Kompas.com - 17/07/2014, 14:42 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F
KEHIDUPAN alam fana dan alam baka, berbatas tabir begitu tipis. Begitulah gambaran saat kami—saya dan suami tercinta—berlibur ke Mesir dan menyusuri El ’Arafa atau Cairo Necropolis di bagian timur Kota Kairo. Bisa disebut, ini tujuan wisata alternatif selain berpelesir naik felucca (perahu) di Sungai Nil atau menengok Piramida Giza serta Sphinx di kota yang sama.

El ‘Arafa atau Qarafa, yang dalam bahasa Inggris disebut City of the Dead adalah kompleks permakaman raksasa, dengan panjang poros utara-selatan mencapai sekitar 6,4 kilometer. Ia memiliki dua wajah, yaitu sebagai tempat peristirahatan terakhir, sekaligus permukiman penduduk.

Setelah melewati semacam gerbang, Anda bisa menemui kehidupan keseharian warga setempat. Seperti penjual roti pita–roti tradisional berbentuk bulat yang dimatangkan menggunakan tungku—menjajakan dagangan, pedagang jeruk dengan gerobak, serta anak-anak lelaki bermain bola.

Makin ke tengah, tampil sosok permukiman yang cukup kumuh, dengan bangunan berwarna dominan cokelat bata. Tampak jemuran melambai-lambai di atas lorong, berdampingan dengan pintu-pintu masuk menuju beberapa masjid.

Kejutan yang didapati: begitu kaki menapak masuk ke tempat peribadatan ini, arsitektur Kesultanan Mamluk dengan ornamen nan kaya bakal memesona Anda. Syahdu sekaligus romantis. Kami pun dibuat lupa sejenak oleh suasana sekeliling City of the Dead yang centang perentang saat berada di dalam masjid.

Setelah itu, sampailah kami di kawasan berpenghuni ribuan batu nisan umum serta bangunan-bangunan mausoleum untuk pekuburan keluarga. Satu dan lainnya terhubung oleh lorong-lorong bak labirin. Dan tentu saja: tanpa dilengkapi papan penunjuk.

(R. Ukirsari Manggalani/National Geographic Traveler Indonesia) Suasana menjelang petang di City of the Dead, timur ibu kota Kairo di Mesir
Sembari menyusuri blok-blok permakaman, Anda dapat memilih: ingin singgah dan mengabadikan diri di kompleks permakaman eksklusif atau sederhana. Mulai rumah kecil terbuat dari pualam sampai nisan-nisan dicat warna hijau nan pudar bisa ditemukan di sini.   

“Banyak alasan mengapa orang-orang bisa bertahan tinggal di antara makam,” kata Ahmed Fadh, seorang pengurus masjid yang mengantar kami berkeliling.

“Pertama karena alasan sentimental, ingin selalu berada di dekat orang yang meninggal, karena begitu dalam cintanya. Ada juga yang tinggal di dekat mausoleum keluarganya agar bisa merawat bangunan itu. Dan yang paling menyedihkan, ada yang tinggal di sini karena faktor ekonomi. Mereka-mereka ini tidak punya uang untuk mengontrak rumah tinggal.”

Ahmed Fadh sendiri, yang saat kami temui berusia 45 tahun, menyebut tinggal di situ karena merawat makam keluarga dan menjabat pengurus masjid.  Ia mengajak kami singgah di sebuah rumah darurat yang dibuat di antara dua mausoleum.

Atapnya berupa terpal yang diikatkan ke kedua atap bangunan makam, sedang dindingnya terbuat dari kayu bekas. Selain tidur di situ, pemiliknya kadang berbaring di lantai mausoleum. Sementara kegiatan memasak dan membuat teh dilakukan di depan mausoleum.

Ketika hari menjelang petang,  Ahmed Fadh, mewanti-wanti, “Sebaiknya kalian tidak kemalaman di sini. Daerah ini bukan area yang aman bila matahari sudah terbenam.”

Kami memahami. Tentu saja, ia tidak bermaksud menakut-nakuti. El ‘Arafa begitu luas. Antara satu mausoleum dengan lainnya, antara kompleks permakaman dengan tempat penguburan di blok berikut, sampai bangunan rumah dan masjid membentuk labirin nan membingungkan. Konon, karena besarnya kawasan, seseorang yang asing dengan kawasan ini bisa saja tersesat sepanjang malam, bila tidak bertemu warga setempat untuk ditanyai arah.   

Beruntung, Ahmed Fadh mengantar kami sampai setengah jalan. Dan setelah kami masuk ke lorong yang salah sebanyak dua kali, akhirnya kami tiba di jalan raya yang sama dengan cara kami masuk ke sini. Benarlah. Cairo Necropolis memang sangat luas! (R. Ukirsari Manggalani)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turis Indonesia dan 97 Negara Lain Bisa Masuk Jepang Mulai 10 Juni 2022 Tanpa PCR

Turis Indonesia dan 97 Negara Lain Bisa Masuk Jepang Mulai 10 Juni 2022 Tanpa PCR

Travel Update
Waspada, Jangan Lakukan 5 Hal ini Saat Berenang di Sungai

Waspada, Jangan Lakukan 5 Hal ini Saat Berenang di Sungai

Travel Tips
Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Pantai Teluk Hijau Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Pantai Teluk Hijau Banyuwangi

Jalan Jalan
Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Travel Tips
Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Travel Tips
Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Jalan Jalan
5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.