Tips Membawa Lansia Berwisata Kuliner

Kompas.com - 07/09/2014, 12:07 WIB
Lindung Cah Fumak dengan belut garing yang sangat enak di Restoran A-pin, Gading Serpong, Tangerang, Banten. KOMPAS.COM/MICHAELLindung Cah Fumak dengan belut garing yang sangat enak di Restoran A-pin, Gading Serpong, Tangerang, Banten.
Penulis Michael
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Warga senior atau yang lebih dikenal dengan lansia berumur kisaran 60 tahun ke atas. Semakin lanjut usia maka berbagai kemunduran terjadi pada fungsi dan organ tubuh. Selain itu tubuh lebih rentan penyakit dan biasanya kondisi mental akan kembali ke masa kanak-kanak di mana suasana hati gampang berubah, mudah ngambek dan tersinggung. Oleh karena itu sebagai orang yang memerhatikan mereka, kita harus lebih sabar dan telaten menghadapinya.

Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam mengurus lansia adalah membawa mereka untuk makan ke luar. Berikut beberapa tips agar makan di luar bersama lansia menjadi proses yang menyenangkan.

Cari restoran keluarga yang ramah lansia

Sebelum mengajak lansia makan di luar rumah, ada baiknya jika anda melakukan pengecekan tentang restoran-restoran yang cocok untuk lansia. Di situs pencarian biasanya banyak ulasan tentang restoran sehingga anda dapat menentukan restoran mana yang akan dikunjungi. Restoran yang ramah pada lansia biasanya adalah restoran keluarga dengan suasana yang tidak gaduh, tidak terlalu modern dan tidak terlalu banyak akses tangga untuk mencapai restoran. Restoran yang memiliki jalur kursi roda juga bisa menjadi pertimbangan anda. Cek pula kebersihan dan kenyamanan restoran.

Hindari makanan pedas

Sama seperti anak kecil, lansia dapat cukup pilih-pilih dalam hal makan. Kebanyakan lansia tidak menyukai rasa pedas yang berlebihan bahkan rasa sedikit pedas dari merica pun akan membuat mereka menolak untuk makan makanan yang dihidangkan. Untuk itu jangan lupa memberitahukan staf restoran untuk tidak menggunakan bahan dan bumbu pedas seperti cabai dan merica dalam hidangan untuk lansia.

Hindari MSG dan gula yang berlebihan

MSG biasa digunakan sebagai penyedap rasa sehingga makanan terasa lebih gurih dan nikmat, tapi MSG juga memiliki efek buruk untuk kesehatan apalagi terhadap lansia yang rentan penyakit. Rasa pusing dan kaku pada leher adalah contoh gejala buruk setelah makan makanan yang mengandung MSG, hal itu saja sudah cukup mengganggu kita apalagi untuk lansia. Oleh karena itu anda harus pesan supaya tidak ada MSG di dalam makanan yang dipesan.

Selain itu, makanan manis-manis yang mengandung kadar gula berlebih juga harus dihindari saat makan bersama lansia karena dapat meningkatkan resiko gula darah dan diabetes. Gula sebagai ‘energy booster’ juga bisa membuat efek hiperaktif tidak hanya pada anak-anak tapi juga pada orang dewasa dan lansia, tentu anda tidak ingin orang tua anda tetap terjaga di saat seharusnya mereka sudah tidur, kan?

Pesan meja yang dekat dengan "kamar kecil"

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X