Kompas.com - 09/09/2014, 11:53 WIB
EditorI Made Asdhiana

Banda menyimpan potensi wisata luar biasa, baik dari sisi sejarah maupun keindahan alamnya. Warga Banda juga sangat ramah terhadap pendatang. Di sepanjang jalan, siapa pun yang kami jumpai selalu tersenyum.

Potensi wisata

Itu potensi tersendiri bagi daerah wisata, sayangnya belum dikemas secara menarik. ”Kalau ada penginapan bagus ditambah rumah makan dan pemandu wisata, pengunjung bisa sepekan atau bahkan lebih di Banda ini. Banyak situs sejarah menarik di sini,” kata Staf Khusus Wakil Menteri Perhubungan Noor Cholis.

Bimbo La Bow, Kepala Desa Tanah Rata, Kecamatan Banda, menjelaskan, pelancong asing kerap datang ke Banda untuk menyelam atau snorkeling. Namun, mereka sering mengeluh karena kesulitan transportasi dan akhirnya membatalkan rencana kunjungan selanjutnya. Mereka lebih betah di Bali atau Lombok karena fasilitas lebih memadai.

Banda hanya dikunjungi kapal laut sekali sebulan dan pesawat perintis tiga kali sepekan. Untuk mencapai Banda dari Ambon dengan kapal laut, butuh waktu hingga 16 jam. Bimbo membayangkan, jika frekuensi penerbangan dan kunjungan kapal ditambah, jumlah pelancong makin banyak ke Banda.

Soekarno

Situasi di Banda mirip dengan Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), salah satu kota yang kami singgahi. Di sini berdiri rumah bersejarah, rumah pengasingan Soekarno. Meskipun dirawat, rumah itu terkesan ala kadarnya. Padahal, ketika di Ende inilah Soekarno menelurkan Pancasila.

Belanda mengasingkan Soekarno di Ende sejak tahun 1934 karena wilayah ini terpencil. Saat itu terdapat sekitar 2.600 pejuang yang diasingkan Belanda ke Boven Digoel, Papua. Belanda tidak mengasingkan Soekarno ke Boven Digoel lantaran khawatir itu mempermudah Soekarno menyusun kekuatan.

Di Ende, Soekarno sangat rajin shalat. Tempat shalat favoritnya adalah Masjid Besar Ar-Rabithah, sekitar 1 kilometer dari rumah pengasingan. Masjid yang berusia lebih dari 500 tahun itu masih kokoh berdiri meskipun pernah diguncang gempa pada 1992. ”Soekarno setiap subuh shalat di sini,” kata Takmir Masjid Ar-Rabithah Ibrahim Djakaria.

Selain ke masjid, Soekarno juga sering menghabiskan waktu di pantai sembari duduk di bawah pohon sukun. Warga memercayai, perenungan Soekarno di bawah pohon bercabang lima itulah yang kemudian menghasilkan Pancasila, dasar negara Indonesia. Kini, sekitar 2 meter dari batang pohon itu terdapat patung Soekarno duduk. Sore itu, wajah Soekarno berkilatan keemasan diterpa cahaya matahari.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turis Indonesia dan 97 Negara Lain Bisa Masuk Jepang Mulai 10 Juni 2022 Tanpa PCR

Turis Indonesia dan 97 Negara Lain Bisa Masuk Jepang Mulai 10 Juni 2022 Tanpa PCR

Travel Update
Waspada, Jangan Lakukan 5 Hal ini Saat Berenang di Sungai

Waspada, Jangan Lakukan 5 Hal ini Saat Berenang di Sungai

Travel Tips
Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Pantai Teluk Hijau Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Pantai Teluk Hijau Banyuwangi

Jalan Jalan
Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Travel Tips
Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Travel Tips
Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Jalan Jalan
5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.