Kompas.com - 02/09/2014, 18:17 WIB
Wisatawan bersiap memasuki mulut obyek wisata Gua Pindul di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, yang beberapa saat sebelumnya ditutup oleh pihak pemilik lahan di atas gua tersebut, Kamis (7/3/2013). Konflik antara pihak pemilik lahan dengan sejumlah kelompok pengelola obyek wisata tersebut terus berlangsung meski terus dikunjungi wisatawan. 
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOWisatawan bersiap memasuki mulut obyek wisata Gua Pindul di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, yang beberapa saat sebelumnya ditutup oleh pihak pemilik lahan di atas gua tersebut, Kamis (7/3/2013). Konflik antara pihak pemilik lahan dengan sejumlah kelompok pengelola obyek wisata tersebut terus berlangsung meski terus dikunjungi wisatawan.
EditorNi Luh Made Pertiwi F
GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menggelar Festival Kesenian Yogyakarta 2014 pada 3-9 September dengan biaya Rp1 miliar.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gunung Kidul Ristu Raharja di Gunung Kidul, Minggu (31/8/2014), mengatakan FKY 2014 akan dilaksanakan selama seminggu, digelar di Bekas Terminal Wonosari.

"FKY akan digelar di bekas terminal lama, dan akan ditampilkan kesenian dari Gunung Kidul," kata Ristu.

Ia mengatakan FKY Gunung Kidul akan menampilkan kesenian yang memiliki penonton banyak, memiliki nilai jual dan salah satunya sering dilaksanakan oleh masyarakat.

"Kesenian setiap kecamatan diberikan kesempatan untuk tampil," katanya.

Ristu mengatakan FKY Gunung Kidul dianggarkan dengan biaya sebesar Rp1 miliar yang berasal dari dana keistimewaan.

Menurut dia, kegiatan ini akan digunakan untuk melestarikan kesenian masyarakat dan ajang ekspresi para seniman lokal.

"Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu jembatan agar kesenian daerah kita lebih dikenal dan lestari," katanya.

Sekretaris Daerah (Setda) Gunung Kidul Budi Martono mengatakan festival tahunan ini akan digunakan pemkab mempersiapkan penyelenggaraan kegiatan lebih besar.

"Nanti setelah FKY, akan dievaluasi dan kami berencana untuk menyelenggaran agenda besar tingkat nasional, bahkan kalau bisa internasional," kata Budi.

Dia mengatakan festival sejenis perlu dikembangkan untuk mendukung potensi kepariwisataan yang saat ini sedang gencar-gencarnya digalakkan oleh pemkab. Selain itu juga memperkenalkan potensi di masing-masing kecamatan.

"Nantinya bisa menjadi penunjang pariwisata daerah kita yang saat ini mulai berkembang," katanya. (Sutarmi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.