Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Yuk, Sesekali Belajar di Rumah Pohon

Kompas.com - 10/08/2014, 08:46 WIB
Kontributor Semarang, Nazar Nurdin

Penulis

KOMPAS.com – Belajar di alam terbuka secara langsung tentu bisa sangat mengesankan. Belajar tidak harus di dalam ruangan, kelas, gedung maupun rumah. Cobalah sesekali anda mencoba belajar di atas pohon. Temukanlah suasana, kesan yang berbeda di sana. Barangkali, anda bisa mudah menangkap pesan dalam sebuah buku. Hal itulah yang hendak dicoba oleh para pegiat taman baca komunitas pohon di Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Para pegiat taman baca ini secara khusus membangun model belajar yang berbeda, agar cara menyerap ilmu bisa semakin mudah dan tak membosankan. Rumah pohon di Boja itu tak sulit untuk ditemukan, karena berada persis di tengah kawasan Boja, salah satu kecamatan di Kabupaten Kendal. Jika sudah mengenal tempat ini, segeralah singgah. Jika belum, temukanlah dan carilah wilayah Boja dan bertanya soal rumah pohon, warga di sekitar sudah banyak yang tahu dan siap menghantarkan.

Di tempat itu, berdiri dua rumah pohon, lima rumah panggung dan beberapa tempat duduk kecil. Tempat tempat itu terhampar luas di tanah hampir 10.000 meter persegi di lereng sungai di desa itu. Pemadangan alamnya cukup menawan karena anda bisa melihat sungai penuh bebatuan, hamparan sawah, serta pemandangan nan menawan dari Gunung Medini dan Gunung Ungaran.

KOMPAS.COM/NAZAR NURDIN Tampak pengunjung sedang menaiki rumah pohon yang dibangun di sela-sela pohon bambu di Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Rumah pohon itu tingginya sekira 10 meter dan aman untuk dinaiki.
Rumah pohon itu juga dilengkapi dengan aneka macam buku, komik, dan bahan bacaan lain. Buku-buku ditempatkan dalam rumah khusus yang disediakan di kompleks rumah pohon. Jika masih tidak puas, anda bisa ke perpustakaan utama di seberang jalan Boja-Singorojo. Rumah perpustakaan ini disebut Rumah Guyub. Di Rumah Guyub ini, ada ribuan koleksi buku-buku sastra, laiknya karya fenomenal Paulo Cuelho, Isabel Allende, Elizabet Gibert. Ada juga karya Murakami, Jhumpa Lahiri, Salman Rusdie, Fukuyama, Orham Pamuk, Gabriel Garcia Marquez atau tokoh sastra lainnya yang terpajang dalam galerinya.

Pegiat taman baca Guyub dan rumah pohon di Desa Bebengan, Boja, Heri Candra Santosa mengatakan, ide membangun rumah pohon serta mendirikan rumah sastra berawal dari persinggahannya di berbagai wilayah di Indonesia. Bersama dengan temannya, dia mendirikan rumah pohon sebagai tempat belajar bagi warga sekitar. Dia ingin agar tempat yang dibangun itu bisa dikunjungi banyak orang dan bisa memberikan banyak inspirasi.

Ketika ada rumah pohon, dia meyakini ada inspirasi datang dan membuat warga belajar dengan senang membaca. “Tempat ini kan milik pribadi, tapi yang punya ingin memberi sedikit sumbangsih bagi warga dan keilmuan. Makanya, kami ingin menjadikan tempat ini menjadi tempat publik, dan kalau ke sini mau baca dan lain-lainnya tidak dipungut biaya, kami sangat mempersilakan,” katanya saat ditemui di rumah pohon, Sabtu (9/8/2014).

Tempat ini, menurut Heri, lebih banyak dikunjungi warga sekitar. Di akhir pekan, tempat ini lumayan ramai pengunjung. Namun, pendatang utama lebih banyak pelajar SD hingga SMA. Meski begitu, ada juga dari pihak luar yang sengaja datang untuk merasakan suasana rumah pohon tersebut. Hanya saja, untuk mereka yang mau naik ke rumah pohon, harus ada pengelola yang tahu, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk jika nantinya terjatuh.

KOMPAS.COM/NAZAR NURDIN Seorang pengunjung menaiki perpustakaan rumah pohon di Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (9/8/2014). Pengunjung hendak menikmati keindahan panorama alam, sekaligus belajar di atas ketinggian.
“Dulu, di atas sungai ini ada jembatan kayu. Tapi, sejak terjadi longsor, jembatan itu roboh. Makanya, kami sediakan penjaga secara khusus untuk menjaga keselamatan pengunjung,” katanya.

Ke depan, lanjut Heri, kawasan ini masih akan terus dibangun dengan satu homestay lagi dan ruang pertemuan untuk kepentingan yang lebih besar. Sehingga, bisa menampung orang lebih banyak untuk singgah dan belajar di tengah alam terbuka.

Salah seorang pengunjung asal Semarang, Munif Ibnu Fatchhu Syarif mengaku cukup lega bisa sampai di rumah pohon itu. “Ini tempat yang baik. Ada rumah pohonnya, pemandangannya indah. Persis seperti dalam film My Heart. Saya senang bisa belajar di sini,” katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sri Sultan HB X Gelar 'Open House' untuk Umum Pekan Depan

Sri Sultan HB X Gelar "Open House" untuk Umum Pekan Depan

Travel Update
5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

Travel Update
Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Travel Update
10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

Travel Update
6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

Travel Tips
Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Hotel Story
 Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Travel Update
8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

Travel Update
6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

Jalan Jalan
Ribuan Orang Padati Kawasan Pantai Gunungkidul pada Libur Lebaran

Ribuan Orang Padati Kawasan Pantai Gunungkidul pada Libur Lebaran

Travel Update
Hingga Hari Kedua Lebaran, Candi Prambanan Dikunjungi 15.000 Orang

Hingga Hari Kedua Lebaran, Candi Prambanan Dikunjungi 15.000 Orang

Travel Update
Lebih dari 200.000 Orang ke Ancol Lebaran 2024, Puncaknya Hari Kedua

Lebih dari 200.000 Orang ke Ancol Lebaran 2024, Puncaknya Hari Kedua

Travel Update
Cegah Parkir Penuh Saat Lebaran 2024, Ancol Siapkan 97 Bus Gratis

Cegah Parkir Penuh Saat Lebaran 2024, Ancol Siapkan 97 Bus Gratis

Travel Update
Okupansi Kamar Hotel di Nusa Dua Bali Capai 80 Persen, Mayoritas Tamu Domestik 

Okupansi Kamar Hotel di Nusa Dua Bali Capai 80 Persen, Mayoritas Tamu Domestik 

Hotel Story
Rekomendasi Tempat Wisata di Jawa Timur dari Gubernur Khofifah 

Rekomendasi Tempat Wisata di Jawa Timur dari Gubernur Khofifah 

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com