Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menghirup Kopi Luwak di Pulau Cinta

Kompas.com - 18/08/2014, 11:41 WIB
PERKEMBANGAN agrowisata di Bali semakin diminati oleh wisatawan dalam dan luar negeri. Kegiatan ini sangat jelas dilihat dari banyaknya wisatawan yang menyukai area holtikultura. Keuntungan mengunjungi agrowisata tidak hanya menikmati udara segar namun juga memberikan ketenangan batin. Jenis tanaman yang sering tersedia di obyek wisata ini merupakan kebutuhan hidup sehari-hari seperti kopi, buah-buahan, sayuran dan aneka jenis bunga.

Salah satu tempat yang keberadaannya menonjolkan produk kopi sebagai salah satu kebutuhan manusia adalah Yoga Coffee and Luwak Garden yang berlokasi tidak jauh dari obyek wisata Taman Ayun, satu kilometer ke arah utara di jalan yang terhubung dengan obyek wisata Bedugul, tepatnya di desa Denkayu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

EKA JUNI ARTAWAN Suasana di dalam kebun Yoga Coffe and Luwak Garden di Mengwi, Bali. Bentuk bangunan sederhana, menyelaraskan suasana tenang ditengah perkebunan yang asri.
Sesuai namanya, tempat ini bisa menjadi lokasi yang tepat untuk melengkapi informasi anda tentang proses pembuatan kopi luwak itu sendiri.

Ketut Pramana, selaku pengelola Yoga Coffee and Luwak Garden, menjelaskan bahwa kopi luwak adalah kopi yang proses pembuatannya paling unik, serta memiliki cita rasa spesial yang tidak dapat disandingi dengan kopi lainnya di dunia. Kopi jenis ini hanya bisa ditemui di daerah Sumatera, Jawa, dan Bali.

EKA JUNI ARTAWAN Wisatawan asing tengah melihat secara dekat bintang luwak yang dipelihara di dalam kebun di Yoga Coffee and Luwak Garden di Mengwi, Bali.
Selain unik, proses fermentasi biji kopi terjadi di dalam perut luwak itu sendiri sebelum biji kopi siap disangrai. Proses ini bisa terjadi 4 jam lamanya di dalam perut luwak melalui proses pembersihan dalam perut.

Pengetahuan ini sangat penting untuk menjauhi anggapan bahwa kopi luwak berasal dari kotoran hewan. "Di tempat kami, saya yakinkan bahwa wisatawan mendapatkan informasi atau pengetahuan tentang produk kopi yang kami jual," jelas Ketut Pramana yang akrab dipanggil Gogonk.

EKA JUNI ARTAWAN Pengunjung bisa mencicipi berbagai jenis kopi, teh, dan coklat yang dusguhkan dalam cangkir kecil secara cuma–cuma di Yoga Coffee and Luwak Garden di Mengwi, Bali.
Di Yoga Coffe and Luwak Garden, wisatawan diberikan penjelasan tentang produk kopi secara gamblang. Pegawai, yang seluruhnya merupakan kaum perempuan telah dibekali pengetahuan dalam memberikan informasi serta sikap dalam pergaulan internasional yang berpegang pada kearifan lokal yang ada di Bali.

"Aktifitas wisatawan di sini, selain bisa melihat kebun yang asri tumbuh di atas lahan seluas setengah hektar juga bisa menikmati pemandangan sawah yang ada di sekelilingnya sambil mencicipi berbagai jenis teh dan kopi dalam sebuah kegiatan Teaster," tutur Pramana.

Teh, kopi, dan coklat yang disuguhkan kepada wisatawan adalah cuma–cuma tanpa dipungut biaya. Terkecuali kopi luwak yang punya harga khusus agar bisa mencobanya. Tester ini akan  disuguhkan dalam gelas kecil yang meliputi Bali Coffee, Ginseng Coffee, Coconut Coffee, Vanilla Coffee, Mocca Coffee, Mangosteen Peel, Lemon Grass Tea, Ginger Tea, Red Ginger Tea, Saffron Tea, dan Bali Pure Cocoa.

EKA JUNI ARTAWAN Produk kopi luwak buat oleh–oleh di Yoga Coffee and Luwak Garden di Mengwi, Bali. Berat tiap kemasannya mulai dari 100 gram sampai 200 gram.
Produk kopi dalam kemasan juga dapat dibeli yang terpajang dalam rak toko di dalam kebun. "Sambil menikmati kopi, wisatawan juga bisa melihat sunset dan melihat keseharian petani mengolah sawah layaknya hidup di desa," tambah Ketut Pramana.

Yoga Coffee dan Luwak Garden buka mulai pukul 9 pagi sampai pukul 6 sore. Wisatawan sama sekali tidak dikenakan tarif untuk menikmati suguhan alam sembari menyeruput kopi dengan harga spesial. (EKA JUNI ARTAWAN)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Jalan Jalan
Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Travel Update
Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Jalan Jalan
Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Travel Update
The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

Jalan Jalan
Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Travel Tips
Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Travel Update
Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Travel Update
13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

Travel Update
Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja 'Overtime' Sopir Bus Pariwisata

Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja "Overtime" Sopir Bus Pariwisata

Travel Update
Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

BrandzView
Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Travel Update
Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Travel Update
ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com