Kompas.com - 06/09/2014, 17:23 WIB
Turis dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas Pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Tsunami, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). Sebanyak 120 turis dari kapal tersebut melakukan city tour mengunjungi sejumlah situs sejarah dan tsunami di Kota Banda Aceh selama enam jam. Tahun 2013 hingga Februari 2014 tercatat 16 kapal pesiar singgah di perairan Aceh dengan kapasitas 120 hingga 500 penumpang. SERAMBI/M ANSHARTuris dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas Pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Tsunami, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). Sebanyak 120 turis dari kapal tersebut melakukan city tour mengunjungi sejumlah situs sejarah dan tsunami di Kota Banda Aceh selama enam jam. Tahun 2013 hingga Februari 2014 tercatat 16 kapal pesiar singgah di perairan Aceh dengan kapasitas 120 hingga 500 penumpang.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Ingatkah masa-masa ketika anda diajak berwisata bersama kedua orangtua anda?  Bagaimana jika sekarang situasi menjadi terbalik, di mana anda harus mengajak orangtua yang sudah berusia di atas 65 tahun untuk berwisata? Tentu saja butuh persiapan khusus untuk mengajak orang tua yang sudah lansia untuk berwisata.

"Ini adalah sebuah kesimbangan yang bermanfaat untuk mempertahankan rasa hormat anda kepada orangtua," tutur seorang blogger wisata dari situs thetravellingmam.ca, Claudia Laroye.

Laroye menjelaskan bahwa hal utama yang diperhatikan adalah tingkat mobilitas dan kesehatan orang tua. Perlunya asuransi perjalanan dengan cakupan medis yang memadai karena kebanyakan lansia sulit untuk mengatur kesehatannya sendiri.

"Bawa persediaan semua obat dan resep tambahan yang diperlukan. Jika ingin berpergian ke luar negeri, cobalah membuat daftar keperluan medis yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa daerah yang akan dikunjungi," kata Laroye.

Laroye menambahkan bahwa ada baiknya anda mengatur segala keperluan orangtua anda sesampainya di lokasi tujuan. Penanganan bagasi, pengaturan perjalanan, pemesanan hotel, urusan transportasi dan restoran sebaiknya ditangani oleh anda.

"Kesabaran merupakan kebajikan yang berharga ketika berpergian dengan siapa pun dari segala usia. Jika rekan berwisata anda termasuk sosok yang lebih lambat, pelupa, dan sulit mendengar, anda yang harus menyesuaikan diri dengan mereka," jelas Laroye.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Pasangan turis dari Belanda memanfaatkan waktu singgah kapal pesiar yang membawa mereka dengan berjalan-jalan di Kawasan Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/1/2012).
Ibu dari Laroye, Kathi Campana yang sudah berusia sekitar 70 tahun, memiliki perspektif sendiri bagaimana sebuah perjalanan harus dilakukan. Ia merasa semua pelaku perjalanan, baik usia muda maupun lansia harus memiliki kemandirian dan harus aktif terlibat dalam pengambilan keputusan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kathi selalu menambahkan daftar keinginan pribadinya di dalam perjalanan. Ia selalu menginginkan kamar tidur pribadi dan tinggal setidaknya 4 hari di tempat yang sama agar tidak perlu repot-repot berkemas. "Perjalanan keluarga seperti ini dapat menciptakan sebuah kenangan khusus dan setiap generasi dapat belajar untuk saling menghargai satu dengan yang lainnya," ucap Kathi.

Kathi menuturkan dirinya selalu memeriksa kualitas makanan di kapal pesiar, peawat, maupun di tempat wisata. Jika diperlukan, membawa makanan pribadi dari rumah menjadi sebuah pilihan yang tepat.

Seorang blogger perjalanan, Jamie Pearson, menuturkan bahwa mengajak anak anda untuk berwisata bersama kakek neneknya bisa menjadi sebuah alternatif menarik untuk berwisata.

"Kami tidak ingin menghabiskan waktu liburan hanya di kota kelahiran. Kami selalu menyatukan kunjungan ke rumah orangtua sekaligus untuk berwisata keluarga, hal yang masuk akal," tutur Pearson.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Turis asing penumpang kapal MV Discovery berfoto bersama penari saat kapal berkapasitas 500 orang tersebut bersandar di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, Minggu (29/1/2012). Kapal yang telah berlayar selama 21 hari dan membawa sekitar 300 wisatawan asing ini telah singgah di sejumlah negara di kawasan Asia seperti Hongkong, Jepang, Malaysia dan Singapura.
Untuk melakukan perjalanan yang anggotanya terdiri dari beberapa generasi, anda memerlukan akomodasi khusus. Carilah tempat wisata di mana setiap anggota keluarga dapat melakukan aktivitasnya sendiri di pagi hari, makan bersama di siang hari, dan menjelajah bersama di sore hari. Pantai, peternakan, perkotaan, serta pegunungan bisa menjadi pilihan destinasi tersebut.

Pearson menyarankan bahwa durasi perjalanan ini tidak perlu memakan waktu yang lama. Anda dapat melakukan perjalanan ini di akhir pekan, sekitar tiga hingga empat hari.

Anda tidak perlu malu kepada orangtua anda ketika anak-anak anda melakukan tingkah nakal selama di perjalanan. Kemudian Pearson menjelaskan, perjalanan keluarga ini tidak perlu terlalu sering dilakukan, karena hubungan batin tidak hanya berkembang ketika keluarga bersama, tetapi juga berkembang ketika mereka saling terpisah.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.