Kompas.com - 18/08/2014, 13:18 WIB
Masyarakat Nias mempersembahkan sebuah tarian tradisional pada puncak acara kegiatan 'Bawomataluo 2011' yaitu Pagelaran Atraksi Budaya dan Pameran Promosi Hasil Kerajinan masyarakat Nias di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan, Sumut, Minggu (15/5/2010). Pagelaran kebudayaan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, tersebut disambut antusiasme wisatawan lokal dan mancanegara. TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJIMasyarakat Nias mempersembahkan sebuah tarian tradisional pada puncak acara kegiatan 'Bawomataluo 2011' yaitu Pagelaran Atraksi Budaya dan Pameran Promosi Hasil Kerajinan masyarakat Nias di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan, Sumut, Minggu (15/5/2010). Pagelaran kebudayaan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, tersebut disambut antusiasme wisatawan lokal dan mancanegara.
EditorI Made Asdhiana
RAYA, KOMPAS.com - Kawasan Danau Toba dan Pulau Nias di Provinsi Sumatera Utara masuk dalam jajaran pariwisata unggulan di Indonesia. "Kementerian Pariwisata menetapkan 88 daerah, Danau Toba dan Nias masuk dalam daftar," kata Ketua Forum Lake Toba Regional Management (LTRM) Mangindar Simbolon, di Raya, Minggu (17/8/2014).

Mangindar menyampaikan Danau Toba masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional  sesuai PP Nomor 50 tahun 2011 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

"Sayangnya dalam 15 tahun terakhir, Danau Toba dikelola oleh orang-orang yang tidak tepat sehingga manajemennya jelek dan berdampak pada menurunnya kunjungan wisatawan," papar Mangindar.

Kondisi ini diperparah dengan ketidakpedulian sejumlah kepala daerah untuk bersinergi mengembangkan pariwisata kawasan ini. "Ada 11 kabupaten kota yang masuk dalam keberadaan kawasan Danau Toba, termasuk Pematangsiantar, Tanjungbalai dan Pakpak Bharat," katanya.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Danau Toba terlihat dari Pulau Samosir, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (23/7/2011). Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia. Danau hasil volcano tektonik terbesar di dunia, dengan panjang danau 87 kilometer dan lebar 27 kilometer, terbentuk dari letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) yang terjadi sekitar 75 ribu tahun lalu.
Padahal, lanjut Mangindar, kawasan Danau Toba memiliki potensi energi seperti panas bumi dan pariwisata didukung budaya yang tidak ditemukan di daerah lain.

Mangindar optimistis kawasan ini masih bisa maju dan berkembang dengan menjalin keterpaduan antarlintas daerah seperti sarana transportasi. "Dan pengelola serta pejabat mau keluar dari tugas rutin sehari-hari untuk memberikan dedikasi pemikiran dan tenaga pada upaya pengembangan ini," tambah Mangindar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Travel Update
Okupansi Hotel di Aceh untuk Libur Nataru Baru 40 Persen

Okupansi Hotel di Aceh untuk Libur Nataru Baru 40 Persen

Travel Update
Libur Nataru, Wisata Gunung Pandan di Aceh Tamiang Tutup

Libur Nataru, Wisata Gunung Pandan di Aceh Tamiang Tutup

Travel Update
10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

Jalan Jalan
Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Travel Update
Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Travel Update
Pihak TNBTS Tegaskan Tak Ada Pendaki Saat Gunung Semeru Erupsi

Pihak TNBTS Tegaskan Tak Ada Pendaki Saat Gunung Semeru Erupsi

Travel Update
Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Bandara Malang

Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Bandara Malang

Travel Update
Bandara Banyuwangi Masih Layani Penerbangan, Meski Gunung Semeru Meletus

Bandara Banyuwangi Masih Layani Penerbangan, Meski Gunung Semeru Meletus

Travel Update
2,92 Juta Orang Lakukan Penerbangan Domestik pada OKtober 2021

2,92 Juta Orang Lakukan Penerbangan Domestik pada OKtober 2021

Travel Update
Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Travel Update
Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Travel Update
Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Travel Update
6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

Jalan Jalan
4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.