Kompas.com - 12/08/2014, 12:44 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan pengembangan pariwisata tidak sekadar mendatangkan wisatawan untuk urusan ekonomi namun juga menjadi simpul untuk pembangunan berbagai sektor lainnya.  

“Ada lima hal besar yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pariwisata di Banyuwangi,” kata Abdullah Azwar Anas kepada Kompas Travel dalam acara EAROPH World Congress di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (11/8/2014).

Anas menuturkan, kelima hal tersebut terdiri dari konsolidasi infrastruktur, konsolidasi budaya, konsolidasi lingkungan, konsolidasi humanisme, dan konsolidasi behaviour. Jika kelima hal tersebut bisa diperhatikan, Anas yakin pariwisata di Banyuwangi bisa berkembang.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisata Mangrove Blok Bedul di Banyuwangi, Jawa Timur.
“Untuk mengembangkan pariwisata, Banyuwangi tidak harus terfokus pada pub dan klub malam,” jelas Anas.

Anas memberikan contoh bahwa di Langkawi, Malaysia menerapkan pariwisata yang cenderung sopan dan dapat mendatangkan wisatawan lebih besar daripada daerah-daerah di Indonesia. Banyuwangi sudah mulai menerapkan wisata seperti itu. Pemerintah mulai menutup tempat karaoke dan mulai mengurangi jumlah hotel melati, meski demikian konsep dormitory tourism tetap dipertahankan.

“Tempat-tempat karaoke seperti itu merupakan sarangnya human trafficking, free sex, dan obat-obatan terlarang,” ucap Anas.

Menurut Anas, Banyuwangi memiliki obyek wisata alam yang lebih potensial daripada pub dan klub malam. Kawah Ijen,  Pantai Plengkung, Pulau Merah, dan Savanah Sadengan menjadi beberapa tempat wisata alam di Banyuwangi. Kemudian untuk festival, Banyuwangi membuat Jazz Beach Festival dan kompetisi balap sepeda yakni Banyuwangi Tour de Ijen.

KOMPAS/HARRY SUSILO Petambang sedang mengambil belerang di Kawah Ijen, Jawa Timur.
“Permasalahan kami sekarang adalah bagaimana sumber daya manusia atau SDM di Banyuwangi bisa berkembang seiring dengan perkembangan pariwisatanya,” ujar Anas.

Anas menambahkan, untuk mengatasi hal tersebut, di Banyuwangi kini sudah ada beberapa sekolah pariwisata. Kemudian ada beberapa pelatihan bahasa Inggris bagi tukang becak, sopir travel, dan penambang belerang guna menghadapi kunjungan wisatawan asing ke kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.