Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/08/2014, 16:30 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Berbicara soal wisata kuliner Jepang, dosa rasanya bila tidak membahas soal sushi. Salah satu tempat makan sushi yang selalu ramai adalah sushi-ya di kawasan Tebet Raya, Jakarta Selatan. Kalau tak sengaja lewat di depan outlet-nya, rasanya jarang melihat lahan parkir di sini lengang alias sepi kendaraan.

“Sampai saat ini, outlet kami bisa dikategorikan ramai terus, apalagi kalau akhir pekan,” ujar Head of Marketing Communication sushi-ya, Budi Susilo ditemui di outlet sushi-ya Tebet Raya, Sabtu (23/8/2014).

Sore itu, pengunjung yang kebanyakan anak muda terus datang. Ruangan terbagi dua, smoking area dan non-smoking area. Meja-meja di dua area tersebut tak berhenti didatangi pengunjung, bahkan tak jarang mereka rela antre menunggu ada meja kosong. Mungkin karena itu lah, mereka yang makan di sini terlihat tahu diri, tak perlu berlama-lama. Setelah sushi habis, mereka cepat beranjak agar pengunjung yang lain kebagian tempat. “Kebanyakan memang anak muda, ya bisa dilihat sendiri, mungkin karena harganya yang masih bisa dijangkau,” tambah Budi.

Saat itu Budi sempat bercerita soal perjalanan sushi-ya. Menurut Budi, sushi-ya merupakan nama yang berarti kedai sushi. “Kenapa kedai? Karena pertama kali dibuat memang bentuknya kedai, tempatnya sempit. Seiring perkembangannya, sushi-ya ternyata diminati banyak orang, banyak orang antre dan tak tertampung di kedai. Akhirnya kita buat yang lebih besar. Saat ini ada tiga outlet. Di sini (Tebet Raya), TIS Square dan Gandaria City,” tuturnya.

Satu hal yang dijaga agar tetap konsisten oleh sushi-ya, yaitu harga yang terjangkau. “Kita konsisten sama harga, tenang saja. Nggak terlalu mahal untuk kantong anak muda,” katanya.

Hal tersebut didasari akan visi sushi-ya yang ingin mengenalkan sushi pada semua kalangan. “Kalau dahulu makan sushi di Indonesia kan harus banget ke restoran, padahal ini makanan rumahan, makanan sehari-hari, apalagi isinya bisa divariasi. Kita bisa buat harga jadi lebih terjangkau” tambahnya.

Dalam buku menu, kisaran harga sushi di sini memang bervariasi. Mulai dari Rp 7.000 hingga kisaran Rp 50.000. “Kalau mereka (pengunjung) datang dalam jumlah banyak, biasanya pilih menu party-platter yang sebenarnya untuk pesta tetapi bisa jadi terjangkau kalau mereka patungan,” ujar Budi. Ada dua menu party-platter, harganya Rp 180.000 dan Rp 210.000. Dalam menu ini terdapat enam jenis menu sushi yang tiap jenisnya terdapat 8 isi sushi.

KOMPAS.COM/SRI NOVIYANTI Dragon Roll di Sushi-ya, yaitu sushi yang dalam penyajiannya dibentuk seperti naga yang melingkar.
Untuk menu favorit, Budi menyebutkan beberapa menu fussion-sushi. Satu di antaranya, angry roll yaitu uncooked-sushi dengan cita rasa pedas. “Banyak yang ‘tertipu’ dengan angry roll. Kadang pengunjung suka tak sadar kalau isinya ini salmon mentah, mungkin karena diberi tambahan keju dan mayonaise pedas di atasnya. Tapi karena itu mereka jadi suka, bahkan banyak yang jadi coba sashimi juga akhirnya,” jelasnya.

Salah satu menu yang unik, di sini terdapat menu Dragon Roll yaitu sushi yang dalam penyajiannya dibentuk seperti naga yang melingkar. Dragon roll merupakan fussion-sushi dengan kepiting goreng tepung lalu pada bagian atas terdapat daging belut, alpukat dan mayonaise. Bila dibentuk naga seperti ini, daging belut dan alpukat akan menyempurnakan bentukan seperti badan naga.

Selain sushi sebagai sajian andalan, sebenarnya ada banyak yang ditawarkan di tempat ini. Mereka juga sediakan salad, udon, shabu-shabu dan juga bento.

Menariknya, pada waktu-waktu tertentu, sushi-ya menawarkan diskon. "Kadang kita beri diskon, biasanya mereka yang membawa kartu pelajar dapat diskon 10 persen. Atau bulan ulang tahun kita yaitu Mei juga kita kasih diskon. Bahkan tiap tanggal 9 tiap bulannya juga ada diskon bisa berupa potongan harga sampai beli satu gratis satu," tutup Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+