Kompas.com - 28/08/2014, 13:08 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Keelokan pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) terus tersingkap. Pemerintah setempat terus berusaha mengembangkan pariwisata NTT ke arah ekowisata. Seperti dituturkan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Alexander Sena, pariwisata NTT dikembangkan dengan konsep ekowisata yaitu keberlanjutan bagi alam maupun masyarakat.

"Nusa Tenggara Timur memiliki potensi budaya dan alam. Konsep ke depan untuk NTT adalah ecotourism (ekowisata)," tutur Alexander baru-baru ini di Jakarta, kepada Kompas Travel.

Ia menuturkan pariwisata yang berbasis masyarakat salah satu programnya adalah pengembangan desa wisata. Sejak tahun 2012, lanjutnya, pemerintah provinsi menganggarkan Rp 50 juta per desa untuk pengembangan desa wisata.

"Kami targetnya setiap tahun itu 50 desa. Program ini sejak 2012 sampai 2018," katanya.

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Wisatawan menikmati pesona Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (8/1/2012). Danau Kelimutu yang menawarkan keindahan alamnya masih menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Pulau Flores.
Desa yang disasar adalah desa yang memiliki kelompok-kelompok masyarakat yang bergerak di bidang wisata atau berpotensi wisata. Pengembangan yang diberikan berupa misalnya pelatihan sadar wisata bagi masyarakat desa wisata serta pelatihan bagi pemilik homestay.

Alexander juga menjelaskan pentingnya pelestarian alam NTT sebagai daya tarik pariwisata. Potensi alam untuk wisata yang dimiliki NTT, jelas Alex, mulai dari Pulau Komodo, Kelimutu, banyaknya titik penyelaman yang tersebar di NTT seperti di Riung (Ngada), Pulau Kepa di Alor, sampai Teluk Maumere di Maumere.

"Ini merupakan aset pariwisata bahari, karena NTT adalah kepulauan, banyak pulau besar dan kecil tersebar," tutur Alexander.

Tambahan lagi, lanjut Alexander, adalah potensi budaya. Di NTT banyak tradisi unik seperti penangkapan ikan paus di Lembata. Lalu suku-suku tradisional yang masih hidup sesuai tradisi nenek moyang seperti Wae Rebo di Manggarai. Ada pula tradisi Pasola di Sumba.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisman di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (12/5/2014).
Hanya saja, Alexander mengakui untuk infrastruktur perlu banyak pengembangan. Seperti akses penerbangan masih berupa rute domestik yang terkonsentrasi di Labuan Bajo dan Kupang. Demikian juga hotel berbintang masih terkonsentrasi di Kupang dan Labuan Bajo.

Untuk akomodasi, Alexander menganggap pentingnya pengembangan homestay di NTT. "Hampir semua kabupaten punya hotel, tinggal kelasnya saja. Kebanyakan hotel melati," tambah Alexander.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.