Kompas.com - 12/08/2014, 11:12 WIB
Ketua tim Ekspedisi Cincin Api Kompas, Ahmad Arif berada di lereng Gunung Barujari yang terletak di kaldera Gunung Rinjani (3.726 mdpl), Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (30/9/2011). Gunung Barujari (2.376 mdpl) merupakan gunung baru yang muncul di kaldera karena adanya aktivitas vulkanik dan disebut sebagai zona inti Gunung Rinjani. Gunung baru terakhir meletus 2009 dan menciptakan kawah baru di sisi timur. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATKetua tim Ekspedisi Cincin Api Kompas, Ahmad Arif berada di lereng Gunung Barujari yang terletak di kaldera Gunung Rinjani (3.726 mdpl), Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (30/9/2011). Gunung Barujari (2.376 mdpl) merupakan gunung baru yang muncul di kaldera karena adanya aktivitas vulkanik dan disebut sebagai zona inti Gunung Rinjani. Gunung baru terakhir meletus 2009 dan menciptakan kawah baru di sisi timur.
EditorI Made Asdhiana
MATARAM, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) M Zainul Majdi memperkenalkan sejumlah destinasi wisata andalan di daerah itu kepada para peserta dari negara sahabat yang mengikuti pendidikan reguler 52 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

"Sektor pariwisata merupakan aktivitas sosial ekonomi yang kompleks dan berdampak besar dalam aspek kehidupan masyarakat di NTB," kata Zainul Majdi saat menerima para peserta program pendidikan reguler 52 Lemhanas Republik Indonesia Tahun 2014 di Mataram, Senin (11/8/2014).

Secara khsusus pada kesempatan itu, gubernur memperkenalkan secara umum potensi alam yang dimiliki NTB, salah satunya Gunung Rinjani yang merupakan destinasi wisata unggulan nasional. "Saat ini NTB sedang mempromosikan Geo Park Rinjani untuk menjadi Geo Park UNESCO. Alhamdulillah Geo Park Rinjani sudah menjadi Geo Park Nasional," ujarnya.

Menurut gubernur, Geo Park Rinjani pantas untuk menjadi khazanah dunia, karena konsep Rinjani bagi NTB dan masyarakat di Pulau Lombok secara khusus, adalah konsep yang tidak hanya tentang satu buah gunung semata, tetapi sudah menyangkut konsep kosmologis," jelasnya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Masjid Kuno di Bayan, Lombok Utara, NTB, yang merupakan peninggalan tradisi Wetu Telu.
Karenanya, kearifan-kearifan yang ada di Lombok ini, bisa dibaca akarnya pada kearifan yang terkait dengan Gunung Rinjani dan punya kepentingan sangat strategis untuk kesinambungan pembangunan di NTB, bahwa kawasan Geo Park Rinjani ini harus terus dikembangkan.

Untuk itu, dalam mengembangkan kawasan itu, menurut Gubernur Majdi, pendekatan yang ingin NTB bangun sebenarnya selain wisata konvensional, adalah family tourism (wisata keluarga).

"Kita menyediakan wisata seperti itu untuk mereka yang biasa berwisata dengan keluarga dalam jumlah besar yang jika berwisata di wisata konvensional dirasa kurang secure dan nyaman. Itu sebabnya di dalam pengembangan kawasan mandalika resort Lombok Tengah diharapkan bisa lebih bernuansa wisata keluarganya," jelas Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini.

Oleh Karena itu, Provinsi NTB sangat membuka diri dan mendorong, memfasilitasi agar sarana-sarana wisata termasuk akomodasi perhotelan dapat mengadopsi prinsip-prinsip syariah.

BARRY KUSUMA Istana Dalam Loka di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.
"Jadi, pengembangan wisata syariah di NTB pertama karena kita memiliki potensi untuk itu. NTB memiliki destinasi-destinasi wisata yang berbau wisata spiritual, dan kami melihat pangsa pasar untuk wisata syariah di NTB cukup besar," ungkapnya.

"Konsep dari itu semua adalah menghadirkan kesejahteraan dan menghadirkan pilihan yang lebih baik kepada para wisatawan yang datang ke NTB," tambah Zainul Majdi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.