Kompas.com - 20/09/2014, 08:15 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu yang dikenal dari Melbourne yaitu kopi yang sudah melegenda. Di sana, budaya minum kopi menjadi salah satu bagian dari sejarahnya. Tak ingin budayanya hilang, kedai kopi di sana berlomba-lomba untuk terus memperkenalkan bukan hanya di negeriya sendiri, tetapi juga di mata internasional.

Kedai kopi yang sudah cukup melegenda di sana adalah St. Ali. Berkomitmen untuk terus memperkenalkan kopi racikan Melbourne, tim dari St. Ali rutin mengadakan tur keliling dunia. Kebetulan, Indonesia menjadi salah satu tujuan pada agenda tunya kali ini.

“Tur kami di Jakarta yang diselenggarakan 11 hingga 17 September mendapat sambutan baik dari barista-barista di Jakarta, industri dengan bahan dasar kopi mulai terbangun dengan baik. Terlihat dari antusiasme yang ikut serta dalam acara tersebut,” ungkap Matt Perger ditemui di Jakarta, Selasa (16/9/2014) lalu.

Matt Perger adalah Direktur Kopi St. Ali yang telah meraih banyak penghargaan nasional maupun internasional. Pada kesempatan itu, ia juga menyajikan satu gelas espresso dengan latte art berupa pola daun di bagian atas. “Melbourne memang tak dapat lepas dari bahasan seputar kopi. Bahasan ini terlalu melekat. Sebenarnya banyak hal yang mempengaruhi soal budaya kopi di Melbourne. Pengaruh orang-orang yang datang dan tinggal di Melbourne, seperti Italia, Kenya sampai Kolombia,” ungkapnya.

Dahulu, Matt bingung mengapa kopi terasa pahit. Saat mendalami dunianya sebagai barista baru lah ia mengetahui bahwa kopi di tiap daerah atau negara memiliki cita rasa yang unik dan berbeda-beda. “Misalnya saja kopi dari Kenya, ada cita rasa buah-buahan dalam kopinya. Lalu kekinian, saya mulai suka berinovasi. Kopi yang saya racik, sekali waktu saya mix dengan sirup atau buah-buahan untuk menyempurnakan rasanya. Tapi tetap untuk racikan signature adalah espresso. Pahit dan aromanya begitu khas,” jelasnya.

“Asal jangan dicampur dengan ikan ya,” canda pemilik kedai kopi St.Ali, Salvatore Malatesta yang turut bergabung dengan meja dimana Matt berada.

Begitu lah perkembangan dan inovasi kopi di Melbourne. Bahkan, istilah di dunia kopi seperti cold drips, aero-press dan cupping kini telah menjadi kata-kata yang menyatu danfamiliar digunakan dalam bahasa keseharian di sana, perlakuan pada kopi pun sudah menjadi setara dengan perlakuan khusus layaknya anggur atau wine.

Begitu pun kesibukan sang barista, begitu berkembangnya industri kopi, membuat Matt punya kesibukan yang luar biasa.. “Matt ini seperti James Bond-nya kopi, sangat dicari di sana. Tentu saja, ia jadi sangat sibuk,” ungkap Salvatore terkekeh.

Seiring dengan kedatangan tim dari St. Ali yang bermaksud memperkenalkan kopi khas Melbourne, mereka juga bersosialisasi mengenai Melbourne Food & Wine Festival yang akan diselenggarakan 27 Februari hingga 15 Maret 2015 mendatang. Pesta kuliner ini merupakan agenda tahunan yang berfokus pada industri makanan dan anggur. Kalau Anda sempat untuk mengunjungi Melbourne pada waktu-waktu tersebut, jangan lupa juga mencicipi kopinya yang melegenda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesongo Transit Point, Indahnya Rawa Pening dan Sejuknya 38.000 Tanaman

Kesongo Transit Point, Indahnya Rawa Pening dan Sejuknya 38.000 Tanaman

Jalan Jalan
Pengunjung TN Komodo Dibatasi, Wisata Labuan Bajo Akan Dioptimalkan

Pengunjung TN Komodo Dibatasi, Wisata Labuan Bajo Akan Dioptimalkan

Travel Update
Rute ke Pantai Pasir Putih PIK 2, Tidak Jauh dari Pantai Indah Kapuk 1

Rute ke Pantai Pasir Putih PIK 2, Tidak Jauh dari Pantai Indah Kapuk 1

Travel Tips
9 Pulau di Taman Nasional Komodo, Kunjungi Saat Liburan ke Sana

9 Pulau di Taman Nasional Komodo, Kunjungi Saat Liburan ke Sana

Jalan Jalan
5 Wisata Surabaya Seperti Jepang dan China, Cocok untuk Liburan

5 Wisata Surabaya Seperti Jepang dan China, Cocok untuk Liburan

Jalan Jalan
Unik, Ada Lukisan Sawah Bung Karno di Bergas Lor Kabupaten Semarang

Unik, Ada Lukisan Sawah Bung Karno di Bergas Lor Kabupaten Semarang

Travel Update
Rute ke Bandara Adi Soemarmo yang Ternyata Bukan di Kota Solo

Rute ke Bandara Adi Soemarmo yang Ternyata Bukan di Kota Solo

Travel Tips
Batik Air Resmikan Rute Medan Kualanamu-Singapura Mulai 1 Juli 2022

Batik Air Resmikan Rute Medan Kualanamu-Singapura Mulai 1 Juli 2022

Travel Update
Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Jalan Jalan
Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Travel Update
Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Jalan Jalan
Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Travel Tips
Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Jalan Jalan
Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Travel Tips
Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.