Kompas.com - 07/09/2014, 09:50 WIB
Taman Meksiko di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/9/2014). KOMPAS/PRIYOMBODOTaman Meksiko di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/9/2014).
EditorI Made Asdhiana
SEKELOMPOK pengunjung bergantian berfoto di depan tetenger merah bertuliskan Taman Meksiko di Kebun Raya Bogor, Minggu (31/8/2014). Mereka juga berfoto di depan patung-patung dari kaktus. Ada satu patung kaktus yang menyerupai perempuan menari. Ada tiga patung kaktus yang menyerupai kelompok musik trio. Dua patung adalah lelaki memakai sombrero—topi khas meksiko—dan satu patung adalah perempuan.

Di kawasan yang mungkin seluas setengah hektar itu sarat tumbuhan asal gurun Amerika dan Asia. Di sini ada 100 jenis kaktus, agave, yucca, dan sukulen yang berbeda bentuk dan warna batang, bunga, dan ukuran duri.

Misalnya, agave karibia atau si pedang berduri. Bentuk daun seperti pedang yang pada bagian mata atau ujung adalah duri. Ada juga Agave latifolia Karw yang berdaun merah-nila, Agave vivipara L yang di kedua sisi daun penuh duri, Agave americana L var striata yang berdaun hijau, tetapi kedua tepinya kuning, dan Agave potatorum Zucc.

Ada kaktus Cereus repandus (L) mill yang sisi batang berduri dan dalam berongga bahkan bisa menggelembung saat berisi air untuk hidup bulanan bahkan tahunan.

Semua tumbuhan gurun itu ditata pada lahan yang diberi kerikil dan karang putih, krem, marun, dan hitam. Penataan itu membuat Taman Meksiko bernuansa gurun sehingga paling berbeda di antara lokasi lain dalam kawasan seluas total 87 hektar dan bernama resmi Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia itu.

Taman Meksiko berada di sisi selatan. Areal ini berbatasan dengan dinding pagar di sisi Jalan Otto Iskandar Dinata atau biasa disingkat Otista. Untuk itu, Taman Meksiko paling mudah dicapai dari gerbang utama di depan Simpang Suryakancana yang merupakan pertemuan tiga ruas jalan, yakni Otista, Juanda, dan Suryakancana.

Jalur refleksi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi utara atau sekitar 2 kilometer dari Taman Meksiko ada Taman Koleksi Tumbuhan Obat. Kalau di Taman Meksiko bisa asyik berfoto dengan nuansa berbeda, di Taman Koleksi Tumbuhan Obat adalah saatnya menyelami kesehatan.

Di sini ada jalur refleksi berupa trotoar yang terbuat dari susunan batu. Berjalanlah tanpa alas kaki. Yang terasa amat sakit di telapak kaki mungkin itu tanda kondisi kesehatan kurang baik. Sakit juga merupakan tanda bahwa saraf-saraf sedang dirangsang untuk berfungsi baik.

Jangan khawatir terjatuh. Di jalur refleksi yang merupakan lintasan melengkung sepanjang 25 meter itu tersedia pegangan di sisinya. Sayang, jalur itu seharusnya ditambah sehingga berbentuk lingkaran utuh. Dengan demikian, satu kali berjalan keliling jalur refleksi mungkin bisa disetarakan dengan pijatan yang cukup bagi saraf-saraf telapak kaki.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.