Kompas.com - 20/08/2014, 12:57 WIB
Kawasan Kota Lama masih meninggalkan jejak keindahan bangunan masa lalu di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/6/2014). Kemegahan Kota Lama yang dulu metropolis meredup seiring hancurnya bangunan-bangunan karena tak terawat setelah ditinggalkan pemiliknya. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAKawasan Kota Lama masih meninggalkan jejak keindahan bangunan masa lalu di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/6/2014). Kemegahan Kota Lama yang dulu metropolis meredup seiring hancurnya bangunan-bangunan karena tak terawat setelah ditinggalkan pemiliknya.
|
EditorI Made Asdhiana
SEMARANG, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Semarang, Jawa Terngah, menyatakan keseriusannya untuk mengelola kawasan Kota Lama sebagai bagian dari kawasan wisata heritage. Pemkot berencana membeli salah satu gedung tua di Kota lama untuk diuji coba menjadi projek percontohan.

“Ya, kita mau membeli satu atau dua gedung sesuai anggaran. Kami ingin mencoba merenovasi gedung tua untuk contoh bagaimana mengelola gedung agar jadi heritage yang baik,” ujar Sekretaris Daerah Kota Semarang, Adi Tri Hananto, di Semarang beberapa waktu lalu.

Menurut Adi, rencana pembelian gedung itu akan menggunakan dana pada alokasi anggaran perubahan. Pembelian gedung akan dilakukan secara bertahap, dan akan dimasukkan dalam aset Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) terlebih dulu. “Kami akan lakukan secara bertahap dulu. Pertama, beli aset dulu kemudian dimasukkan dalam daftar aset milik pemda. Baru merenovasi gedung dan beberapa sarana pendukungnya,” paparnya.

Kota Lama di Kota Semarang sendiri saat ini dalam dibiarkan mangkrak. Beberapa bangunan di Kota Lama terlihat sudah tidak terawat dan struktur bangunan sudah ditumbuhi pohon. Kawasan ini juga kerap terkena limpahan air rob. Sehingga, di beberapa bagian jalan kerap terendam air, dan banyak yang mengalami kerusakan.

Untuk mengantisipasi hal ini, Pemkot mengaku sudah menyiapkan rencana untuk menahan laju rob tersebut. Bahkan, nantinya setelah Kota Lama diperbaiki, ada bantuan dari Pemerintah Pusat. “Prinsipnya, APBD kita tidak masuk, kecuali pada infrastuktur. Nantinya, setelah perbaikan dimulai, kami tetap meminta bangunan yang ada tetap apa adanya, tapi didukung fasilitas teknologi yang mendukung,” paparnya.

Lima Investor Lokal

Pemkot Semarang berharap agar Kota Lama tidak saja menjadi kawasan tua bersejarah tapi bisa menjadi destinasi wisata seperti yang ada di beberapa tempat wisata di luar negeri. Untuk itulah, Pemkot masih berusaha menggandeng beberapa investor untuk menjajaki kemungkinan membangun bersama-sama membangun kota Lama.

Menurut Sekda, pernah ada lima investor lokal yang tertarik untuk belajar mengelola bangunan kuno, namun terkait konsep dan pembiayaan belum tercapai kata sepakat. “Kami ingin agar apa di bangunan kuno itu tetap terjaga. Kulinernya dipertahankan. Fisik bangunan kuno kami ingin tetap, tapi di dalamnya dirombak total, di samping gedung tua didesain bisa menggunakan lift, dan manajemen berbasis IT,” katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Desa Coumboscuro di Italia yang Ternyata Tidak Pakai Bahasa Italia

Desa Coumboscuro di Italia yang Ternyata Tidak Pakai Bahasa Italia

Jalan Jalan
Tempat Bernuansa China yang Pas Dikunjungi Saat Imlek

Tempat Bernuansa China yang Pas Dikunjungi Saat Imlek

Jalan Jalan
Filipina Akan Cabut Larangan Masuk Turis Asing Mulai 10 Februari

Filipina Akan Cabut Larangan Masuk Turis Asing Mulai 10 Februari

Travel Update
Indonesia Masuk Daftar Negara Hijau Qatar, Bisa Bebas Karantina

Indonesia Masuk Daftar Negara Hijau Qatar, Bisa Bebas Karantina

Travel Update
7 Tempat Wisata Sekitar Puncak Argapura Ketep Pass Magelang

7 Tempat Wisata Sekitar Puncak Argapura Ketep Pass Magelang

Jalan Jalan
Wings Air Buka Rute Pontianak-Palangkaraya PP, Tiket Mulai Rp 902.000

Wings Air Buka Rute Pontianak-Palangkaraya PP, Tiket Mulai Rp 902.000

Travel Update
Desa Tlilir Jawa Tengah Adakan Lomba Domba Berhadiah hingga Rp 10 Juta

Desa Tlilir Jawa Tengah Adakan Lomba Domba Berhadiah hingga Rp 10 Juta

Jalan Jalan
Hong Kong Kurangi Masa Karantina Jadi 14 Hari Mulai 5 Februari

Hong Kong Kurangi Masa Karantina Jadi 14 Hari Mulai 5 Februari

Travel Update
Nginap di 5 Kamar Hotel Jakarta Ini Serasa Staycation di Singapura

Nginap di 5 Kamar Hotel Jakarta Ini Serasa Staycation di Singapura

Jalan Jalan
Stasiun Pasar Senen dan Gambir Jakarta Kini Punya Hutan Mini Instagramable

Stasiun Pasar Senen dan Gambir Jakarta Kini Punya Hutan Mini Instagramable

Travel Update
Homestay di Labuan Bajo Fokus Tingkatkan Kualitas Jelang G20

Homestay di Labuan Bajo Fokus Tingkatkan Kualitas Jelang G20

Travel Update
Blue Pass untuk Turis Travel Bubble Bisa Lacak Kontak Erat Covid-19

Blue Pass untuk Turis Travel Bubble Bisa Lacak Kontak Erat Covid-19

Travel Update
Artotel Thamrin-Jakarta Tawarkan Sensasi Staycation Bertema Singapura

Artotel Thamrin-Jakarta Tawarkan Sensasi Staycation Bertema Singapura

Travel Update
Hari Kelima Travel Bubble Singapura-Indonesia, Turis Asing Masih Sepi

Hari Kelima Travel Bubble Singapura-Indonesia, Turis Asing Masih Sepi

Travel Update
Studio Ghibli akan Buka Ghibli Park di Jepang pada November 2022

Studio Ghibli akan Buka Ghibli Park di Jepang pada November 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.