Kompas.com - 24/08/2014, 09:06 WIB
Jalan Malioboro, Yogyakarta. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOJalan Malioboro, Yogyakarta.
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS — Kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, kian dipadati hotel. Tahun ini Pemerintah Kota Yogyakarta menerbitkan belasan izin pembangunan hotel baru di dua kecamatan yang mengapit kawasan itu, yakni Gedongtengen dan Danurejan. Padahal, di dua kecamatan itu sudah ada 157 hotel.

Kondisi itu dikhawatirkan berdampak buruk pada kenyamanan Malioboro, baik sebagai ruang hunian maupun tempat wisata. ”Saya khawatir daya dukung lingkungan di kawasan Malioboro dan sekitarnya tak lagi kuat menampung hotel yang terus bertambah,” kata Wakil Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia DIY Herman Tony, Jumat (22/8/2014), di Yogyakarta.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik DIY, sampai awal 2013, Yogyakarta memiliki 401 hotel, terdiri dari 39 hotel berbintang dan 362 hotel nonbintang. Dari 14 kecamatan di Yogyakarta, Gedongtengen tercatat memiliki hotel terbanyak, yakni 135 unit yang terdiri dari 9 hotel berbintang dan 126 hotel nonbintang. Adapun Danurejan memiliki 22 hotel, terdiri dari 3 hotel berbintang dan 19 hotel nonbintang.

Jumlah itu terus bertambah karena Pemkot Yogyakarta menerima 104 permohonan izin mendirikan bangunan hotel baru tahun lalu. Sampai pertengahan Agustus 2014, sudah ada 71 IMB hotel baru yang terbit. Delapan belas hotel baru itu berlokasi di Gedongtengen, sementara di Danurejan terdapat dua hotel baru.

Tempat favorit

Herman menyatakan, Gedongtengen dan Danurejan menjadi tempat favorit investor untuk membangun hotel. Sebab, dua kecamatan itu dekat dengan sejumlah obyek wisata utama di Yogyakarta, misalnya kawasan Malioboro, Keraton Yogyakarta, alun-alun, dan lain sebagainya. Karena dekat dengan obyek wisata, tingkat okupansi hotel di sekitar Malioboro hampir selalu lebih tinggi dibandingkan dengan hotel di wilayah lain.

”Hotel-hotel di kawasan Malioboro itu sering disebut berada di ring satu karena selalu menjadi tujuan utama wisatawan. Saat liburan panjang, okupansi hotel- hotel itu bisa mencapai 100 persen,” tutur Herman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pemandu wisata (berbaju batik) mengantarkan wisatawan asing berkeliling Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (31/1/2011).
Namun, dia menambahkan, banyaknya hotel di kawasan Malioboro juga memiliki dampak negatif. Bagi pelaku usaha perhotelan, banyaknya hotel membuat persaingan usaha kian sengit sehingga perang tarif pun tak terhindarkan.

”Namun, yang lebih penting adalah soal kenyamanan Malioboro bagi wisatawan dan warga. Kini Malioboro kian macet karena sejumlah hotel tak memiliki tempat parkir memadai sehingga kendaraan milik tamu harus diparkir di badan jalan,” katanya.

Herman menegaskan, jika kondisi itu terus berlanjut, citra pariwisata Yogyakarta berpotensi memburuk sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung bisa menurun. Karena itu, ia meminta perizinan IMB hotel baru di sekitar Malioboro diperketat.

Kepala Dinas Perizinan Kota Yogyakarta Heri Karyawan memastikan semua pemberian IMB hotel baru sudah sesuai dengan ketentuan, termasuk mempertimbangkan kondisi tata ruang di tiap kecamatan. ”Setiap penerbitan IMB sudah diawali dengan berbagai kajian, termasuk masalah lingkungan dan kondisi lalu lintas,” kata Heri. (HRS)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.