Kompas.com - 26/09/2014, 14:52 WIB
Oryx Beef 1 m, menu andalan Oryx Bostro. Daging sepanjang satu meter, yang dihidangkan bersama saus kacang KOMPAS.com/SRI NOVIYANTIOryx Beef 1 m, menu andalan Oryx Bostro. Daging sepanjang satu meter, yang dihidangkan bersama saus kacang
|
EditorI Made Asdhiana

TANGERANG, KOMPAS.com – Susah sekali mencari tempat makan nyaman di kawasan Bandara Soekarno Hatta. Keadaan bandara yang sibuk, lebih banyak diisi oleh restoran cepat saji yang terkenal praktis dengan tempat seadanya. Kalau Anda sedang menunggu penerbangan lanjutan yang cukup lama, mungkin restoran satu ini bisa menjadi alternatif.

Oryx Bistro, yang kemudian bisa menjadi alternatif bagi mereka yang menginginkan pengalaman makan baru dengan suasana yang cozy tetapi nyaman seperti rumah. Letaknya berada di kawasan Aeropolis, tak begitu jauh dari mulut M1 Gate Bandara Internasional Soekarno Hatta. Hanya sekitar 500 meter dan dapat ditempuh hanya dengan lima menit bila berkendara ke arah Tangerang.

Oryx Bistro memang didesain selayaknya gudang yang berada di dalam rumah, interiornya lebih didominasi oleh dinding-dinding yang sengaja tidak diplester atau pun cat. Jajaran batu bata merah dan batu granit besar menjadi pemandangan yang mengingatkan pengunjung selayaknya berada di rumah. Di bagian atap, ada banyak bohlam kuning sebagai penerang sedang bagian belakangnya diisi oleh dinding panjang yang ditutupi kaca dengan tambahan kayu yang disusun secara acak. Kalau melihatnya dari jauh sekilas seperti korek api kayu yang susunannya tak teratur tapi artistik.

Masuk ke dalam bistro ini, pengunjung akan dihadapkan langsung dengan bar yang berada tepat di depan dapur terbukanya. Unik, pengunjung dapat melihat betapa sibuknya aktivitas di dapur saat ada pesanan masuk.

Karena lokasinya dekat dengan bandara, Benny Budhijanto, selaku Food & Beverage Consultant Oryx Bistro, menyisipkan banyak bingkai-bingkai berisi gambar pramugari dan pilot pada dinding bistronya. “Gunanya untuk membangun suasana saja, ada gambar pramugari dari era 60-an dan 80-an,” kilasnya.

“Segala desain yang kita buat memang dikonsepkan seperti layaknya di rumah atau gudang lebih tepatnya. Kenapa, karena target kami adalah mereka yang memang sedang jauh dari rumah. Misalnya saja, pilot atau pun pramugari karena dekat sini ada beberapa mes maskapai. Target lain adalah mereka yang memang bekerja d sekitar sini hingga kawasan bandara, dan satu lagi target istimewa, ialah turis yang memang sedang menunggu penerbangan lanjutan,” ungkap Benny.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Oryx Bistro, berada di kawasan Aeropolis

Bistro yang sudah dibuka sejak bulan Mei ini memang lebih banyak dikunjungi oleh turis, pilihan menu yang beragam, membuatnya cocok di lidah banyak orang. “Turis bukan hanya mereka yang menunggu keberangkatan untuk penerbangan lanjutan tapi juga ada yang menginap di hotel atau apartemen dekat sini. Uniknya walaupun kami menyediakan menu western, turis banyak yang mencoba menu Asia. Bisa dilihat, 60 persen dari jumlah pengunjung kita adalah turis dan mereka lebih suka menu-menu Asia,” tutur Benny.

Menu Andalan

Berkenalan dengan menu Oryx Bistro, maka pengunjung juga akan mengenal siapa lakon di belakangnya. Dialah Jordan Oemartha, Executive Chef Oryx Bistro. Senyumnya ramah, perawakannya supel. Jordan sering menyambangi meja pengunjung bila tak banyak pesanan. Terkadang hanya meminta komentar atau bahkan memberi bonus hidangan spesial gratis.

“Pernah ada tamu dari Spanyol, tiga orang. Mereka sedang menunggu penerbangan lanjutan makanya ke sini, lalu di sela-sela mereka makan Chef Jordan bawa hidangan spesial, daging cacah ala Spanyol dan mereka suka dan berujung pada foto bersama dengan staf. Kami rasa ini lah sapaan baik dari kami. Mereka memang tidak sempat ke Jakarta, jantungnya Indonesia tapi setidaknya dengan ke sini mereka tahu kalau Indonesia begitu ramah,” ujar Benny.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.