Kompas.com - 06/09/2014, 11:37 WIB
Sejumlah wisatawan asing menaiki becak saat melintas di Jalan Kompol Bambang Suprapto, Kota Yogyakarta, Senin (16/4/2012). Keberadaan moda transportasi tradisional seperti becak merupakan aset daya tarik wisata terutama untuk wisatawan asing. TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Sejumlah wisatawan asing menaiki becak saat melintas di Jalan Kompol Bambang Suprapto, Kota Yogyakarta, Senin (16/4/2012). Keberadaan moda transportasi tradisional seperti becak merupakan aset daya tarik wisata terutama untuk wisatawan asing.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menyebutkan bahwa sektor pariwisata memiliki kontribusi yang besar dalam menyerap tenaga kerja di Indonesia, mencapai 10 juta lebih.

"Sektor ini (pariwisata) menyumbangkan sekurangnya 10,13 juta tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung," kata Sapta dalam seminar Refleksi Tiga Tahun Pelaksanaan MP3EI di Jakarta, Kamis (4/9/2014).

Menurut dia, hal ini disebabkan karena pariwisata Indonesia merupakan sektor yang menjanjikan, karena pada dasarnya negara ini sudah memiliki modal pariwisata yang sangat besar dan lengkap yang kemudian seharusnya digunakan dengan baik oleh penduduk Indonesia.

"Banyaknya dan meningkatnya pengunjung atau turis yang berwisata di Indonesia tentu menjadi salah satu penyebab utama tingginya penyerapan tenaga kerja," ujar Sapta.

Dia menyebutkan penyerapan tenaga kerja tidak hanya berasal dari sektor formal, namun juga banyak pekerja bermunculan dari sektor informal akibat majunya pariwisata di satu daerah.

"Mulai dari usaha warung, penjual cendera mata, sampai tukang foto. Secara tidak langsung pariwisata lah yang memberi nafkah kepada mereka," kata dia.

KOMPAS/ICHWAN SUSANTO Para penyelam berkumpul di pinggir pantai di perairan Tulamben, Karangasem, Bali, Jumat (29/8/2014), untuk mempersiapkan penyelaman. Suasana amat ramai sehingga lokasi itu biasa disebut ”pasar pagi” penyelam Tulamben. Jumlah kunjungan wisatawan di daerah ini dinilai terlalu padat sehingga butuh pengaturan atau pembatasan jumlah turis di obyek wisata minat khusus itu.
Oleh sebab itu, guna mendukung pariwisata Indonesia agar semakin maju, Sapta menyebutkan bahwa penting sekali peranan sumber daya manusia ini agar semakin memberikan pelayanan yang berkualitas kepada para turis.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti juga menekankan pentingnya kualitas daripada sumber daya manusia di sektor pariwisata.

"Harus ramah dan murah senyum, tapi itu tidak cukup. Harus didukung dengan wawasan kebudayaan lokal yang baik, sehingga mampu mengenalkan sekaligus mempromosikan kultur budaya setempat," ujar Windu.

Dia mengatakan bahwa pariwisata adalah produk yang tidak akan terjadj bila market tidak bertemu dengan pembeli. Sementara itu yang mengantarkan pembeli kepada market tidak lain adalah sumber daya manusia.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.