Gunung Api Purba Nglanggeran Bakal "Disulap" Jadi Wisata Unggulan

Kompas.com - 05/09/2014, 15:19 WIB
Gunung Api Purba Nglanggeran yang aktif sekitar 70 juta tahun lalu menjulang dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Kamis (25/4). Gunung tersebut dikembangkan oleh masyarakat setempat menjadi salah satu obyek wisata alternatif yang menawarkan keunikan bentang alam yang tersusun dari material vulkanik tua. Kompas/Ferganata Indra RiatmokoGunung Api Purba Nglanggeran yang aktif sekitar 70 juta tahun lalu menjulang dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Kamis (25/4). Gunung tersebut dikembangkan oleh masyarakat setempat menjadi salah satu obyek wisata alternatif yang menawarkan keunikan bentang alam yang tersusun dari material vulkanik tua.
EditorNi Luh Made Pertiwi F
GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com — Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul berencana membangun kawasan heritage untuk mengembangkan pariwisata dengan memanfaatkan peluang dana keistimewaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gunung Kidul Budi Martono mengatakan, dalam kegiatan syawalan yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan, dana keistimewaan dapat diakses untuk kegiatan pembangunan fisik. Peluang tersebut akan dimanfaatkan oleh Pemerintah Gunung Kidul untuk mengembangkan kawasan heritage.

Gunung Kidul memiliki obyek wisata berupa kawasan geopark yang belum dikelola dengan baik. Potensi yang ada belum bisa maksimal karena keterbatasan infrastruktur. Untuk itu, pemerintah akan berupaya mengembangkan kawasan-kawasan geopark menjadi kawasan heritage yang layak untuk dijadikan sebagai obyek wisata unggulan.

Salah satu kawasan heritage itu yakni Kecamatan Patuk. Keberadaan obyek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan. Nantinya, pemerintah akan mengembangkan kawasan-kawasan yang berada di sekitar obyek wisata sehingga terhubung satu dengan yang lainnya.

"Kan selain Gunung Api Purba, di Patuk ada sentra topeng Bobung, Kampung Emas Plumbungan, serta Desa Wisata Jelok. Kita bisa bangun kantong-kantong parkir atau membangun infrastruktur di kawasan tersebut sehingga menjadi sebuah heritage yang cukup layak untuk dijadikan tempat wisata," jelasnya, Rabu (3/9/2014).

Untuk mengembangkan kawasan heritage, kata Budi, saat ini pemerintah daerah sedang membuat rencana pembangunannya. Setelah selesai disusun, rencana tersebut akan segera diajukan ke Bappeda DIY.

"Nanti yang menentukan lokasi mana yang bisa dibangun menggunakan dana ialah Bapedda DIY," jelasnya. (Hari Susmayanti/Dewi Agustina)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X