Wisata Kapal Pesiar Bidik Indonesia

Kompas.com - 25/09/2014, 16:03 WIB
Sejumlah wisatawan asing tiba di Tanjung Emas Semarang dengan menggunakan kapal pesiar MV Sea Princes, Senin (11/8/2014). Sebanyak 1900 wisatawan asing dari Singapura melakukan perjalanan ke Indonesia meliputi Lombok, Makassar, Semarang, dan Bali. TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTYAWANSejumlah wisatawan asing tiba di Tanjung Emas Semarang dengan menggunakan kapal pesiar MV Sea Princes, Senin (11/8/2014). Sebanyak 1900 wisatawan asing dari Singapura melakukan perjalanan ke Indonesia meliputi Lombok, Makassar, Semarang, dan Bali.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS — Indonesia dibidik sebagai pasar potensial kapal pesiar segmen premium dan mewah. Industri kapal pesiar multinasional Prestige Cruise Holdings Inc memperkenalkan kapal pesiar Oceania Cruises dan Regent Seven Seas Cruises untuk segmen kelas atas.

Director of International Sales Asia Prestige Cruise Holdings Inc Constance Seck, Rabu (24/9/2014), di Jakarta, mengatakan, Indonesia adalah pasar yang terus tumbuh. Tren wisatawan kapal pesiar mewah terus bertumbuh, terutama yang menginginkan wisata yang unik, privasi, dan prestisius.

”Pasar Indonesia sangat potensial untuk wisata kapal pesiar mewah. Kami menargetkan pertumbuhan wisatawan asal Indonesia mencapai 20 persen tahun ini,” katanya.

Sebagai gambaran, tarif kapal pesiar Oceania Cruises berkisar 250-350 dollar AS atau Rp 2,994 juta-Rp 4,191 juta per orang per hari. Adapun tarif Regent Seven Seas sekitar 650 dollar AS atau sekitar Rp 7,784 juta per orang per hari.

”Beberapa konsumen Indonesia bahkan memesan suite room yang tarifnya mencapai 30.000 dollar AS per orang per paket wisata,” katanya.

Tujuan wisata kapal pesiar yang selama ini banyak dipilih wisatawan Indonesia adalah Laut Hitam, Mediterania, perairan sekitar Eropa, dan Alaska.

Pelayaran yang banyak dipilih adalah rute pendek berkisar 7-9 hari. Namun, beberapa konsumen mulai melirik tur keliling dunia dengan kapal pesiar yang berlangsung sampai 180 hari.

Meski demikian, pemesanan wisata kapal pesiar oleh wisatawan Indonesia masih tersebar melalui agen-agen perjalanan asing, di antaranya Australia dan Singapura. Hal itu membuat pihaknya sulit mendata jumlah seluruh wisatawan kapal pesiar mewah asal Indonesia.

General Manager Citystate Cruises Koh Chong Wee mengemukakan, industri jasa kapal pesiar mewah di Asia terus berkembang dengan pertumbuhan kapasitas berkisar 30-40 persen dibandingkan tahun lalu.

Ada kecenderungan konsumen mengawali perjalanan wisata kapal pesiar ukuran kecil dan secara bertahap beralih ke kapal pesiar besar dengan tujuan wisata yang lebih beragam.

Sejauh ini industri kapal pesiar mewah itu belum melayani destinasi wisata di Indonesia karena keterbatasan pelabuhan di Indonesia.

Kapal pesiar Oceania Cruises terdiri atas 5 jenis kapal dengan kapasitas penumpang 684-1.250 orang. Regent Seven Seas terdiri atas 3 jenis kapal dengan kapasitas penumpang 490-700 orang.

Sektor pariwisata Indonesia pada semester I-2014 (Januari-Juli) tumbuh 9,37 persen dibandingkan periode sama 2013. Hal itu antara lain terlihat dari kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 5,3 juta orang dan wisatawan Nusantara 107 juta perjalanan. (LKT)

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X