Seren Taun, Ritual Ratusan Tahun Silam

Kompas.com - 27/08/2014, 13:06 WIB
Warga adat Kasepuhan Ciptagelar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memanggul padi saat upacara seren taun, Minggu (24/8/2014). Seren taun adalah upacara adat untuk mensyukuri hasil panen padi selama satu tahun. KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMOWarga adat Kasepuhan Ciptagelar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memanggul padi saat upacara seren taun, Minggu (24/8/2014). Seren taun adalah upacara adat untuk mensyukuri hasil panen padi selama satu tahun.
|
EditorI Made Asdhiana

Mereka juga memercayai bahwa padi merupakan wujud seorang dewi yaitu Nyi Pohaci Sanghyang Asri. Jika mereka merawat padi dengan baik dari ditabur hingga dipanen, maka Nyi Pohaci Sanghyang akan memberi kesuburan atas hasil panen yang melimpah. Begitu pentingnya padi dalam konsep hidup masyarakat adat Kasepuhan, mereka pantangan membuang dan memperjualbelikan padi.

"Semua hasil panen padi dimanfaatkan untuk kebutuhan warga kasepuhan, tidak ada yang dijual. Meskipun hanya menanam padi sekali dalam setahun, alhamdulillah warga tidak pernah kekurangan beras. Di sini warga juga pantang membuang nasi. Akan sakit fisik jika membuang nasi," ujar Upar Suparman, warga Kasepuhan Ciptagelar.

Sebagai ritual terakhir dari prosesi Seren Taun adalah upacara Ngadiukeun, atau memasukkan pocong padi ke Leuit Si Jimat oleh Pimpinan Adat Kasepuhan Ciptagelar yaitu Abah Ugi Sugriana Rakasiwi. Kidung puji-pujian kepada Nyi Pohaci Sanghyang Asri dan iringan suara kecapi menambah sakral suasana di pelataran Leuit Si Jimat.

Usai pocong padi pertama dimasukkan ke Leuit Si Jimat, warga mengikuti memasukkan padi ke leuit karuhun atau lumbung komunal milik Kasepuhan. "Mulanya Leuit Si Jimat digunakan untuk cadangan warga jika seandainya terjadi musim paceklik. Tapi saat ini warga tidak pernah mengambil dari Leuit Si Jimat, karena di setiap kampung di Kasepuhan terdapat lumbung komunal yang jumlahnya ratusan dan bisa dimanfaatkan warga," ujar Humas Kasepuhan, Yoyoyogasmana.

Dari hasil sensus dalam tiga hari yang biasa disebut Ponggokan saat ini terdapat 8.305 lumbung padi di seluruh Kasepuhan. Rata-rata tiap lumbung mampu menampung 500 hingga 1.000 pocong (ikat) padi.

KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMO Warga adat Kasepuhan Ciptagelar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat melewati lantayan (jemuran padi) saat upacara seren taun, Minggu (24/8/2014). Seren taun adalah upacara adat untuk mensyukuri hasil panen padi selama satu tahun.
Menurut Yoyoyogasmana, tahun ini hasil panen padi sedikitnya mencapai 850.106 pocong padi di seluruh Kasepuhan. "Dari data terakhir yang masuk, hasil panen dari Abah sendiri 8.095 pocong padi, sedangkan dari warga 842.011 pocong padi. Itu belum semuanya terdata. Jadi bisa lebih," ujarnya.

Yoyoyogasmana menambahkan bahwa panen tahun ini lain dari biasanya. Abah Ugi Sugriana Rakasiwi yang biasanya hanya membuat tiga hingga empat lumbung padi baru tiap tahun, kali ini membuat 11 lumbung baru untuk menampung panen padi. Upacara puncak Seren Tahun pun selesai setelah pocong padi masuk ke dalam Leuit Si Jimat.

Pengelolaan lahan dan hasil panen padi masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar menjadi bukti kearifan lokal untuk kemandirian dan ketahanan pangan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X