Kompas.com - 29/08/2014, 08:41 WIB
Hidangan Ikan Bakar KOMPAS/LASTI KURNIAHidangan Ikan Bakar
EditorI Made Asdhiana
MENYANTAP ikan bakar sambil menikmati sepotong sejarah sebuah kota. Cerita tentang hotel yang berlubang di tengah akibat serangan bom pada masa Perang Dunia II. Atau tentang pilot pertama pesawat tempur F-16.

Pandang mata menyapu gedung tiga lantai berwarna merah muda. Gedung berplang Hotel Siswa itu tampak mencolok di antara bangunan-bangunan lain di ruas Jalan Baso Daeng Patompo, Parepare, Sulawesi Selatan. Gedung itu pernah dibom pada saat Perang Dunia II. Hasan Lukman (63) alias Lo Giap San, pemilik Restoran Asia tempat kami makan siang, berbagi cerita masa kecilnya. Tempat makan yang berlokasi di tengah-tengah rute perjalanan antara Makassar dan Toraja ini adalah restoran pertama di Parepare yang berdiri tahun 1950.

Hotel Siswa, kata Hasan, dulunya toko onderdil Bang Hong Liong milik orang terkaya di Parepare yang dibangun tahun 1940-an. Toko itu kemudian terkena bom di bagian tengah bangunan dan menyisakan lubang. Jika hujan tiba, lubang itu berubah menjadi kolam. Hasan kecil kerap bermain-main bersama anak-anak lainnya di kolam itu sebelum gedung itu kemudian direnovasi lalu dijual pada tahun 1970-an dan berubah fungsi menjadi hotel. ”Bagian tampak depan masih asli seperti dulu,” kata Hasan.

Kami menikmati cerita masa lalu itu sembari menyantap kenyal daging ikan kerapu bakar. Rasa manis yang menandakan kadar kesegaran daging ikan mengiringi keterpukauan kami menyimak sekeping sejarah di pesisir barat Sulawesi.

Semula sajian utama restoran ini adalah makanan Tionghoa. Pada tahun 1970, Hasan menambah menu dengan ikan bakar. Ikan hanya diolesi minyak sayur setelah sebelumnya dicelup
sebentar di air garam sehingga disebut ikan bakar polos. Dengan begitu, yang terasa adalah manis tawar asli daging ikan segar. Jika pengunjung menginginkan, ikan bisa lebih dulu diberi perasan air jeruk. Ada berbagai macam ikan yang ditawarkan, seperti kerapu, kakap, titang, baronang, dan kueh.

KOMPAS/LASTI KURNIA Lesehan Jetpur di Wajo, Sulawesi Selatan.
Sebagai teman menyantap ikan adalah sambal kacang berwarna coklat kehitaman. Sambal yang kental ini dicampur dengan petis dan kecap manis sehingga rasa kacangnya tersamarkan. Rasa kacang baru terasa setelah kita menyerap habis sambal. Selain kecap, ulekan bawang putih menjadi rahasia rasa unik nan menggoda sambal kacang yang sekilas rupanya mirip sambal petis ini.

Oleh karena letaknya di tengah perjalanan dari Makassar ke Toraja, restoran ini banyak disinggahi turis. Jika berangkat dari Makassar pagi hari, kita akan sampai di Parepare tengah hari pas waktu makan siang. Saat itu, menu ikan bakar kami padukan dengan ca caisim bertabur kacang polong dan tahu goreng saus tiram yang baru dimasak setelah dipesan. Pengunjung juga bisa memesan sambal lain yang diinginkan dan segera dibuatkan, misalnya sambal tomat, dabu-dabu, atau sambal petis. Ada puluhan menu di restoran ini, dengan bahan dasar ikan, daging sapi, sayur, atau tahu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jet tempur

Kami menyudahi santap siang kami untuk melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Wajo yang berjarak 2,5 jam perjalanan bermobil dari Parepare. Di Wajo kami menemukan rumah makan dengan menu tidak jauh berbeda, yakni Lesehan Jetpur di Sengkang, pusat kota di Wajo. Pilihan kami saat itu ikan kakap bakar polos. Ikan bakar polos adalah jawaban bagi pencinta rasa asli ikan karena ikan hanya dioles minyak sayur tanpa tambahan bumbu apa pun, lalu langsung dibakar. Penyaji beradu soal kesegaran ikan.

Ikan bakar ini juga diberi sambal bumbu kacang. Hanya saja bedanya dengan sambal kacang ala Restoran Asia, rasa kacang pada sambal ini lebih kentara. Begitu pula tekstur dan warnanya, memperlihatkan keberadaan kacang tanah di dalamnya. Rasanya mengingatkan pada sambal kacang yang biasa diguyurkan di atas pecel atau gado-gado.

Disediakan pula sambal mangga yang menjadi sambal khas masakan Bugis. Irisan mangga muda ditambah bumbu-bumbu menjadikan acara makan malam saat itu terasa lebih bersemangat. Selain kakap, disediakan pula ikan baronang, salamata, kakap putih, kerapu, dan katambak. Jika angin sedang baik, kadang-kadang juga tersedia ikan air tawar yang berasal dari Danau Tempe.

KOMPAS/LASTI KURNIA Hotel Siswa di depan Restoran Asia di Parepare, Sulawesi Selatan.
Sambil berbincang, dari sela dedaunan di depan rumah makan tampak sosok yang melayang di tempatnya pesawat tempur. Pekatnya malam membuat kami tidak menyadari benda yang ternyata pesawat Sky Hawk. Lesehan Jetpur rupanya berada di dekat Taman Pesawat. Dinamakan jetpur sebagai singkatan dari jet tempur, merujuk pada keberadaan pesawat A-4 Sky Hawk yang dijadikan monumen di taman itu. Bodi pesawat ini asli, tapi tak bermesin.

Monumen itu berdiri sebagai penghargaan terhadap Marsekal Madya (Purn) Basri Sidehabi asal Wajo, yang menjadi salah satu pilot Indonesia pertama yang menerbangkan F-16. Basri membawa pesawat yang dibeli TNI AU itu langsung dari Amerika Serikat menuju Indonesia. Monumen ini diresmikan 29 Maret 2003 oleh Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Alimunsiri Rappe yang juga asal Wajo.

Rupanya setiap tempat makan punya menu sejarahnya masing-masing. (Sri Rejeki)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Travel Update
Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Travel Update
3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

Travel Tips
Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Travel Update
Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Travel Update
Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Travel Update
Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Travel Update
Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Jalan Jalan
Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Travel Update
Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Travel Update
Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Travel Update
Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Travel Update
Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.