Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Banyuwangi Bersinergi

Kompas.com - 17/07/2014, 17:21 WIB
Pantai Pulau Merah di Banyuwangi, Jawa Timur, kini menjadi tujuan wisata surfing baru. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperkenalkan pantai tersebut lewat kompetisi surfing internasional, Jumat (23/5/2014). KOMPAS/SIWI YUNITA CAHYANINGRUMPantai Pulau Merah di Banyuwangi, Jawa Timur, kini menjadi tujuan wisata surfing baru. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperkenalkan pantai tersebut lewat kompetisi surfing internasional, Jumat (23/5/2014).
EditorI Made Asdhiana
BANYUWANGI, KOMPAS.com - Para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sepakat menjalin sinergi untuk mengembangkan sektor pariwisata daerah setempat.

Kesepakatan yang ditandatangani Rabu (16/7/2014), melibatkan Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia Banyuwangi Elly Irwan S, Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Asma'i Hadi, serta Ketua Asosiasi Kuliner, Kerajinan dan Batik Banyuwangi (AKAB) Syamsudin.

Selain itu, Ketua Asosiasi Travel Agent (ATA) Yoyok Mulyo Suryanto, Ketua Paguyuban Taxi Using Transport (PTUT) Ishadi, dan Pengurus Transwisata Banyuwangi Mohammad Didik.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Bramuda Yanuarto, mengatakan dalam kesepakatan itu terdapat delapan kode etik yang disetujui pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kode etik itu, antara lain memberikan pelayanan secara maksimal kepada para pengguna jasa pariwisata dan ekonomi kreatif, memberikan pelayanan informasi pariwisata secara benar dan akurat, serta selalu menjaga citra dan nama baik pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Banyuwangi.

"Mereka juga sepakat untuk memberikan perlindungan, keamanan dan kenyamanan secara maksimal kepada para pengguna jasa pariwisata, serta tidak saling menjatuhkan atau melakukan persekongkolan dalam melakukan usaha," kata Bramuda.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Sebanyak 14 atase pertahanan negara sahabat mengunjungi Banyuwangi, Selasa (3/6/2014) malam. Rombongan disuguhkan tarian selamat datang, Jejer Gandrung yang diiringi pemain musik tradisional.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi komitmen para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam memajukan industri pariwisata Banyuwangi, karena tanggung jawab kemajuan pariwisata daerah tidak hanya ada di pemerintah, namun semua pemangku kepentingan.

"Justru inisiatif dan kemandirian yang akan cepat melesatkan pariwisata. Hal itu sudah terbukti di beberapa daerah yang pariwisatanya maju, seperti Bali dan Yogyakarta," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Travel Agent Banyuwangi, Yoyok Mulyo Suryanto, mengungkapkan adanya perkembangan pesat sektor pariwisata di Banyuwangi dalam dua tahun terakhir.

Bahkan, sejumlah agen perjalanan di Banyuwangi saat ini kekurangan sumber daya manusia untuk tenaga sopir dan pemandu wisata. "Sebelumnya saya tidak pernah dapat wisatawan asing, sekarang banyak dari Amerika dan Eropa yang datang ke Banyuwangi. Sebulan bisa dapat rombongan tur 5-6 kali," kata Yoyok.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X