Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/09/2014, 11:14 WIB
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Papan pengumuman bercat putih berukuran 1x1 meter menjadi penyambut setiap wisatawan yang hendak masuk ke area Pantai Pandawa di Kutuh, Kabupaten Badung, Bali. Pada papan itu tertulis pengumuman yang tidak biasa ditemukan di pantai-pantai yang terbuka untuk publik di Bali, yakni larangan bercinta di kawasan pantai.

Isi papan pengumuman yang memakai tulisan bercat hitam itu menarik perhatian beberapa pengunjung Pantai Pandawa. Selain dalam bahasa Indonesia, pengumuman yang tegas itu juga ditulis dalam bahasa Inggris.

Kalimat lengkap dari pengumuman di Pantai Pandawa itu adalah "Mohon untuk tidak melakukan kegiatan seksual di area tempat ini".

Dari pantauan Tribun Bali, sejauh ini papan pengumuman semacam itu belum pernah ada sebelumnya di pantai-pantai di Bali. Kalau pun ada, papan pengumuman larangan bercinta seperti itu tergolong langka. Karena itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra mengaku surprise tapi juga mengapresiasi adanya rambu larangan bercinta tersebut.  

“Maksud kami memasang papan pengumuman larangan kegiatan seksual ini karena pantai adalah kawasan suci. Kami ingin mempertahankan kesucian itu agar aura pantai Pandawa tetap terjaga seperti sediakala,” kata I Wayan Kasim, Ketua Tim Penataan dan Pengelolaan Kawasan Pantai Pandawa Desa Adat Kutuh, Badung, saat ditemui Tribun Bali, Kamis (11/9/2014) lalu di pos Pantai Pandawa.

ARSIP INDONESIA.TRAVEL Wisatawan akan disambut oleh patung Pandawa Lima di Pantai Pandawa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Setidaknya, menurut Wayan Kasim, ada delapan titik di kawasan Pantai Pandawa yang sengaja dipasang papan larangan bercinta tersebut. Selain alasan estetika, larangan itu sengaja diterapkan karena terdapat banyak kawasan suci di pantai.

“Selain menjadi tempat melasti, di pantai ini juga banyak terdapat peninggalan nenek moyang kita, baik yang terlihat seperti pelinggih maupun peninggalan yang tidak terlihat,” terang I Wayan Kasim.

“Menaruh pakaian sembarangan saja tidak boleh, apalagi bercinta di pantai ini,” tandasnya.

"Papan pengumuman dilarang bercinta itu telah dipasang sejak enam bulan terakhir," sambung Wayan Kasim.

Ketika ditanya, apakah sebelumnya pernah diketahui Pantai Pandawa digunakan untuk bercinta oleh pengunjung, Wayan Kasim menjawab, "Sejauh ini, belum pernah kami melihatnya sendiri. Oleh karena itu, kami lebih baik sedia payung sebelum hujan".

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemeriahan Cap Go Meh 2023 di Bogor, Beda dari Tahun-tahun Sebelumnya

Kemeriahan Cap Go Meh 2023 di Bogor, Beda dari Tahun-tahun Sebelumnya

Travel Update
Dikunjungi Jennie Blackpink, Ini 8 Fakta Masjid Agung Sheikh Zayed

Dikunjungi Jennie Blackpink, Ini 8 Fakta Masjid Agung Sheikh Zayed

Jalan Jalan
Sendratari Ramayana Prambanan yang Tampil pada Seremoni Pembukaan ATF 2023

Sendratari Ramayana Prambanan yang Tampil pada Seremoni Pembukaan ATF 2023

Jalan Jalan
4 Penginapan Dekat Tempat Wisata Boemisora Semarang, Bisa Camping

4 Penginapan Dekat Tempat Wisata Boemisora Semarang, Bisa Camping

Jalan Jalan
Cara ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok Naik KRL dan Kendaraan Pribadi

Cara ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok Naik KRL dan Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Fasilitas Niang Komodo di Pulau Rinca Diresmikan, Sumber Info Wisata dan Edukasi

Fasilitas Niang Komodo di Pulau Rinca Diresmikan, Sumber Info Wisata dan Edukasi

Travel Update
Festival Pecinan Cirebon 2023, Komitmen Jaga Sejarah dan Tradisi Tionghoa di Tanah Wali

Festival Pecinan Cirebon 2023, Komitmen Jaga Sejarah dan Tradisi Tionghoa di Tanah Wali

Travel Update
Ribuan Pengunjung Padati Cap Go Meh Bogor Street Festival 2023

Ribuan Pengunjung Padati Cap Go Meh Bogor Street Festival 2023

Travel Update
Sejumlah Fasilitas di TN Komodo Perlu Dibenahi Demi Kenyamanan Wisatawan

Sejumlah Fasilitas di TN Komodo Perlu Dibenahi Demi Kenyamanan Wisatawan

Travel Update
Festival Imlek di Banyuwangi, Ada Beragam Jajanan Khas Tionghoa

Festival Imlek di Banyuwangi, Ada Beragam Jajanan Khas Tionghoa

Jalan Jalan
10 Fakta Visa Transit Arab Saudi, Bisa Umrah dan Ziarah

10 Fakta Visa Transit Arab Saudi, Bisa Umrah dan Ziarah

Jalan Jalan
Main ke Boemisora Semarang, Bisa Belanja 2 Oleh-oleh Ini

Main ke Boemisora Semarang, Bisa Belanja 2 Oleh-oleh Ini

Jalan Jalan
Pelayaran Rute Kepri-Kalbar Kini hanya 24 Jam Pakai Kapal Roro Terbaru

Pelayaran Rute Kepri-Kalbar Kini hanya 24 Jam Pakai Kapal Roro Terbaru

Travel Update
Datang ke Perayaan Cap Go Meh di Bekasi, Catat 4 Hal Penting Ini

Datang ke Perayaan Cap Go Meh di Bekasi, Catat 4 Hal Penting Ini

Travel Tips
Cap Go Meh Bogor 2023: Jam Mulai dan Pengalihan Jalannya

Cap Go Meh Bogor 2023: Jam Mulai dan Pengalihan Jalannya

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+