Kompas.com - 27/07/2014, 15:09 WIB
Jalan Malioboro, Yogyakarta. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOJalan Malioboro, Yogyakarta.
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Wisatawan yang diperkirakan akan memadati kawasan Malioboro sepanjang libur Lebaran diminta untuk tidak menyeberang sembarangan, namun memanfaatkan zebra cross yang sudah ada.

"Masyarakat dipersilakan melakukan aktivitas di Malioboro. Namun kami mengingatkan agar mereka tetap mematuhi aturan yang ada termasuk aturan lalu lintas demi keamanan dan kenyamanan bersama, salah satunya menyeberang di lokasi yang sudah ditetapkan," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Yogyakarta, Minggu (27/7/2014).

Menurut Haryadi, menyeberang jalan secara sembarangan dapat menimbulkan dampak tersendatnya arus lalu lintas di jalan yang sudah menjadi ikon wisata Kota Yogyakarta tersebut.

"Seperti diketahui bersama, Malioboro pasti akan sangat padat saat libur Lebaran nanti. Jika semuanya ingin menyeberang sembarangan, tentu bisa menghambat laju kendaraan dan menyebabkan kepadatan lalu lintas," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Haryadi, wisatawan diminta untuk tertib dengan menyeberang di zebra cross yang jumlahnya cukup banyak di sepanjang Jalan Malioboro agar lalu lintas tetap lancar meskipun padat.

"Mungkin wisatawan akan merasa sedikit tidak nyaman karena di beberapa lokasi sudah dipasang pembatas. Rekayasa lalu lintas ini bagian dari upaya kepolisian untuk menjaga ketertiban di Malioboro," katanya.

Pembatas antara trotoar dan jalan agar masyarakat tertib menyeberang di zebra cross banyak ditempatkan di sisi utara Jalan Malioboro. Pembatas sementara itu dibuat dari tali yang diberi penanda agar wisatawan menggunakan zebra cross.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pelajar menyusuri sisi barat Keraton Yogyakarta saat berwisata di Yogyakarta, Rabu (19/12/2012). Kunjungan wisatawan ke Yogyakarta mulai meningkat seiring telah berlangsungnya masa liburan akhir tahun pada sebagian sekolah.
Di zebra cross yang berada di sepanjang Jalan Malioboro pun ditempatkan papan imbauan agar masyarakat menggunakan fasilitas tersebut.

Upaya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta pun dilakukan dengan menempatkan petugas dari Dinas Ketertiban. "Kawasan Titik Nol Kilometer pun harus steril dari pedagang kaki lima (PKL). Sudah ada petugas yang ada di sana," katanya.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro juga sudah meminta pedagang kaki lima agar tidak menempatkan gerobaknya di jalur lambat karena berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Pemerintah Kota Yogyakarta melaksanakan operasi ketertiban selama libur Lebaran yang diberi nama Jogobaran. Kegiatan operasi tersebut diikuti sejumlah satuan kerja perangkat daerah di lingkungan pemerintah daerah tersebut.

Fokus utama operasi tersebut adalah pada ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan koordinator kegiatan tersebut berada di bawah Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Travel Update
Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Travel Update
Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Travel Update
Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Travel Update
Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Jalan Jalan
Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Travel Update
Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Travel Update
Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Travel Update
Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Travel Update
Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Travel Update
5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

Travel Tips
Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Travel Tips
5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.