Lebih Baik Ditolak Cinta daripada Ditolak Visa

Kompas.com - 19/09/2014, 08:17 WIB
Ilustrasi visa Jepang. ShutterstockIlustrasi visa Jepang.
|
EditorI Made Asdhiana

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Pernah ditolak cinta? Sakitnya seperti ditonjok Mike Tyson, sang petinju yang pukulan “hook”-nya mampu meng-KO-kan lawan. Bagaimana kalau ditolak visa? Ya kurang lebih sama juga begitu rasanya.

Bila ditolak, kita biasanya langsung menyalahkan kedutaan besarnya atau petugasnya. Mulai dari tuduhan pelit, belagu, tidak sopan dan tuduhan negatif lainnya. Padahal tidak selalu begitu.

Setiap negara pasti memiliki alasan dan pertimbangan sendiri dalam memberikan izin masuk bagi orang asing, termasuk izin liburan bagi para turis asing. Satu lagi yang mungkin saja terjadi adalah syarat administrasi yang tidak lengkap. Ditambah lagi syarat non administrasi yang dinilai tidak memadai. Nah, kalau yang terakhir jelas salah diri kita sendiri.

Berikut beberapa tips mengajukan visa bagi yang ingin liburan ke luar negeri:

1. Perhatikan syaratnya baik–baik dan penuhi semua syarat yang ditentukan. Setiap negara memiliki syarat pengajuan visa turis masing-masing. Misalnya: ada yang butuh bukti rekening tabungan, ada yang butuh bukti pembelian tiket pesawat dan pemesanan hotel, ada yang butuh surat jaminan dari perusahaan tempat kita bekerja, dan lain sebagainya. Semua tergantung negara yang dituju. Kalau ada syarat yang tidak dipenuhi, dijamin baru sampai loket pun langsung ditolak.

2. Terkait syarat, perhatikan hal kecil. Jangan sampai sudah kerja keras memenuhi syarat tetapi salah. Misalnya ukuran pas foto visa biasanya berbeda dengan ukuran pas foto biasa. Termasuk warna latar belakang pas foto. Makanya ada toko cetak foto yang menawarkan layanan khusus foto visa. Otomatis toko cetak foto ini akan mengerti ukuran dan warna latar belakang pas foto sesuai visa negara yang dituju. Di Jakarta, toko–toko ini mudah di temui di Jalan Sabang.

Termasuk juga alamat tempat mengajukan visa. Beberapa negara memiliki kantor tersendiri di luar kantor kedutaan besar dalam mengurus hal pengajuan visa misalnya Inggris dan China.

3. Bayarlah biaya visa di jalur yang resmi dan benar. Bila melalui rekening, perhatikan dengan benar nama bank beserta kantor cabang yang ditunjuk kalau ada dan nomor rekeningnya. Beberapa negara memiliki formulir dan tanda bukti pembayaran tersendiri yang hanya dikeluarkan oleh kantor cabang bank tertentu. Simpan baik–baik formulir dan tanda bukti pembayaran sebagai bukti yang diajukan saat wawancara atau pengajuan visa.

4. Bagian yang tak kalah pentingnya adalah saat wawancara dengan petugas kedutaan besar. Anggap saja wawancara kerja. Pastikan berpakaian yang pantas, sopan dan bersikap baik. Terpenting adalah jangan tunjukkan sikap ragu. Pahami bahwa petugas butuh diyakinkan bahwa data yang kita berikan tidak bohong.

Hal selanjutnya yang dibutuhkan petugas adalah jaminan bahwa kita tidak akan menjadi warga negara ilegal di negaranya. Jadi kita harus meyakinkan mereka bahwa kita pasti akan pulang ke Indonesia sesuai rencana yang diajukan. Kalau kita bisa meyakinkan petugas maka dijamin visa pasti akan diberikan.

5. Cari informasi sebanyak–banyaknya tentang pengajuan visa ke negara tujuan. Hal kecil kadang sangat membantu. Misalnya: setiap hari kedutaan Amerika Serikat dibanjiri ratusan pengajuan visa turis maupun jenis visa lainnya. Makanya antreannya biasa dimulai dari pukul 6 pagi. Kalau kita baru antre siang hari maka kita bisa menghabiskan waktu seharian hanya untuk antre.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X