Kompas.com - 27/08/2014, 11:46 WIB
Warga menyelesaikan tenunan kain tradisional ulos di Desa Lumban Suhi-suhi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (23/7/2011). Satu lembar kain ulos mereka selesaikan dalam satu minggu lamanya. Warga atas kemauan sendiri bisa turut menenun di tempat ini untuk berwirausaha selain berprofesi sebagai bertani. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATWarga menyelesaikan tenunan kain tradisional ulos di Desa Lumban Suhi-suhi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (23/7/2011). Satu lembar kain ulos mereka selesaikan dalam satu minggu lamanya. Warga atas kemauan sendiri bisa turut menenun di tempat ini untuk berwirausaha selain berprofesi sebagai bertani.
EditorI Made Asdhiana
TOMOK, KOMPAS.com - Wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke obyek wisata Tomok, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, selalu ramai memburu berbagai suvenir bernuansa Batak, karena keunikan dan kualitasnya tidak kalah bersaing dengan produk luar daerah lain.

"Berbagai asksesoris dan hasil kerajinan tangan berhiaskan ornamen Batak sangat diminati dan selalu diburu oleh para wisatawan untuk dijadikan sebagai buah tangan," kata Sidabutar, pedagang suvenir di Tomok, Rabu (27/8/2014).

Suvenir berhiaskan gorga (lukisan Batak) itu, menurut Sidabutar, memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri karena seni ukir tradisional ini menyimpan rahasia keterampilan dalam proses pembuatannya dan dipadukan dengan unsur budaya.

Menurut Sidabutar, suvenir menjadi salah satu peluang bisnis yang memiliki prospek menjanjikan di Kabupaten Samosir, sebab selalu dicari pengunjung sebagai cenderamata.

Peluang itu dimanfaatkannya dengan menjual beragam kreatifitas aksesoris berbahan baku sederhana, seperti tas, kalung, gelang, gantungan kunci dan miniatur rumah batak yang umumnya bermotif gorga dengan warna domoinan, merah, putih dan hitam.

BARRY KUSUMA Desa Suhi Suhi di Pulau Samosir, Sumatera Utara.
"Toko suvenir yang terkonsentrasi di sekitar Makam Raja Sidabutar Tomok, Kursi Batu Siallagan, dan sepanjang Jalan Lingkar Tuktuk Siadong ini dari dulu hingga sekarang selalu ramai diserbu konsumen," kata Sidabutar.

Hal senada dikemukakan pedagang suvenir lainnya, Boru Simbolon, yang mengaku penjualan mereka setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan.

Ia mengaku sejak generasi kakeknya, mereka sudah menggeluti usaha penjualan berbagai suvenir yang ditempatinya secara turun temurun.

"Harga suvenir ini sangat bervariasi. Ada yang dijual sekitar Rp 10 ribu dan ada yang harganya mencapai jutaan rupiah, tergantung jenis dan bahan bakunya," kata Boru Simbolon.

Yosie Fatimah, wisatawan lokal dari Tobasa mengaku sangat tertarik dengan berbagai suvenir yang bermotif gorga, karena menggambarkan tingginya nilai seni yang terkandung dalam proses pengerjaan hasil kreatifitas berbahan sederhana tersebut.

BARRY KUSUMA Penenun kain Ulos di Desa Suhi Suhi, Pulau Samosir, Sumatera Utara.
Menurut Yosie, sejumlah suvenir sengaja dibelinya untuk buah tangan dan sebagai kenang-kenangan dan pertanda dirinya pernah berkunjung ke kabupaten yang memiliki tagline "Samosir Negeri Indah Kepingan Surga" tersebut.

Hal senada dikemukakan Dinda Febrima, yang mengaku dirinya sengaja berburu suvenir ke Samosir dalam rangkaian kunjungan wisata bersama keluarga dari Bandung. "Saya sangat mengagumi berbagai suvenir berbahan baku sederhana yang dihasilkan para perajin daerah ini karena kualitasnya lumayan bagus dan tidak kalah dengan kreasi berbagai daerah yang ada di luar Samosir," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.