Kompas.com - 20/09/2014, 17:03 WIB
Wisatawan mengunjungi lokasi wisata Pura Ulu Watu, Bali, Selasa (1/1/2011). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Wisatawan mengunjungi lokasi wisata Pura Ulu Watu, Bali, Selasa (1/1/2011).
EditorNi Luh Made Pertiwi F
WISATAWAN dari Tiongkok menjadi pasar paling menjanjikan di dunia. Tahun lalu, Indonesia baru kebagian jatah belum sampai satu persennya. Maskapai penerbangan pun masih belum gencar meliriknya. Kenapa?

Penerbangan ke Tiongkok ternyata menuai berkah bagi Siriwijaya Air. Walaupun pemasukannya masih kecil, hanya 10-15 persen, tapi belasan persen masukan dalam dolar AS itu dirasakan maskapai penerbangan tersebut sebagai kontribusi positif untuk  memberi “napas” bagi operasinya.

Cerita Toto Nursatyo, Direktur Komersial Sriwijaya Air, ketika akhir tahun lalu perusahaannya nyaris kolaps, salah satu solusinya adalah terbang ke Tiongkok. Sudah lama ide untuk terbang ke kota-kota di Tiongkok itu diutarakan, bahkan sempat disurvei. Namun ketika krisis itulah gairahnya muncul.

“Ketika mulai, semua orang ragu. Lagi kondisi begini kok buka rute baru? Siapa yang percaya? Ini perjuangan yang tak mudah untuk meyakinkan teman-teman,” ujarnya.

Kemudian Sriwijaya terbang juga ke Tiongkok, setelah mendapatkan mitra kerja yang dapat menjamin bahwa pesawat bakal terisi penumpang dalam sebulan, bahkan sang mitra pun bisa membayar di muka.

“Kami bantu mitra dari China (Tiongkok) itu untuk mendapatkan partner di dalam negeri,” tutur Toto.

Sriwijaya Air tidak terbang ke Beijing, Shanghai, atau Guangzhou, apalagi Hong Kong. Penerbangannya juga bukan reguler, tapi carter-reguler, untuk menjajagi pasarnya dulu. Penerbangan yang mulai dibuka pada 22 Januari 2014 itu beroperasi dari Denpasar ke kota Hangzhou, Ningbo, dan Chengdu.

Tiga bulan pertama penerbangan ini sukses, sehingga Sriwijaya memperpanjang izinnya ke Ditjen Perhubungan Udara untuk tiga bulan berikutnya. Bahkan pada pertengahan Juli lalu menambah kota tujuan ke Chongqing dan Changsa serta pada Agustus lalu ke Xiamen dan Zhenzhou. “Penerbangan carter-reguler itu kami perpanjang, sambil mengurus izin untuk jadi penerbangan reguler murni,” ujar Toto.

Rupanya bukan cuma Sriwijaya yang mengoperasikan carter-regular-flight ke kota-kota di Tiongkok “yang belum kita kenal” itu. Citilink, anak perusahaan Garuda Indonesia, pun terbang rute Denpasar-Chongqing, sejak awal tahun ini. Menurut Beny Butar-butar, VP Communication Citilink, agen perjalanan dari Tiongkok minta penambahan frekuensi karena penumpang makin banyak.

“Kalau dijadikan regular flight belum, tapi opsi itu semakin terbuka lebar dengan semakin penuhnya penumpang setiap penerbangan,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Paket Piknik di Bromo dan Cara Pesannya

Harga Paket Piknik di Bromo dan Cara Pesannya

Jalan Jalan
Piknik Lesehan di Bromo, Sarapan Outdoor dengan Pemandangan Indah Gunung Bromo

Piknik Lesehan di Bromo, Sarapan Outdoor dengan Pemandangan Indah Gunung Bromo

Jalan Jalan
AirAsia Buka Lagi Rute Surabaya-Lombok, Permudah Mobilitas Masyarakat

AirAsia Buka Lagi Rute Surabaya-Lombok, Permudah Mobilitas Masyarakat

Travel Promo
Bandara Halim Tutup Sementara, Batik Air dan Wings Air Sesuaikan Operasional

Bandara Halim Tutup Sementara, Batik Air dan Wings Air Sesuaikan Operasional

Travel Update
20 Maskapai Terbaik Dunia Versi World Airline Awards, Ada Garuda Indonesia

20 Maskapai Terbaik Dunia Versi World Airline Awards, Ada Garuda Indonesia

Jalan Jalan
Akuarium di California Gelar Pameran Hewan Laut Dalam yang Langka

Akuarium di California Gelar Pameran Hewan Laut Dalam yang Langka

Travel Update
Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan Damar

Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan Damar

Jalan Jalan
Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai 24 Januari 2022

Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai 24 Januari 2022

Travel Update
7 Restoran di Bogor, Pas untuk Dinner Romantis Bersama Pasangan

7 Restoran di Bogor, Pas untuk Dinner Romantis Bersama Pasangan

Travel Promo
15 Wisata Pantai Terkenal Yogyakarta dengan Panorama Indah

15 Wisata Pantai Terkenal Yogyakarta dengan Panorama Indah

Jalan Jalan
Beda Fasilitas First Class dan Business Class di Pesawat yang Hampir Mirip

Beda Fasilitas First Class dan Business Class di Pesawat yang Hampir Mirip

Travel Tips
Produk Lokal Labuan Bajo Diupayakan Bisa Masuk Hotel dan Restoran

Produk Lokal Labuan Bajo Diupayakan Bisa Masuk Hotel dan Restoran

Travel Update
Spanyol Wajibkan Vaksin Booster untuk Turis Asing Mulai Februari

Spanyol Wajibkan Vaksin Booster untuk Turis Asing Mulai Februari

Travel Update
Kebun Binatang Ini Jadikan Kecoak sebagai Promo Valentine

Kebun Binatang Ini Jadikan Kecoak sebagai Promo Valentine

Jalan Jalan
Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.