Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Unggulkan Wisata Bahari

Kompas.com - 14/08/2014, 08:47 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Gelaran Festival Teluk Tomini 10-13 September 2014 memiliki manfaat besar untuk memperkenalkan potensi wisata bawah laut Teluk Tomini kepada dunia luar, sebagai destinasi wisata yang menawarkan keunikan, keindahan dan kenyamanan. Posisi Teluk Tomini yang strategis menjadikan Teluk Tomini sebagai jantung segitiga terumbu karang dunia atau Heart of Coral Triangle.

Hal itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, saat me-launching Festival Teluk Tomini 2014 di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu (13/8/2014).

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Wisatawan berenang dan bermain 'banana boat' di pantai Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Sabtu (14/5/2011). Pulau ini kian dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari. Pada hari libur, pulau yang memiliki lebar sekitar 200 meter dan panjang hanya 5 kilometer, ini ramai dikunjungi wisatawan.
Sharif mengatakan, Teluk Tomini merupakan salah satu teluk terbesar di Indonesia dengan luas kurang lebih 6 juta hektar serta potensi sumber daya alam yang kaya nan unik. Teluk Tomini memiliki luas terumbu karang sebesar 1.031 Ha dan luas hutan Mangrove 785.10 Ha. Di daerah itu juga terdapat Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dengan spesies endemik seperti tuna sirip kuning, anoa, babi rusa, maleo dan spesies lain yang belum teridentifikasi.

Ekosistem Teluk Tomini merupakan satu di antara 26 kawasan andalan laut nasional. Tak ayal, kawasan ini memiliki potensi sumber daya pesisir dan laut yang berlimpah bagi pengembangan wisata bahari dan lumbung pangan nasional.

BARRY KUSUMA Wisatawan berselancar di Plengkung, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (3/5/2014).
Dalam launching yang dihadiri juga oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longky Djanggola serta Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu, Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Kelautan Indonesia (DEKIN) menyampaikan bahwa, Festival Teluk Tomini 2014 akan menciptakan peluang investasi yang kondusif di berbagai sektor khususnya kelautan dan perikanan.

Pasalnya, Teluk Tomini memiliki potensi pengembangan sektor kemaritiman yang sangat besar. "Melalui Festival Teluk Tomini, diharapkan membuka kran investasi khususnya di sektor kelautan dan perikanan yang bernafaskan konsep ekonomi biru (blue economy). Sehingga menciptakan produksi komoditas kelautan dan perikanan berkualitas serta berkelanjutan," ujar Sharif.

BARRY KUSUMA Pantai di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Selain mendorong terciptanya lapangan usaha baru dan sumber pendapatan alternatif masyarakat, Festival Teluk Tomini adalah wujud keseriusan Pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan mengembangkan ekonomi kerakyatan serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi dan produktifitas usaha masyarakat.

"Dengan dijadikannya Teluk Tomini sebagai destinasi wisata bahari, pemerintah dan masyarakat setempat perlu menjaga kelestarian dan keindahan lingkungan yang menjadi daya tarik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," tandas Sharif.

DOK INDONESIA.TRAVEL Ilustrasi menyelam
Festival Teluk Tomini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan dari Peringatan Hari Nusantara 2014. Sementara puncak acara dari Perhelatan Hari Nusantara sendiri, akan dilaksanakan di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Berbagai kegiatan dilaksanakan sebagai Rangkaian Peringatan Hari Nusantara yang berkaitan dengan bidang kelautan. Kegiatan-kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membangkitkan wawasan dan budaya bahari, mengembangkan keterpaduan pembangunan bahari, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, melakukan bhakti sosial dan layanan masyarakat serta meningkatkan dan menguatkan peranan SDM kelautan Indonesia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com