Desa Wisata Sleman Tawarkan Alternatif Akomodasi

Kompas.com - 25/07/2014, 14:43 WIB
Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, difoto dari udara menggunakan drone atau sistem pesawat tanpa awak, Jumat (27/6/2014). KOMPAS.COM / FIKRIA HIDAYAT - KRISTIANTO PURNOMOCandi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, difoto dari udara menggunakan drone atau sistem pesawat tanpa awak, Jumat (27/6/2014).
EditorI Made Asdhiana
SLEMAN, KOMPAS.com - Sebanyak 12 desa wisata di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan keunikan potensi lokal dan keramahtamahan masyarakat menawarkan alternatif akomodasi bagi wisatawan selama libur Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi, Kamis (24/7/2014) mengatakan, libur Lebaran 2014 ini tercatat selama sembilan hari sejak 26 Juli hingga 3 Agustus 2014.

"Pada saat libur lebaran kali ini beberapa desa wisata menawarkan alternatif akomodasi penginapan bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara," ucapnya.

Menurut Ayu, selama libur Lebaran memang pengelola desa wisata belum memberikan layanan paket wisata secara utuh diantaranya disertakannya atraksi kesenian, budaya dan berbagai kegiatan layaknya pada hari-hari biasanya.

"Ini karena warga masyarakat di desa wisata juga mengalami kesibukan tersendiri. Namun, sekadar hanya menginap di desa wisata dan bersosialisasi dengan warga masyarakat sekaligus menikmati suasana alami pedesaan tetap dapat dilakukan setiap saat," ucapnya.

Menurut Ayu, hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada wisatawan yang memang sudah mengenal banyak tentang desa wisata maupun bagi wisatawan yang berkeinginan untuk mengenal maupun karena tidak mendapatkan hotel akibat bertepatan dengan musim ramai pengunjung.

"Selain fasilitas akomodasi menginap bagi wisatawan, desa wisata juga menawarkan paket 'MICE' dalam skala kecil, sepertinya pertemuan syawalan, arisan, pertemuan trah, dan lainnya," ujarnya.

NURSARI INDAH MANULLANG Mobil Jeep yang membawa wisatawan mengelilingi Gunung Merapi di Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.
Ayu mengatakan, untuk pelayanan desa wisata secara reguler mulai dilaksanakan pada hari "H+1" atau 30 Juli 2014.

"Adapun desa-desa wisata yang menawarkan fasilitas akomodasi menginap atau 'live-in' adalah Desa Wisata Trumpon Merdikorejo Tempel 25 kamar, Pentingsari Umbulharjo Cangkringan 25 kamar, Rumah Domes Sumberharjo Prambanan tujuh homestay kapasitas 35 orang," paparnya.

Kemudian Desa Wisata Tunggularum Wonokerto Turi 15 kamar, Tanjung Donoharjo Ngaglik 10 homestay kapasitas 75 orang, Sukunan Banyuraden Gamping 25 kamar, Kembangarum Donokerto Turi delapan homestay kapasitas 100 orang, Sidoakur Jethak II Sidokarto Godean 10 kamar.

Selain itu juga Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi 30 kamar, Palgading Sinduharjo Ngaglik 10 kamar, Gabugan Donokerto Turi 5 kamar, Grogol Margodadi Seyegan 30 kamar. Dari ke 12 desa wisata tersebut tersedia kapasitas kamar dan homestay untuk 560 tamu.

Baca tentang


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X