Kompas.com - 16/09/2014, 16:37 WIB
Tim Duta Seni dan Misi Kebudayaan Pelajar Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menampilkan tari Topeng Ireng Gugur Gunung di New England Indonesian Festival, Sabtu (13/9/2014), di Copley Square, Boston, Amerika Serikat. KOMPAS/SONYA HELLEN SINOMBORTim Duta Seni dan Misi Kebudayaan Pelajar Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menampilkan tari Topeng Ireng Gugur Gunung di New England Indonesian Festival, Sabtu (13/9/2014), di Copley Square, Boston, Amerika Serikat.
EditorI Made Asdhiana
BOSTON, KOMPAS — Pertunjukan seni dan budaya Nusantara menjadi pintu masuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di dunia internasional, seperti yang terlihat dalam New England Indonesian Festival 2014 yang berlangsung di Kota Boston, Amerika Serikat, Sabtu (13/9/2014). Ratusan warga Boston dan sekitarnya, serta warga negara Indonesia yang tinggal di Boston, menyaksikan pertunjukan seni tradisi dari berbagai daerah di Tanah Air.

Pertunjukan seni tradisi dari tim Duta Seni dan Misi Kebudayaan Pelajar Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang diundang mengisi acara tersebut, memukau penonton dengan berbagai tarian, salah satunya tari Topeng Ireng Gugur Gunung.

Tarian yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat di lereng Gunung Merapi dan Merbabu ini dibawakan oleh 18 pelajar dengan kostum bernuansa etnik. Mereka mendapat sambutan meriah dari penonton yang memenuhi Copley Square, Boston.

Wartawan Kompas, Sonya Hellen Sinombor, melaporkan, acara yang dibuka Konsul Jenderal RI di Boston Ghafur Akbar Dharmaputra dan dihadiri Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar RI untuk Amerika Serikat Haryo Winarso berlangsung pada Sabtu mulai sekitar pukul 11.00 hingga pukul 19.00 waktu setempat.

Selain pertunjukan tarian dan musik Nusantara, festival yang digagas mahasiswa Indonesia di Boston yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) ini juga menampilkan berbagai kuliner Nusantara di sekitar tempat pertunjukan.

”Copley Square adalah tempat bergengsi seperti di Monas Jakarta karena ini pusat kota. Pemerintah kota ini memberikan izin buat pentas orang asing merupakan sesuatu yang hal yang luar biasa,” ungkap Ghafur.

Apresiasi yang sama juga disampaikan Haryo. Menurut Haryo, pertunjukan seni menjadi ajang promosi untuk Indonesia. Melalui seni, orang asing menjadi tahu lebih jauh tentang Indonesia dan akhirnya tertarik berkunjung ke Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gemma Ivana Miranda, penggagas New England Indonesian Festival, menyatakan, misi mahasiswa menampilkan seni pertunjukan budaya Indonesia karena melihat banyak orang Indonesia tinggal dan sekolah di Boston dan sekitarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata ke Rawa Pening, Bersih dari Encek Gondok dan Ada Pentas Tari

Wisata ke Rawa Pening, Bersih dari Encek Gondok dan Ada Pentas Tari

Travel Update
Punya Pantai Indah, Desa Wisata Ngilngof Cocok untuk Sport Tourism

Punya Pantai Indah, Desa Wisata Ngilngof Cocok untuk Sport Tourism

Travel Update
Janji Sandiaga di Desa Wisata Ngilngof Maluku: Perbaikan Jaringan Internet

Janji Sandiaga di Desa Wisata Ngilngof Maluku: Perbaikan Jaringan Internet

Travel Update
Berkunjung ke Kos-kosan Pelajar yang Kini Museum Sumpah Pemuda

Berkunjung ke Kos-kosan Pelajar yang Kini Museum Sumpah Pemuda

Jalan Jalan
Rute Tercepat Menuju Desa Wisata Nusa Aceh Besar dari Bandara

Rute Tercepat Menuju Desa Wisata Nusa Aceh Besar dari Bandara

Jalan Jalan
Wisata Keraton Yogyakarta Sudah Buka, Ini Syarat Berkunjungnya

Wisata Keraton Yogyakarta Sudah Buka, Ini Syarat Berkunjungnya

Travel Update
Antigen 1x24 Jam Masih Jadi Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh, Kapal, dan Bus Antarkota

Antigen 1x24 Jam Masih Jadi Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh, Kapal, dan Bus Antarkota

Travel Update
Tes PCR untuk Naik Pesawat Boleh 3x24 Jam

Tes PCR untuk Naik Pesawat Boleh 3x24 Jam

Travel Update
Fasilitas Wisata di Desa Wisata Nusa Aceh Besar, Ada Becak dan Homestay

Fasilitas Wisata di Desa Wisata Nusa Aceh Besar, Ada Becak dan Homestay

Jalan Jalan
Cerita Perajin di Desa Wisata Arborek Raja Ampat yang Terdampak Pandemi

Cerita Perajin di Desa Wisata Arborek Raja Ampat yang Terdampak Pandemi

Travel Update
4 Koleksi Menarik Museum Sumpah Pemuda, Ada Biola W.R. Supratman

4 Koleksi Menarik Museum Sumpah Pemuda, Ada Biola W.R. Supratman

Jalan Jalan
Wisata Raja Ampat Sudah Buka, tapi Kunjungan Masih Sepi

Wisata Raja Ampat Sudah Buka, tapi Kunjungan Masih Sepi

Travel Update
Paket Wisata ke Raja Ampat Mahal, Ini Kata Sandiaga

Paket Wisata ke Raja Ampat Mahal, Ini Kata Sandiaga

Travel Update
7 Cara Memilih Durian yang Sudah Matang, Manis, dan Banyak Daging

7 Cara Memilih Durian yang Sudah Matang, Manis, dan Banyak Daging

Travel Tips
Boneka Squid Game Muncul di Seoul Korea Selatan, Jadi Daya Tarik Wisatawan

Boneka Squid Game Muncul di Seoul Korea Selatan, Jadi Daya Tarik Wisatawan

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.