Kompas.com - 27/09/2014, 17:42 WIB
EditorI Made Asdhiana

Rifda Amalia, salah seorang perupa dari Jawa Barat, menyatakan, penggunaan tinta dari minyak dapat mencegah tingginya daya serap kulit kayu. Selain itu, lanjutnya, gunakanlah kuas berukuran kecil sehingga mudah menggambar di atas kulit kayu yang berbahan kasar itu.

Sempat hilang

Korry Ohe, salah satu tokoh masyarakat di Asei, menuturkan, tradisi melukis motif di atas kulit kayu telah dimulai sejak tahun 1600. Pada waktu itu, kulit kayu dari pohon bernama kombouw menjadi pakaian khas masyarakat. Mereka pun melukis kulit kayu tersebut dengan motif-motif yang memiliki makna tertentu. Tinta yang digunakan berasal dari arang, kapur sirih, dan bubuk batu kapur merah.

”Terdapat 10 motif yang masih bertahan hingga saat ini, di antaranya Yoniki, Fouw, Aye Mehele, O Mane-Mane, Aye Menggey Iuwga, Kheleauw, Khaley, Kino, dan Kheyka. Yoniki merupakan motif yang paling tertinggi karena melambangkan keperkasaan para ondofolo atau tetua adat,” papar pria berusia 54 tahun itu.

Ia mengungkapkan, kebudayaan tersebut sempat hilang pada akhir tahun 1800 karena masuknya peradaban baru. ”Masyarakat telah meninggalkan kulit kayu sebagai pakaian pada masa masuknya injil ke tanah Papua. Akibatnya, seni lukis motif pun terlupakan,” ujar Korry.

Korry juga mengungkapkan, berkat sosialisasi yang terus digalakkan dua antropolog dari Universitas Cenderawasih, Arnold Ap dan Danielo Ayemiseba, masyarakat kembali menekuni tradisi melukis tersebut pada 1975. Akhirnya, tradisi itu kembali diajarkan dan ditularkan kepada anak-anak di Asei sejak duduk di bangku sekolah dasar sehingga kelak saat dewasa bisa menjadikan keterampilan itu sebagai pegangan hidup.

Kepala Seksi Pengumpulan dan Perawatan Koleksi Negara Galeri Nasional Indonesia Sumarmin, yang turut mengikuti rombongan para perupa, menuturkan, seni melukis motif di atas kulit kayu merupakan salah satu tradisi yang langka di dunia. Alasannya, tradisi tersebut memanfaatkan kearifan lokal dan menggunakan hasil hutan sebagai media untuk berekspresi dalam melukis.

”Kami akan berupaya untuk memperjuangkan tradisi ini sebagai salah satu warisan dunia dari Indonesia,” ujar Sumarmin.

Budaya dan potensi wisata di Papua dan Papua Barat pun tampil dalam Kompas Travel Fair yang berlangsung di Jakarta Convention Centre, mulai Jumat (26/9/2014) hingga Minggu. Wilayah ini memang pantas dikunjungi saat liburan. (Fabio M Lopes Costa)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tempat Foto Pre-wedding Maudy Ayunda, Ini Pesona Bukit Wairinding di Sumba

Tempat Foto Pre-wedding Maudy Ayunda, Ini Pesona Bukit Wairinding di Sumba

Jalan Jalan
Mesut Özil ke Indonesia, Sandiaga Harapkan Ini untuk Pariwisata

Mesut Özil ke Indonesia, Sandiaga Harapkan Ini untuk Pariwisata

Travel Update
Sandiaga: Viralnya Rowo Bayu Bisa Bantu Kembangkan Wisata Banyuwangi

Sandiaga: Viralnya Rowo Bayu Bisa Bantu Kembangkan Wisata Banyuwangi

Travel Update
Rute ke Air Terjun Kapas Biru dari Malang, Bisa Naik Bus Umum

Rute ke Air Terjun Kapas Biru dari Malang, Bisa Naik Bus Umum

Travel Tips
Jabodetabek PPKM Level 1, Kapasitas Mal hingga Bioskop 100 Persen

Jabodetabek PPKM Level 1, Kapasitas Mal hingga Bioskop 100 Persen

Travel Update
8 Tempat Trekking di Sentul Bogor, Bisa Buat Anak dan Keluarga

8 Tempat Trekking di Sentul Bogor, Bisa Buat Anak dan Keluarga

Jalan Jalan
Fasilitas Bangsring Underwater Banyuwangi, Bisa Renang dengan Hiu 

Fasilitas Bangsring Underwater Banyuwangi, Bisa Renang dengan Hiu 

Jalan Jalan
Jembatan Gantung Terpanjang Dunia, Capai 721 Meter di Republik Ceko 

Jembatan Gantung Terpanjang Dunia, Capai 721 Meter di Republik Ceko 

Travel Update
5 Negara Sumbang Kunjungan Turis Asing Terbanyak di Bali

5 Negara Sumbang Kunjungan Turis Asing Terbanyak di Bali

Travel Update
Wisata Cuntel: Mau Glamping, Agrowisata, atau Sekadar Cuci Mata di Lereng Merbabu, Bisa!

Wisata Cuntel: Mau Glamping, Agrowisata, atau Sekadar Cuci Mata di Lereng Merbabu, Bisa!

Jalan Jalan
6 Persiapan Trekking buat Pemula, Jangan Langsung Berangkat

6 Persiapan Trekking buat Pemula, Jangan Langsung Berangkat

Travel Tips
Lokasi Syuting KKN di Desa Penari: Wisata Batu Kapal di Bantul, Yogyakarta

Lokasi Syuting KKN di Desa Penari: Wisata Batu Kapal di Bantul, Yogyakarta

Jalan Jalan
Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Jalan Jalan
Pemerintah Dorong Maskapai Asing Tambah Penerbangan ke Indonesia

Pemerintah Dorong Maskapai Asing Tambah Penerbangan ke Indonesia

Travel Update
Bukit Golo Geleng NTT, Tempat Nikmati Matahari Terbit dari Ketinggian

Bukit Golo Geleng NTT, Tempat Nikmati Matahari Terbit dari Ketinggian

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.