Kompas.com - 10/09/2014, 17:43 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
KOMPAS.com - Orang Inggris terkenal maniak dengan teh. Sampai-sampai mereka memiliki tradisi minum teh di sore hari yang dikenal dengan sebutan afternoon tea. Ciri khasnya adalah teh disajikan dengan camilan-camilan kecil yang disusun di nampan lapis tinggi atau three tier.

Tradisi afternoon tea sudah melewati sejarah panjang sejak tahun 1800-an dan populer di kalangan bangsawan Inggris di masa itu. Karena afternoon tea lebih ke urusan gaya hidup, maka segala sesuatunya tampil begitu cantik. Mulai dari peralatan minum teh seperti cangkir hingga taplak meja.

Tradisi ini lebih sebagai ajang bertemu dan bersosialisasi. Selain juga menjadi jeda mengisi perut di antara jam makan siang dan makan malam. Belakangan sudah banyak restoran dan hotel bintang lima di Jakarta yang menawarkan paket afternoon tea.

Menurut Ratna Somantri, seorang ahli teh, afternoon tea lebih berfokus pada sisi lifestyle atau gaya hidup, dibanding tehnya itu sendiri. Sehingga, afternoon tea ibarat fine dining yang serba penuh dengan aturan atau table manner.

"Tradisionalnya, rak susun ada kue-kue mulai dari sandwich, lalu kue-kue manis, dan harus ada scone," jelas Ratna.

Secara tradisional, scone disajikan dengan jam (selai) dan clotted cream atau krim kental yang menggumpal. Menurut Ratna, kue scone cenderung kering sehingga cocok dimakan dengan krim kental. Selain scone, juga biasa disajikan kue tart buah.

"Saat itu, pastry belum berkembang, belum keren-keren seperti sekarang. Sekarang sudah macam-macam, malah bisa kue Indonesia, tidak masalah," ungkap Ratna.

Selain itu, lanjut Ratna, orang Inggris pada zaman dulu biasa minum black tea (teh hitam atau teh merah). Sehingga, selalu disediakan gula dan susu. Saat memasukan gula, untuk tercampur dengan teh, jangan diaduk secara berputar.

"Aduknya tidak diputar, bisa terciprat. Kalau untuk etika, aduknya back and forward (arah depan belakang)," tutur Ratna.

Etika lainnya adalah sikap duduk yaitu duduk harus tegak. Lalu soal cangkir dan tatakannya (saucer). Tatakan cangkir harus tetap di meja, saat cangkir diangkat. Sendok pengaduk diletakkan di sisi belakang tatakan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.