Kompas.com - 04/08/2014, 11:42 WIB
Balap kerbau atau makepung di Kabupaten Jembrana, Bali. BARRY KUSUMABalap kerbau atau makepung di Kabupaten Jembrana, Bali.
EditorI Made Asdhiana
NEGARA, KOMPAS.com - Ratusan ekor kerbau yang dipasang-pasangkan, mengikuti lomba Makepung, yang merupakan kesenian atraksi khas Kabupaten Jembrana, Bali, yang ditetapkan sebagai warisan budaya nasional.

Lomba pacuan kerbau di jalan persawahan memperebutkan piala bergilir Bupati Jembrana ini, diselenggarakan di Sirkuit Makepung, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Minggu (3/8/2014).

"Makepung tidak sekadar hanya lomba pacuan kerbau semata. Lebih dari itu, kesenian ini merupakan wujud sukacita petani usai panen," kata Bupati Jembrana, I Putu Artha, yang melepas dua pasang kerbau pertama untuk berlomba.

Menurut Putu, meskipun dikemas dalam lomba, peserta yang dibagi menjadi Kelompok Makepung Ijogading Barat dan Timur ini, tidak mempedulikan kalah atau menang, karena yang terpenting bagi mereka adalah bertemu dengan kawan petani, untuk bersenang-senang dalam lomba ini.

Sebagai kesenian khas Kabupaten Jembrana, yang sudah diakui secara nasional, Putu berjanji, untuk meningkatkan sarana dan prasarana, untuk melestarikan budaya ini.

Pertarungan untuk menjadi juara umum antara Ijogading Barat dan Timur ini, sudah berlangsung puluhan tahun, dan selalu terjadi persaingan sengit untuk menjadi yang tercepat.

Agar berhasil juara, kerbau-kerbau yang akan dilombakan, mendapatkan perlakuan istimewa baik dari sisi kesehatan, makanan hingga pemberian nama yang unik.

Untuk menunjukkan rasa sayang mereka terhadap kerbaunya, nama-nama artis, gunung, laut hingga yang bermakna filosofis diberikan kepada kerbau-kerbau ini.

"Nama-nama kerbau, selain agar mudah memanggilnya saat berlomba, juga sebagai bentuk rasa sayang kami terhadapnya," kata I Made Ratama, salah seorang pemilik kerbau makepung.

Lomba sendiri dilakukan dengan melepaskan dua pasang kerbau yang menarik gerobak serta joki, secara berurutan depan belakang dengan jarak tertentu, yang apabila sampai di finish, kerbau di belakang bisa memperpendek jarak maka akan muncul sebagai pemenang, sementara kalau jaraknya kian jauh, kerbau yang di depan ditetapkan sebagai pemenang.

Setelah berlomba seharian, Kelompok Ijogading Barat berhasil mengalahkan Ijogading Timur, dengan nilai 34 melawan 21.

Sebagai juara umum, Kelompok Ijogading Barat memboyong piala bupati serta uang pembinaan Rp 17,5 juta, sementara Ijogading Timur mendapatkan uang Rp 13 juta.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bandara Halim Perdanakusuma Tutup Sementara per 26 Januari

Bandara Halim Perdanakusuma Tutup Sementara per 26 Januari

Travel Update
Berwisata ke Danau Toba Naik DAMRI, Ini Rute dan Tarifnya

Berwisata ke Danau Toba Naik DAMRI, Ini Rute dan Tarifnya

Travel Promo
Pertama Kali Naik Pesawat? Ini 10 Tahap Naik Pesawat dari Berangkat sampai Tujuan

Pertama Kali Naik Pesawat? Ini 10 Tahap Naik Pesawat dari Berangkat sampai Tujuan

Travel Tips
Ketahui, Daftar Tarif Parkir Resmi di Yogyakarta Sesuai Lokasinya

Ketahui, Daftar Tarif Parkir Resmi di Yogyakarta Sesuai Lokasinya

Travel Update
Ketinggalan Barang di Kamar Hotel? Ini Prosedur Pengembaliannya

Ketinggalan Barang di Kamar Hotel? Ini Prosedur Pengembaliannya

Travel Tips
14 Tempat Bersejarah di Jakarta Pusat, Ada Museum dan Taman

14 Tempat Bersejarah di Jakarta Pusat, Ada Museum dan Taman

Jalan Jalan
Rute ke Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Tempat Sunset berlatar 3 Gunung

Rute ke Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Tempat Sunset berlatar 3 Gunung

Travel Tips
Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Indahnya Sunset Berlatar Tiga Gunung

Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Indahnya Sunset Berlatar Tiga Gunung

Jalan Jalan
Instalasi Seni Imagispace 2022 di Jakarta, Hadirkan Teknologi Sensor Ikuti Gerak Tubuh

Instalasi Seni Imagispace 2022 di Jakarta, Hadirkan Teknologi Sensor Ikuti Gerak Tubuh

Jalan Jalan
20 Tempat Wisata Alam di Aceh, dari Pantai hingga Air Terjun

20 Tempat Wisata Alam di Aceh, dari Pantai hingga Air Terjun

Jalan Jalan
Berburu Oleh-oleh Khas Kulon Progo, Bisa ke Pasar Sentolo Baru

Berburu Oleh-oleh Khas Kulon Progo, Bisa ke Pasar Sentolo Baru

Jalan Jalan
Viral Foto Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro, Lokasi Ilegal hingga Permainan Kru Bus dan Petugas Parkir

Viral Foto Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro, Lokasi Ilegal hingga Permainan Kru Bus dan Petugas Parkir

Travel Update
Awas Uji Nyali di Tengah Hutan, 5 Tips ke Bromo via Lumajang

Awas Uji Nyali di Tengah Hutan, 5 Tips ke Bromo via Lumajang

Travel Update
Mantan Pramugari Ini Ungkap Rahasia Penumpang First Class di Pesawat

Mantan Pramugari Ini Ungkap Rahasia Penumpang First Class di Pesawat

Travel Update
Thailand Terapkan Lagi Skema Turis Asing Bebas Karantina Per 1 Februari 2022

Thailand Terapkan Lagi Skema Turis Asing Bebas Karantina Per 1 Februari 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.