Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/09/2014, 15:19 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F
GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com — Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul berencana membangun kawasan heritage untuk mengembangkan pariwisata dengan memanfaatkan peluang dana keistimewaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gunung Kidul Budi Martono mengatakan, dalam kegiatan syawalan yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan, dana keistimewaan dapat diakses untuk kegiatan pembangunan fisik. Peluang tersebut akan dimanfaatkan oleh Pemerintah Gunung Kidul untuk mengembangkan kawasan heritage.

Gunung Kidul memiliki obyek wisata berupa kawasan geopark yang belum dikelola dengan baik. Potensi yang ada belum bisa maksimal karena keterbatasan infrastruktur. Untuk itu, pemerintah akan berupaya mengembangkan kawasan-kawasan geopark menjadi kawasan heritage yang layak untuk dijadikan sebagai obyek wisata unggulan.

Salah satu kawasan heritage itu yakni Kecamatan Patuk. Keberadaan obyek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan. Nantinya, pemerintah akan mengembangkan kawasan-kawasan yang berada di sekitar obyek wisata sehingga terhubung satu dengan yang lainnya.

"Kan selain Gunung Api Purba, di Patuk ada sentra topeng Bobung, Kampung Emas Plumbungan, serta Desa Wisata Jelok. Kita bisa bangun kantong-kantong parkir atau membangun infrastruktur di kawasan tersebut sehingga menjadi sebuah heritage yang cukup layak untuk dijadikan tempat wisata," jelasnya, Rabu (3/9/2014).

Untuk mengembangkan kawasan heritage, kata Budi, saat ini pemerintah daerah sedang membuat rencana pembangunannya. Setelah selesai disusun, rencana tersebut akan segera diajukan ke Bappeda DIY.

"Nanti yang menentukan lokasi mana yang bisa dibangun menggunakan dana ialah Bapedda DIY," jelasnya. (Hari Susmayanti/Dewi Agustina)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+