskan kegiatan ritual yang digelar masyarakat setempat.

"Ngayah" selain di Desa Adat Puaya, Sukawati, sebelumnya juga dilakukan di halaman Pura Desa Pekrawan Mawang, perkampungan seniman Ubud, Kabupaten Gianyar, Rabu (9/7/2014) malam.

Ketua Sanggar Tari Bali Wyarihita Yokohama Jepang Deni Inaba menjelaskan tujuan utama ke Bali hanya pentas di PKB. Pihaknya senang karena mendapat fasilitas bisa pentas dan berperan serta menyukseskan kegiatan ritual di dua desa adat di Bali. Kunjungan ke Bali itu, merupakan yang ketujuh kalinya sejak tahun 2000.

Tari yang ditampilkan dalam tiga kali pementasan berjumlah tujuh jenis tarian, antara lain Tari Legong Supraba Duta, Kupu-kupu Tarum, Legong Kuntul, Legong Guak Macok, dan Candra Metu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.