Kompas.com - 08/09/2014, 15:24 WIB
Sebanyak 13 peserta fashion show busana adat Dayak kategori anak-anak, usia 6-11 tahun, memperagakan desain dan keunikannya masing-masing, pekan lalu, pada Festival Bantaran Sungai Kahayan II di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Festival yang menjadi agenda tahunan sejak 2013 itu digelar untuk menarik minat wisatawan lokal dan internasional. KOMPAS/MEGANDIKA WICAKSONOSebanyak 13 peserta fashion show busana adat Dayak kategori anak-anak, usia 6-11 tahun, memperagakan desain dan keunikannya masing-masing, pekan lalu, pada Festival Bantaran Sungai Kahayan II di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Festival yang menjadi agenda tahunan sejak 2013 itu digelar untuk menarik minat wisatawan lokal dan internasional.
EditorI Made Asdhiana
APRIANDI (27) dan Okta Narung (24) memasang kuda-kuda pencak silat khas Dayak, kuntau. Tatapan mata mereka saling mengunci. Tangan mengambang dan berputar di udara, bersiap melepaskan pukulan. Kaki mereka menyapu tanah, kemudian pelan-pelan saling mendekat dan beradu di bawah palang kayu. Tabuhan gendang manca mengiringi setiap gerakan mereka, diselingi sorakan dukungan dari penonton.

Itulah kesenian Lawang Sekepeng, salah satu kesenian budaya suku Dayak yang biasa digunakan pada upacara adat pernikahan dan penerimaan tamu. Pada acara pernikahan, pengantin laki-laki harus menyampaikan maksud dan tujuannya berkunjung kepada pengantin perempuan. Setelah niatnya diterima oleh tuan rumah, pengantin laki-laki harus menunjukkan kemampuan dengan melawan anggota keluarga yang dianggap kuat.

Pertandingan adu kekuatan itu berada di bawah Lawang Sekepeng, yaitu semacam gerbang yang terbuat dari palang kayu. Di antara kedua tiangnya melintang sebuah lawai atau benang berhiaskan bunga yang melambangkan marabahaya dan rintangan yang harus diputuskan. ”Benang itu harus diputus sebagai tanda bahwa bahaya yang menghadang sudah dihilangkan,” kata Apriandi, Sabtu (30/8/2014).

Demikian juga dengan upacara penerimaan tamu atau pendatang. Seorang tamu pun harus menyampaikan tujuan kunjungannya agar dipahami dan diterima tuan rumah. Diharapkan, dalam relasinya kemudian tidak ada aral rintangan yang mengganggu.

Apriandi dan Okta adalah perwakilan dari Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang mengikuti lomba Lawang Sekepeng pada Festival Bantaran Sungai Kahayan II yang digelar di Culture Park, yaitu di halaman kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangkaraya, pada Jumat hingga Minggu (31/8/2014). Festival ini merupakan kali kedua yang digelar Pemerintah Kota Palangkaraya.

Di sisi lain halaman, kelompok para bapak dan ibu dari lima kecamatan di Palangkaraya sedang menumbuk padi ketan di lesung menggunakan alu. Mereka sedang berlomba membuat emping ketan atau mangenta.

”Kenta adalah makanan khas suku Dayak dan cara membuatnya perlu teknik yang harus dipelajari. Dalam menumbuk padi ketan, iramanya harus teratur dengan pasangan yang menumbuk,” kata Lame (53), perwakilan dari Kecamatan Bukit Batu.

Berbagai macam jenis lomba kesenian suku Dayak ditampilkan dengan peserta seluruh warga Palangkaraya, baik dari anak-anak hingga dewasa. Pada Jumat malam, misalnya, digelar lomba fashion show busana tradisional untuk kategori usia 6-11 tahun. Ada 13 peserta yang tampil mengenakan busana tradisional entik Dayak.

Kompas/Dwi Bayu Radius Ilustrasi. Beberapa anak menumpang perahu motor atau yang disebut masyarakat setempat sebagai alkon di Sungai Kahayan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (31/3/2012). Hari Air se-Dunia di Palangkaraya diramaikan dengan lomba alkon.
Safitri (6), salah satu peserta, misalnya, menampilkan pakaian Sangkarut yang berarti pula bajarat atau diikat. Bahan dasar pakaian itu adalah kulit kayu (nyamu) yang dikombinasikan dengan kain. Busana itu diperindah dengan payet berwarna kuning dan merah serta bermotif kalalawit atau tanaman rambat.

Ratusan warga Palangkaraya pun antusias memeriahkan festival itu dengan datang berbondong-bondong ke acara festival. Pada Sabtu malam banyak warga yang mengisi waktu bermalam minggu bersama keluarga dengan menyaksikan aneka pertunjukan tradisional itu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Travel Update
15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

Jalan Jalan
Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Travel Update
Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Jalan Jalan
8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

Jalan Jalan
Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Travel Update
Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Travel Update
Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Travel Update
Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Travel Update
Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Travel Update
Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.