Kompas.com - 23/08/2014, 19:16 WIB
Suasana penggalian di situs manusia purba di Loyang (Goa) Ujung Karang, Takengon, Aceh Tengah, Senin (14/7/2014). Manusia purba tersebut dari ras Mongoloid dengan budaya Austronesia, berusia 4.000-5.000 tahun, dan diyakini sebagai manusia purba ras Mongoloid tertua yang ditemukan di Indonesia. KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAHSuasana penggalian di situs manusia purba di Loyang (Goa) Ujung Karang, Takengon, Aceh Tengah, Senin (14/7/2014). Manusia purba tersebut dari ras Mongoloid dengan budaya Austronesia, berusia 4.000-5.000 tahun, dan diyakini sebagai manusia purba ras Mongoloid tertua yang ditemukan di Indonesia.
EditorI Made Asdhiana

Pembuatan tembikar ini menunjukkan manusia prasejarah di Takengon sudah memanfaatkan secara optimal lingkungan di sekitarnya. Mereka juga memahami fungsi setiap benda yang dibuatnya. ”Mereka juga membuat benda dengan ketelitian yang tergolong sangat baik di zamannya,” kata Ketut. Peradaban Autronesia dari Takengon ini tidak berhenti di zamannya. Peradaban itu terus dibawa hingga sekarang.

Mulai terlupakan

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah Amir Hamzah menuturkan, hasil penelitian di situs prasejarah Loyang Mendale dan Loyang Ujung Karang membuka cakrawala ilmu pengetahuan bagi masyarakat Aceh Tengah. ”Muncul kebanggaan dalam diri kami, peradaban kami telah maju dan berkembang sejak dahulu,” tuturnya.

Namun, ujar Amir, ada keprihatinan yang muncul di masyarakat. Banyak kearifan lokal yang dibawa dari peradaban masa lalu yang mulai terlupakan saat ini. ”Anak muda zaman sekarang banyak terlena dengan budaya asing, terutama yang kebarat-baratan,” ujarnya.

Salah satu contoh adalah sudah jarang terlihat perajin tembikar bercorak horizontal-vertikal di Aceh Tengah. Tembikar sudah berganti dengan tembikar impor dari Tiongkok. ”Padahal, tembikar itu melambangkan kesakralan budaya nenek moyang orang Gayo,” kata Amir.

Hasil kebudayaan masa lalu lain yang juga rawan yakni tak banyak lagi rumah adat Gayo yang disebut Umah Edet Pitu Tujuh Ruang (Rumah Adat Pintu Tujuh Ruang) di dataran tinggi Gayo. Rumah itu sudah berganti dengan rumah modern berbahan beton.

Padahal, rumah adat Gayo mengandung kearifan lokal, yakni berteknologi anti gempa. Rumah seperti itu sangat aman di dataran tinggi Gayo. (Adrian Fajriansyah)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wings Air Buka Rute Pontianak-Palangkaraya PP, Tiket Mulai Rp 902.000

Wings Air Buka Rute Pontianak-Palangkaraya PP, Tiket Mulai Rp 902.000

Travel Update
Desa Tlilir Jawa Tengah Adakan Lomba Domba Berhadiah hingga Rp 10 Juta

Desa Tlilir Jawa Tengah Adakan Lomba Domba Berhadiah hingga Rp 10 Juta

Jalan Jalan
Hong Kong Kurangi Masa Karantina Jadi 14 Hari Mulai 5 Februari

Hong Kong Kurangi Masa Karantina Jadi 14 Hari Mulai 5 Februari

Travel Update
Nginap di 5 Kamar Hotel Jakarta Ini Serasa Staycation di Singapura

Nginap di 5 Kamar Hotel Jakarta Ini Serasa Staycation di Singapura

Jalan Jalan
Stasiun Pasar Senen dan Gambir Jakarta Kini Punya Hutan Mini Instagramable

Stasiun Pasar Senen dan Gambir Jakarta Kini Punya Hutan Mini Instagramable

Travel Update
Homestay di Labuan Bajo Fokus Tingkatkan Kualitas Jelang G20

Homestay di Labuan Bajo Fokus Tingkatkan Kualitas Jelang G20

Travel Update
Blue Pass untuk Turis Travel Bubble Bisa Lacak Kontak Erat Covid-19

Blue Pass untuk Turis Travel Bubble Bisa Lacak Kontak Erat Covid-19

Travel Update
Artotel Thamrin-Jakarta Tawarkan Sensasi Staycation Bertema Singapura

Artotel Thamrin-Jakarta Tawarkan Sensasi Staycation Bertema Singapura

Travel Update
Hari Kelima Travel Bubble Singapura-Indonesia, Turis Asing Masih Sepi

Hari Kelima Travel Bubble Singapura-Indonesia, Turis Asing Masih Sepi

Travel Update
Studio Ghibli akan Buka Ghibli Park di Jepang pada November 2022

Studio Ghibli akan Buka Ghibli Park di Jepang pada November 2022

Travel Update
Jangan Lakukan 3 Kesalahan Umum Ini Saat Bikin Paspor via M-Paspor

Jangan Lakukan 3 Kesalahan Umum Ini Saat Bikin Paspor via M-Paspor

Travel Tips
8 Pecinan di Indonesia yang Penuh Sejarah

8 Pecinan di Indonesia yang Penuh Sejarah

Jalan Jalan
Cara Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi Setelah Daftar via M-Paspor

Cara Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi Setelah Daftar via M-Paspor

Travel Tips
Turis Asing Boleh Masuk Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Tanpa Booster Vaksin

Turis Asing Boleh Masuk Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Tanpa Booster Vaksin

Travel Update
Autograph Tower, Gedung Tertinggi di Indonesia yang Hampir Rampung

Autograph Tower, Gedung Tertinggi di Indonesia yang Hampir Rampung

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.