Kompas.com - 25/07/2014, 18:37 WIB
EditorI Made Asdhiana

Dalam empat tahun, di kawasan itu dibangun 400 hotel dan restoran baru, 250 penginapan, dan tersedia tenaga kerja bagi 5.000 orang.

Berbagai produk lokal dan kebudayaan lokal diangkat, pusat informasi geopark didirikan, paket-paket tur ke geosite disediakan, pendidikan geologi dan penelitian internasional bermunculan, para perempuan diberdayakan, dan perusakan kawasan dihentikan.

Sejahterakan warga

GGN UNESCO tidak main-main menetapkan taman bumi layak masuk jaringan global. Keanggotaan taman bumi dievaluasi setiap empat tahun dan bisa dicabut, misalnya, karena degradasi lingkungan. Karenanya, para pemangku kepentingan taman bumi dipacu untuk serius dalam mengelolanya, atau nama Indonesia akan terpuruk di mata internasional.

Maka, GGN harus memiliki rencana pembangunan berkelanjutan bagi warga yang tinggal dalam kawasan. Cara hidup tradisional warga harus dihargai serta hak asasi dan martabat masyarakat lokal dijunjung. Keterlibatan warga setempat hingga tokoh adat begitu penting.

Warga perlu disiapkan karena, begitu geopark nasional masuk ke ranah internasional, investor internasional—baik dalam bidang konservasi, pendidikan, maupun pariwisata—akan berdatangan.

Ketua Tim Percepatan GGN Danau Toba Sabrina mengatakan, pihaknya masih menyelesaikan naskah ilmiah akademik yang diusulkan ke UNESCO. Naskah berupa kajian hubungan dan keterkaitan unsur geologi, biologi, dan budaya setempat. Naskah akademik pun berisi peraturan formal yang mengatur kawasan Danau Toba sebagai situs geologi, biologi, dan budaya di kawasan yang masuk dalam subyek perlindungan dengan batasan kawasan jelas untuk memudahkan pengelolaan.

GGN juga harus punya susunan formal organisasi yang mengakomodasi warga, sinkron dengan tata ruang daerah, dan punya rencana induk pengembangan, termasuk aksi jangka pendek, menengah, dan panjang. GGN juga harus membangun jaringan dengan geopark lain di luar negeri.

Indyo Pratomo mengatakan, secara geologi, Kaldera Toba telah diakui dunia. Untuk penyelesaian naskah akademik itu, sebuah sekretariat bersama sangat dibutuhkan. Tokoh Sumut, RE Nainggolan, mengatakan, pentingnya naskah akademik selesai pada akhir tahun ini sehingga tahun depan Danau Toba sudah masuk dalam GGN. Langkah ini perlu dilakukan agar kerusakan Danau Toba tidak hanya bisa dicegah, tetapi juga diperbaiki.  (Aufrida Wismi Warastri)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.