Kompas.com - 11/08/2014, 14:17 WIB
EditorI Made Asdhiana
TAIPEI, KOMPAS.com - Sebuah museum swasta di Kota Taipei, Taiwan, menyimpan koleksi wayang kulit dan wayang golek asal Indonesia yang diperkirakan digunakan pada abad 19-20 Masehi.

Namun wayang yang sudah berusia seabad lebih itu, kata Direktur Museum Teater Wayang Lin Liu-Hsin Taiwan, Robin Ruizendaal kepada Antara di Taipei, Minggu (10/8/2014), tidak selalu dipamerkan, karena usianya yang sudah lama dan mulai rapuh sehingga hanya dipamerkan untuk acara-acara tertentu.

Ia mengatakan, wayang kulit, wayang golek dan boneka sigale-gale yang dimilikinya merupakan hasil pencarian pihak museum, di antaranya didapatkan di Perancis dan Belanda. "Mungkin di Indonesia jarang memilikinya. Tapi orang Eropa yang nenek moyangnya pernah di Indonesia, mereka masih menyimpannya. Karena itu beberapa wayang di antaranya ada yang dibeli atau memang diserahkan pewarisnya untuk disimpan di museum," katanya sambil menunjukkan bentuk wayang buto cakil yang diperkirakan dari abad 19.

Museum yang berada di tengah kota itu juga memiliki simpanan koleksi wayang-wayang tua, baik yang terbuat dari kulit hewan maupun bentuk boneka (golek) itu didapatkan dari berbagai negara, di antaranya Tiongkok, Indonesia, Vietnam, Thailand, Kamboja, Nigeria, Turki, dan Taiwan sendiri.

"Jumlah keseluruhan koleksi museum ini lebih dari 10 ribu buah," kata Robin yang berasal dari Den Haag, Belanda, dan sudah hampir 20 tahun menetap di Taipei.

Selain memamerkan wayang-wayang, museum ini juga menyediakan ruang panggung teater pertunjukan wayang, untuk wayang golek tradisional asal Taiwan di lantai empat gedung museum. Menurut Robin, yang sering datang ke teater tidak hanya para turis, tetapi anak-anak sekolah dasar juga sering mendatanginya.

"Dinas Pendidikan Kota Taipei mewajibkan murid-murid SD untuk menonton wayang tradisional di sini. Setahun bisa dua kali, dan tiketnya dibayarkan Dinas Pendidikan. Hal ini menyenangkan kita, tidak hanya dari segi bisnis tetapi pertunjukan tradisional dihargai pemerintah dan warganya, sehingga dikenal para murid. Bahkan dinas pernah melakukan survei, ternyata pertunjukan wayang di sini menempati posisi tertinggi yang disukai murid-murid dibanding lainnya," jelas Robin.

Robin yang merupakan doktor sinologi itu sering memberi ceramah dan melakukan pertunjukan tidak hanya di Taiwan, tetapi juga sering diundang berbagai negara, termasuk Tiongkok, Vietnam dan Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Travel Update
Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Travel Update
Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Travel Update
Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Travel Tips
Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Jalan Jalan
Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

BrandzView
Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Jalan Jalan
Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Jalan Jalan
Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Jalan Jalan
Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Travel Update
Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Travel Update
Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Jalan Jalan
Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Travel Update
Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.