Hmmm... Segarnya Teh Tarik Ditemani Roti Canai

Kompas.com - 30/09/2014, 08:22 WIB
Roti Canai ditemani Teh Tarik di Warung Bunana, Jalan Raya Uluwatu II, Jimbaran, Bali. EKA JUNI ARTAWANRoti Canai ditemani Teh Tarik di Warung Bunana, Jalan Raya Uluwatu II, Jimbaran, Bali.
EditorI Made Asdhiana
ROTI Canai bukanlah sekadar roti tawar, bila diisi cream susu kental di atasnya akan terasa manis dan gurih. Terasa pas nikmatnya bila ditemani dengan teh tarik dingin atau panas. Suguhan satu ini cocok buat yang suka dugem atau nongkrong di malam harinya. Roti satu ini merupakan salah satu dari sekian jumlah roti yang ada di menu Warung Bunana, Jalan Raya Uluwatu II, Jimbaran, Bali.

Warung Bunana punya gaya sendiri dalam menyajikan roti canai dan teh tarik andalannya. Roti disajikan dalam sebuah piring kayu ukuran kecil yang beralaskan daun pisang, terkesan ada sentuhan alami terselip di sini. Cara meracik teh pun bisa secara langsung dihadapan pengunjung. Mereka cukup telaten menciptakan campuran teh tarik dengan cara memadukan kedua tangannya menuang dan menangkap  minuman yang telah dicampur dengan susu.

EKA JUNI ARTAWAN Seorang pelayan di Warung Bunana, Jalan Raya Uluwatu II, Jimbaran, Bali, sedang membuat teh tarik.
Di ruang dapur yang terbuka ini segala aktifitas dapur bisa dilihat jelas. Bagian depan dapur juga menempati lokasi yang sama dengan petugas kasir. Bagian depan, tersusun rapi susu kaleng tanpa merek. Seorang pembuat teh akan jelas memperlihatkan kebolehannya tak jauh dari meja santap pengunjung berada. Pengunjung dengan mudahnya menangkap atraksi satu ini sesaat setelah pesanan teh tarik diantarkan ke ruang dapur.

Mereka memadukan seni mengolah, beraksi sekaligus bisa menghibur. Mereka yang bertugas meramu tampak lihai menggunakan dua cangkir berbahan stainless di kedua tangannya. Cara ini menjadikan kedai ini benar–benar seolah berada di tempat teh itu berasal, yakni di negaranya India dan Malaysia.

"Kebetulan bos kami suka traveling di hampir seluruh negara bagian Asia, jadi konsep ini diambil dari pengamatannya selama jalan–jalan," ungkap Terry Ginting, selaku manajer operasional, kepada Kompas Travel pertengahan bulan lalu.

EKA JUNI ARTAWAN Pengunjung tengah bersantai menunggu pesanan di Warung Bunana, Jalan Raya Uluwatu II, Jimbaran, Bali.
Segala bentuk olahan roti ala India - Malaysia ini dapat dijumpai di salah satu cabang Warung Bunana di Jimbaran. Bukan saja roti, aneka minuman teh yang berasal dari daun teh kering tersaji menjadi sebuah daya tarik pengunjung. Di antara menu yang tersedia, ada beberapa olahan andalan, yakni teh tarik dan roti canai yang sudah dirasakan oleh wisatawan lokal maupun domestik. Kunjungan mereka sudah dipastikan menemukan gaya seperti ini di semua cabang Warung Bunana yang tersebar di empat titik kawasan pariwisata.

Terry yang membawahi empat cabang Warung Bunana menjelaskan, bagi orang India dan Malaysia, teh tarik akan pas disuguhkan dengan roti canai. Roti yang berbahan adonan tepung terigu ini memiliki cita rasa tawar bila dicicipi tanpa ada campuran. Oleh orang India sendiri, roti canai akan selalu ditemani dengan hidangan Kare India. Gaya yang khas ini bisa dilihat di semua cabang Warung Bunana.

"Orang India yang tinggal di Malaysia, waktu zaman penjajahan mereka bermigrasi keluar. Sekumpulan orang inilah yang menciptakan semua," terang pria asli Medan ini.

EKA JUNI ARTAWAN Teh Tarik dingin siap disajikan di Warung Bunana, Jalan Raya Uluwatu II, Jimbaran, Bali.
Cara menyantap roti ini bisa dikatakan cukup sederhana, roti canai diserpih secukupnya sebelum dicelupkan ke dalam adonan kuah Kare India yang hangat. Pengunjung lainnya, terutama yang bukan asli India, akan lebih banyak memilih selai dan coklat cair sebagai peneman roti canai agar lebih terasa. Kedai ini buka mulai pukul 12 siang sampai 12 malam.

Kebanyakan para pengunjung adalah kaum adam dan hawa berbagai golongan. Mereka yang memilih tempat ini sebagai ajang untuk nongkrong bersama, bersantai sembari menikmati menu andalan yang tersedia. Golongan anak muda, sekolahan juga kuliahan, mereka lebih sering memilih menu bercita rasa manis, seperti banana keju chocolate ditemani segelas teh tarik panas ataupun dingin.

Seorang pengunjung mengaku memilih kedai ini berkat referensi teman. Ia penasaran dengan cerita teman dari menu andalan yang dimiliki oleh warung teh tarik dan roti canai ini. "Saya penasaran dengan rasa teh tarik dan martabak. Di sini martabaknya beda dengan tempat lain, lebih banyak ada sayuran. Bagi yang vegetarian saya kira pas," kata Evira, mahasiswi Universitas Udayana.

Untuk pelayanan, Warung Bunana hanya mengerahkan 8 orang secara keseluruhan yang merupakan kaum pria energik dan muda. Menu yang dipilih akan siap dalam sekejap di meja berbahan kayu. Ornamen meja dan kursi kayu menambah nuansa natural menemani anda bersantap. Nuansa romantik juga terasa dengan hadirnya penerangan yang cukup. Tersedia juga ruang pendingin yang cukup menampung pengunjung sampai 25 orang.

EKA JUNI ARTAWAN Warung Bunana, di Jalan Raya Uluwatu II, Jimbaran, Bali.
Pilihan menu yang bebas dicoba seperti roti canai (plain bread) ukuran kecil seharga Rp 6.000 dan ukuran besar Rp 10.000. Selebihnya ada pilihan lain yang jumlahnya sekitar 30 jenis roti. Sedangkan teh tarik (panas atau dingin) dibanderol mulai dari harga Rp 10.000. Aroma teh itu sendiri juga bisa dicoba dengan aneka rasa spesial, seperti cinnamon, cardamon, dan lemon.

Nah, apabila Anda penasaran untuk mencoba sambil melihat atraksi meracik teh dengan cara unik dan sekalian memilih tempat nongkrong, warung ini bisa sebagai salah satu pilihan buat yang gemar bersosialisasi dan berbaur dengan anak muda lainnya di luar kawasan Kuta. (Eka Juni Artawan)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X