Kompas.com - 24/07/2014, 18:24 WIB
Jalan Malioboro, Yogyakarta. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOJalan Malioboro, Yogyakarta.
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS — Pelanggaran peraturan daerah oleh 10 hotel di Kota Yogyakarta bisa berdampak negatif terhadap iklim pariwisata di kota tersebut. Karena itu, para pengelola hotel diminta segera melakukan pembenahan sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku.

”Kalau ada pelanggaran dan tidak segera dibenahi, ujung- ujungnya bisa berpengaruh pada pariwisata di Yogyakarta,” kata Wakil Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DI Yogyakarta, Herman Tony, Rabu (23/7/2014), di Yogyakarta.

Seperti diberitakan, Lembaga Ombudsman Swasta DI Yogyakarta (LOS DIY) menyatakan, sebanyak 10 hotel di Yogyakarta melanggar Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung karena tidak memiliki ruang hijau dan daerah resapan air yang memadai. Pelanggaran itu ditemukan saat LOS DIY melakukan survei terhadap 23 hotel di Yogyakarta secara acak (Kompas, 23/7/2014).

Menurut Perda No 2/2012, semua gedung di Yogyakarta wajib memiliki ruang terbuka hijau dan daerah resapan air. Pasal 40 menyatakan, setiap bangunan dengan luas 60 meter persegi harus dilengkapi minimal 1 sumur resapan dengan diameter 1 meter sedalam 4 meter. Selain itu, halaman gedung tidak boleh diplester atau dikonblok.

Herman mengatakan, PHRI DIY selalu mengimbau anggotanya untuk menaati aturan saat membangun hotel. Taat aturan merupakan syarat membangun relasi yang baik dengan pemerintah dan konsumen. Jika pengelolaan hotel tak sesuai aturan, iklim pariwisata bisa terganggu.

”Saya belum tahu hotel mana saja yang melanggar. Namun, kalau benar ada pelanggaran, Pemkot Yogyakarta harus memberi sanksi agar tidak memengaruhi citra hotel di Yogyakarta secara keseluruhan,” tutur Herman.

Terkait pembangunan hotel yang cenderung tak terkendali di Yogyakarta, Herman mengatakan, harus ada kebijakan komprehensif oleh pemerintah daerah DIY. Moratorium pembangunan hotel yang dicanangkan Pemkot Yogyakarta tak bisa menyelesaikan persoalan secara keseluruhan. Alasannya, pembangunan hotel yang tak terkendali juga terjadi di Kabupaten Sleman, terutama di wilayah yang berbatasan dengan Yogyakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Yayasan Trisakti Arum Lestari, Wahyu Sriyanti, mengatakan, pemerintah daerah DIY harus mendorong pembangunan hotel di wilayah lain, misalnya Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, dan Kulon Progo. Salah satu caranya dengan mendukung pengembangan infrastruktur dan pariwisata di tiga wilayah tersebut. (HRS)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.