Kompas.com - 22/08/2014, 18:19 WIB
Gantungan kunci menara Eiffel di sebuah toko suvenir di Paris, Perancis. Anastasia Petrova / Shutterstock.com Gantungan kunci menara Eiffel di sebuah toko suvenir di Paris, Perancis.
Penulis Michael
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
KOMPAS.com - Membeli oleh-oleh seakan kegiatan wajib saat melakukan wisata. Namun tidak semua orang mahir dalam hal ini. Seringkali kegiatan membeli oleh-oleh yang seharusnya hal menyenangkan sebagai pengalaman berwisata, malah seakan menjadi kewajiban yang merepotkan.

Seperti dikutip dari data yang dipaparkan CNN Travel, pada tahun 2013, wisatawan dunia menghabiskan total 2,3 milyar dolar AS (sekitar Rp 26,8 triliun ) pada oleh-oleh yang seringnya berujung dengan tak dihiraukan, tidak dipakai, tidak dihargai, tidak disukai, atau dijejalkan di bawah lemari dan tidak pernah dilihat lagi.

Lebih parahnya, pelancong menghabiskan 427 juta jam mencemaskan pembelian barang-barang kecil yang tidak berguna. Ada cara cerdik untuk meningkatkan kualitas pembelian oleh-oleh. Berikut kiatnya.

1. Jangan pernah membeli barang di bandara.
2. Jangan membeli boneka atau mainan yang bisa ditiup untuk orang yang usianya di atas tiga tahun.
3. Jangan memberi koin negara yang Anda kunjungi untuk dikoleksi. Apalagi koin ini sebenarnya sisa uang Anda. Hal ini hanya akan menunjukkan betapa pemalasnya Anda.
4. Jangan membeli baju atau topi olah raga yang bertuliskan nama pemain atau klub tertentu. Kecuali jika penerimanya memang penggemar fanatiknya.
5. Jangan membeli minuman beralkohol produksi lokal yang eksotis. Minuman itu bisa saja Anda nikmati di negara yang Anda kunjungi, tetapi belum tentu bisa diminum di tempat lain.
6. Jangan membeli miniatur menara-menara terkenal seperti Eiffel yang akhirnya akan dipajang, tetapi di bagian bawah lemari.
7. Jangan beli gantungan kunci, gelas atau piring.
8. Jangan membeli garam batu, garam hitam, garam laut atau garam dengan aneka rasa.
9. Jangan bawakan botol yang diisi dengan kerang-kerangan, pasir, atau bebatuan.
10. Jangan membeli barang yang perlu disiram, diberi sinar, atau dibekukan. Atau benda apapun dengan informasi cara penggunaan yang berlebihan.
11. Jangan ada barang “I Heart ...” walaupun jika memang Anda menyukai negara tersebut.
12. Jangan membeli buku. Walau itu buku bagus, belum tentu orang yang Anda berikan mempunyai waktu untuk membacanya.
13. Jangan membeli pakaian tradisional untuk penerima yang tidak gemar hal-hal etnik.
14. Jangan membeli barang yang kemungkinan Anda sendiri tidak akan bangga memajangnya di rumah.
15. Jangan membeli rangkaian kalung bunga yang terbuat dari plastik, betapapun indahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber CNN Travel
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beli Tiket Kereta Api Jarak Jauh Wajib Pakai NIK Mulai 26 Oktober 2021

Beli Tiket Kereta Api Jarak Jauh Wajib Pakai NIK Mulai 26 Oktober 2021

Travel Update
Mau Wisata Sejarah Sambil Menikmati Alam Bawah Laut? Coba Diving Bernuansa Perang Dunia II di Morotai

Mau Wisata Sejarah Sambil Menikmati Alam Bawah Laut? Coba Diving Bernuansa Perang Dunia II di Morotai

BrandzView
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat jika Ada Diskresi dari Satgas Covid-19

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat jika Ada Diskresi dari Satgas Covid-19

Travel Update
Panduan Berwisata ke Pos Bloc Jakarta, Jangan Datang Sore

Panduan Berwisata ke Pos Bloc Jakarta, Jangan Datang Sore

Travel Tips
Yogyakarta PPKM Level 2, Taman Pintar Mulai Dikunjungi Wisatawan

Yogyakarta PPKM Level 2, Taman Pintar Mulai Dikunjungi Wisatawan

Travel Update
5 Aktivitas Wisata di Pos Bloc Jakarta, Santai di Bean Bag sampai Foto-foto

5 Aktivitas Wisata di Pos Bloc Jakarta, Santai di Bean Bag sampai Foto-foto

Jalan Jalan
Wisata ke Pos Bloc Jakarta, Ada Apa Saja?

Wisata ke Pos Bloc Jakarta, Ada Apa Saja?

Jalan Jalan
3 Tempat Wisata Sekitar Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Ada Gunung Kelir

3 Tempat Wisata Sekitar Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Ada Gunung Kelir

Jalan Jalan
Rute Tercepat ke Kitagawa Pesona Bali, Kampung Bali di Wonogiri

Rute Tercepat ke Kitagawa Pesona Bali, Kampung Bali di Wonogiri

Travel Tips
Wisata Gunungkidul Resmi Dibuka

Wisata Gunungkidul Resmi Dibuka

Travel Update
3 Aktivitas di Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Lihat Pertunjukan Budaya

3 Aktivitas di Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Lihat Pertunjukan Budaya

Jalan Jalan
Artotel Group Raih Pendanaan Seri B, Targetkan Lebih dari 50 Properti di 2023

Artotel Group Raih Pendanaan Seri B, Targetkan Lebih dari 50 Properti di 2023

Travel Update
Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Jalan Jalan
Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Travel Update
Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.