Kompas.com - 29/09/2014, 09:12 WIB
Korean Barbeque lengkap dengan Kimchi di The Cafe, Hotel Mulia, Jakarta. KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMANKorean Barbeque lengkap dengan Kimchi di The Cafe, Hotel Mulia, Jakarta.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Mewujudkan mimpi itu dimulai dari satu langkah kecil. Benar sekali. Nah, mimpi keliling dunia juga dimulai dari langkah kecil kaki kita ke The Cafe di Hotel Mulia, Jakarta. Di  restoran ini para tamu bisa mencicipi makanan yang berasal dari banyak belahan dunia. Setidaknya buffet-buffetnya berasal dari 5 benua besar di dunia. Ada buffet Asia mulai makanan Indonesia, China termasuk buffet khusus makanan Jepang. Ada juga buffet menu barat atau western. Makanan India juga tersedia. 

The Cafe juga menyediakan meja khusus untuk salad dan makanan penutup termasuk es krim yang dibuat sendiri oleh The Cafe. Tak ketinggalan yang terbaru adalah cheese corner atau pojokan keju. Tempatnya memang pas dipojokan restoran. Disini tersedia berbagai macam keju dari berbagai belahan dunia, terutama dari kawasan Eropa yang memang wilayah produksi kejunya tinggi.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Mi Tarik Hongkong atau La Mien di The Cafe, Hotel Mulia, Jakarta. Minya sehat bikinan sendiri.

“Kami melakukan survei internal terhadap para tamu, hasilnya ada 5 makanan paling favorit di restauran ini”, kata Adeza Hamzah, humas Hotel Mulia. Kelima makanan yang favorite adalah Sate Maranggi, Roti Naan, Daging Barbeque ala Korea, Mie Tarik Hongkong atau La Mien dan Surabi Solo. “Nggak nyangka lho makanan Indonesia jadi banyak favoritnya tamu disini”, ujar Adeza.

Dari kelima makanan yang paling favorit, Kompas.com merekomendasikan Mi Tarik Hongkong atau La Mien. Mungkin saja dipengaruhi lidah Asia yang biasa pedas dan sup panas, kuah Mi Tarik Hongkong di The Cafe rempahnya terasa sedap. Tidak terlalu tajam tetapi pas dipadu dengan kaldunya. Tamu bisa memilih kuah pedas atau biasa. Apalagi disantap dengan daun ketumbar membuat suapan dari Mi Tarik Hongkong ini menjadi segar. Bikin melek mata kalau kata orang.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Sate Maranggi, makanan favorit di The Cafe, Hotel Mulia, Jakarta.

Salah satu rahasia enaknya Mi tarik Hongkong ini adalah mi-nya dibikin sendiri. “Juru masaknya kami datangkan langsung dari China. Dia adalah ahli membuat mi," kata Adeza. Tekstur mi-nya lembut sekali dan tidak menimbulkan aroma tepung di mulut. Yang jelas tidak membuat begah di perut. Para tamu juga bisa melihat langsung proses pembuatan mi di buffet-nya.

Bagi penggemar daging, 2 makanan yang paling favorit adalah Sate Maranggi dan Daging Barbeque ala Korea.  Secara umum bumbu di kedua makanan ini enaknya masih secara umum saja tapi kualitas dagingnya bisa dirasa adalah daging kwalitas premium atau kwalitas kelas atas. Jadi walau bumbunya tidak maksimal tetap terasa legit dan nikmat dikunyah karena dagingnya terasa segar dan manis. Salah satu tips menikmati kedua makanan ini disantap disaat masih panas dan baru kelar dari panggangan.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Roti Naan khas India yang dipadukan dengan keju dan bawang putih di The Cafe, Hotel Mulia, Jakarta.

The Cafe patut diapresiasi keberaniannya meracik makanan ala fusion. Salah satu fusion yang masuk jejeran makanan favorit adalah Roti Naan. Naan ini adalah roti khas India. Bentuk aslinya adalah tipis dan sedikit kering. Aromanya khas tepung dengan sedikit campuran rempah khas India yang dipanggang di atas panggangan tradisional. Panggangannya ditaruh di atas kompor tradisional yaitu bara api bukan minyak tanah atau gas. Cara memasak ini yang membuat Naan menjadi khas.

Bila biasanya Roti Naan dimakan bersama kari, The Cafe berani mencampurnya dengan makanan khas Eropa sebagai dagingnya yaitu keju, keju bawang putih, dan cokelat.  Jadilah bentuknya seperti pizza ala Italia. Unik kan, perpaduan ekstrem Timur dan Barat. Akhirnya rasa barat di Roti Naan ini keluar sebagai pemenang karena aroma rempah India hanya sedikit tersisa rasanya di lidah.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Surabi Solo di The Cafe, Hotel Mulia, Jakarta.

Satu lagi yang patut dicoba adalah Surabi Solo dengan taburan Kacang Almond dan Poshtasio. Sama dengan Surabi asli kota Solo, Surabi Solo di The Cafe akan lebih nikmat bila disantap selagi hangat. Daging Surabinya yang kental dengan citarasa kampung diselingi gigitan–gigitan krenyes dari kacangnya. Cocok sekali sebagai cemilan yang mengenyangkan sambil menyeruput kopi atau teh panas di The Cafe. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X