Kompas.com - 06/09/2014, 09:07 WIB
EditorI Made Asdhiana
GUDEG identik dengan Yogyakarta, tetapi jenis masakan berbahan nangka muda ini juga dikenal dalam khazanah kuliner Kota Solo. Tersebutlah, Gudeg Bu Mari yang melegenda setelah konsisten menemani lidah penggemarnya selama 45 tahun.

Berlokasi di kawasan perdagangan Singosaren, tepatnya di Jalan Gatot Subroto, warung gudeg ini buka 24 jam non-stop menemani aktivitas penghuni kota. Almarhum Mari, yang meninggal empat tahun lalu pada usia 73 tahun, merintis warung ini hingga kemudian diteruskan anak perempuannya, Atik (45).

Berbeda dari gudeg khas Yogya yang cenderung manis, gudeg khas Solo minim rasa manis dengan gurih yang merajai rasa bahkan cenderung asin, seperti saat kami datang untuk bersantap. Atik hanya menggunakan sedikit gula jawa pada racikan gudegnya. Rasa gurih datang dari santan murni yang digunakan.

Aroma pedas yang membangkitkan selera membuat lidah tak sabar untuk segera mencicipi gudeg yang dikawinkan dengan sambal goreng krecek dan tempe yang superpedas. Apabila suka, bisa juga menambahnya dengan sambal pete.

Sebagai teman makan, ditawarkan berbagai lauk, seperti tahu putih, tahu kulit, telur, dan ayam. Untuk ayam suwir, diambilkan dari ayam broiler, sedangkan ayam utuhnya dari ayam kampung. Jangan lewatkan ceker atau cakar alias kaki ayam yang juara menggoda hati dan lidah. Kuku-kuku pada ceker sudah terpotong sehingga tidak ada lagu ”benda keras” yang mengganggu penikmatan. Satu porsi yang berisi 10 potong ceker bisa diganyang dengan mulus karena ceker begitu lunak. Bahkan tidak perlu digit, tapi cukup dikulum dengan bibir, daing pada ceker lepas ke mulut.

Atik bisa menghabiskan 20 kilogram ceker setiap hari, bahkan saat masa Lebaran, bisa mencapai 30 kilogram. ”Saya menyiram ceker dengan air panas untuk menghilangkan lemak dan kotoran, baru dimasak,” kata Atik.

Bubur

Selain ceker, sajian khas lainnya adalah bubur lemu, yakni beras yang dimasak menjadi bubur bersama santan dan daun salam sehingga rasanya gurih. Banyak pembeli lebih menyukai memadukan gudeg dengan bubur lemu ini. Kerupuk, peyek, rambak atau kerupuk kulit, serta pisang menjadi pilihan untuk menggenapi acara makan para pesantap.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Pengolahan dengan tungku arang dipertahankan hingga saat ini untuk mengolah masakan di warung Gudeg Bu Mari, di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (9/5/2014).
Kesukaan Atik pada mainan dan pernak-pernik membuatnya menghiasi warung dengan barang-barang, seperti lampion, guci kecil, dan bunga plastik. Di antara foto-foto yang dipajang adalah foto Megawati Soekarnoputri, Amien Rais, Hatta Rajasa, dan Hidayat Nur Wahid. Warung ini agaknya cukup populer sebagai tujuan wisata kuliner di kalangan tokoh dan artis nasional yang berkunjung ke Solo. ”Masih banyak lagi fotonya, kalau dipajang semua enggak muat,” kata Atik.

Pengunjung bisa memilih duduk di kursi di dalam tenda atau lesehan di tepi jalan sambil menikmati suasana kota yang diwarnai pelalu lalang yang melintas. Warung ini menyewa lahan kosong di samping sebuah toko.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Travel Update
Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Travel Update
Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Travel Update
Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Travel Tips
Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Jalan Jalan
Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

BrandzView
Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Jalan Jalan
Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Jalan Jalan
Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Jalan Jalan
Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Travel Update
Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Travel Update
Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Jalan Jalan
Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Travel Update
Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Travel Update
Taman Gandrung Terakota, Taman Unik Tempat 1.000 Penari di Banyuwangi

Taman Gandrung Terakota, Taman Unik Tempat 1.000 Penari di Banyuwangi

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.