Kompas.com - 09/09/2014, 11:53 WIB
Pesawat kalibrasi jenis B200GT milik Kementerian Perhubungan saat lepas landas di Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQPesawat kalibrasi jenis B200GT milik Kementerian Perhubungan saat lepas landas di Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
EditorI Made Asdhiana
MENYUSURI kota-kota kecil dari Maluku hingga Nusa Tenggara Timur menyadarkan kita betapa negeri ini menyimpan energi untuk menjadi bangsa besar. Ada semangat Hatta yang tersimpan di Banda, Maluku, serta gairah Soekarno yang terus menyala di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Setelah terbang sekitar 45 menit dari Ambon, kami tiba di Banda, sebuah kecamatan kecil di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Jumat (29/8/2014). Jalanan di Banda amat sepi meskipun hari beranjak siang. Satu-dua warga melongok dari jendela atau pintu rumah saat mendengar raung sirene dari sepeda motor patroli pengawal rombongan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono.

Di sebuah jalan yang lebarnya lebih layak disebut gang, kami berhenti. Di sisi kanan terdapat bangunan tua. Di sisi kanan pintu masuk tertulis ”Rumah Pengasingan Bung Hatta di Banda Naira”. Selain Hatta, kala itu Belanda juga mengasingkan Sutan Sjahrir, Cipto Mangunkusumo, dan Iwa Kusumasumantri di Banda.

Rumah itu beratap seng dan berlantai ubin. Bangunan rumah dibagi dua, yang dipisahkan oleh taman kecil. Di teras bangunan bagian belakang berderet meja, kursi, dan sebuah papan tulis. Di sinilah Hatta dan Sjahrir mengajar anak-anak kampung dengan pengantar bahasa Belanda. Mereka menyelipkan patriotisme lewat cerita sejarah dan lagu-lagu.

KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Emi Baadillah (73) penjaga rumah pengasingan Hatta di Banda, Maluku Tengah, Maluku.
Di antara anak-anak itu, salah satunya adalah Des Alwi (1927-2010). Kelak ia menjadi anak angkat Hatta, kemudian tumbuh menjadi wartawan dan diplomat terkemuka. Saat tutup usia, Des Alwi dimakamkan di Banda di samping makam kedua orangtuanya.

Pada papan tulis di teras bangunan bagian belakang itu masih tergurat tulisan kapur tulis ”Sedjarah perjoeangan Indonesia setelah soempah pemoeda di Batavia pada tahoen 1918”. Tulisan itu masih jelas terbaca. ”Itu tulisan terakhir Bung Hatta. Tulisannya sudah kabur, jadi dipertebal lagi dengan kapur tulis,” kata Emi Baadillah (73), penjaga rumah pengasingan Bung Hatta.

Emi berhidung mancung, beralis tebal, dan wajahnya lonjong. Saat dia tersenyum, segera mengingatkan pada wajah Des Alwi. ”Saya memang masih ada ikatan keluarga dengan Des. Ibu saya dan ibu Des bersaudara,” ujarnya.

Emi tergerak menjaga dan merawat rumah itu karena tertular semangat Des Alwi. Emi memakai uangnya sendiri untuk merawat rumah bersejarah itu. Biaya listrik dan air yang mencapai Rp 50.000 per bulan tidak pernah mencukupi jika mengandalkan uang dari kotak sumbangan pengunjung. Mungkin inilah alasan mengapa rumah bersejarah itu kurang terawat. Semasa Des Alwi masih hidup, dialah yang mengupayakan biaya perawatan itu.

Des memiliki perhatian serius terhadap semua situs sejarah di Banda. Des ingin agar Banda selalu dikenang sebagai pulau yang menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa. Lewat Yayasan Warisan Budaya Banda, dia mengupayakan dana untuk perawatan. Selain rumah pengasingan Hatta, Banda juga mempunyai situs-situs penting terkait keberadaan Belanda. Di sana terdapat Benteng Belgica yang dibangun Belanda pada tahun 1611, di atas bukit dengan ketinggian 30 meter di atas permukaan laut. Dari atas benteng ini, pulau dan lautan Banda terlihat cantik.

KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Kesibukan penumpang di Pelabuhan Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Di Banda juga berdiri Istana Mini, yakni kantor dan rumah tinggal Gubernur Belanda. Bangunan ini dibangun setelah terjadi gempa di Banda pada 1863. Kondisi kedua bangunan itu kusam. Perawatan terkesan ala kadarnya. ”Sejak Pak Des meninggal, tak ada lagi biaya yang cukup untuk merawatnya,” kata Hamim (52), penjaga Istana Mini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

Jalan Jalan
Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jalan Jalan
Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Travel Update
Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Jalan Jalan
Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Travel Update
Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Festival Olahraga Berskala Internasional Bakal Digelar di Sejumlah Destinasi

Festival Olahraga Berskala Internasional Bakal Digelar di Sejumlah Destinasi

Travel Update
Libur Panjang Waisak 2022, Angkasa Pura I Layani 651.000 Penumpang

Libur Panjang Waisak 2022, Angkasa Pura I Layani 651.000 Penumpang

Travel Update
Jepang Akan Terima Turis Asing dari 4 Negara dalam Grup Wisata

Jepang Akan Terima Turis Asing dari 4 Negara dalam Grup Wisata

Travel Update
Syarat Naik Pesawat per 18 Mei, Tak Wajib Antigen jika Vaksin 2 Kali

Syarat Naik Pesawat per 18 Mei, Tak Wajib Antigen jika Vaksin 2 Kali

Travel Update
Menparekraf: Waisak Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Borobudur

Menparekraf: Waisak Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Borobudur

Travel Update
Syarat Naik Kereta Api per 18 Mei, Vaksin 2 Kali Tak Perlu Tes PCR

Syarat Naik Kereta Api per 18 Mei, Vaksin 2 Kali Tak Perlu Tes PCR

Travel Update
Markedila Cafe, Tempat Nongkrong dengan Panorama Lembah di NTT

Markedila Cafe, Tempat Nongkrong dengan Panorama Lembah di NTT

Jalan Jalan
Rute dan Tips Wisata ke Danau Ronggojalu Probolinggo

Rute dan Tips Wisata ke Danau Ronggojalu Probolinggo

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.