Kompas.com - 30/09/2014, 15:51 WIB
Tukang cukur As-Gar, Asli Garut di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. ARSIP KOMPAS TVTukang cukur As-Gar, Asli Garut di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
EditorI Made Asdhiana

Desa Bagendit

Di Garut, ada sebuah perkampungan di mana penghuninya adalah bekerja sebagai pencukur rambut. Nama kampungnya adalah Kampung Cigadung, Desa Karya Mukni, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Saat dikunjungi siang hari, suasananya lengang. Di dalam rumah-rumah semi permanen hanya ada orang tua lanjut usia, dan anak-anak usia sekolah. Gadis remaja atau ibu-ibu. Para pemudanya sedang melanglang ke kota-kota besar sebagai tukang cukur As-Gar atau Asli Garut.

Orang tua lelaki yang ada di desa itu juga pernah melakoni pekerjaan sebagai tukang cukur. Pekerjaan itu kemudian dilanjutkan oleh anak-anak mereka. Kini mereka hidup di kampung, petani cabai dan padi di sawah atau beternak kambing.

Kampung Adat Kampung Naga

Kampung lainnya yang juga sempat Explore Indonesia telusuri adalah Kampung Naga. Apa istimewanya kampung yang terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat?

Kampung adat ini menjadi satu-satunya kampung yang menolak terpaan modernisasi meski berada di antara wilayah yang cukup hidup dan berkembang mengikuti kemajuan jaman, yaitu Kabupatan Garut dan Kabupaten Tasikmalaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masyarakatnya hidup tenteram dan hening. Hanya pagi hari dan sore hari saja ramai oleh suara anak-anak yang belum berangkat sekolah atau pulang sekolah. Tak ada suara radio ataupun televisi. Karena masyarakat kampung tidak diperkenankan menggunakan aliran listrik. Untuk penerangan malam hari, mereka menggunakan lampu dengan bahan bakar minyak tanah.

ARSIP KOMPAS TV Desa adat Kampung Naga nan asri di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Lalu, apa arti nama Kampung Naga, ada hubungannya kah dengan Naga? Kuncen  Kampung Naga,  Ade Suherlin menjawab, tidak ada kaitan nama Kampung Naga dengan Naga. Tidak ada juga mitos yang berkaitan dengan Naga di Kampung tersebut.

Kampung yang terletak di lembah ini sangat ketat menjaga adat istiadat mereka. Tidak hanya dari perilau tapi juga tata letak bangunan. Area pemukiman seluas 1,5 hektar tersebut dibatasi pagar bambu. Di dalamnya berdiri 113 bangunan. Terdiri atas  3 bangunan umum antara lain sebuah sarana ibadah, sebuah balai pertemuan, dan sebuah lumbung padi umum. Sebanyak 110 lainnya adalah rumah, yang dihuni 108 kepala keluarga. Tidak boleh berkurang ataupun bertambah.

Bagaimana cerita lengkap Kampung Naga dan keunikan tradisi Garut? Saksikan Explore Indonesia episode Garut, di Kompas TV, Rabu 1 Oktober 2014 pukul 20.00 WIB. (Fitri Oktarini/Devita Adelia)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jangan Lupa Mampir ke Kedai Kopi Mai Sai di Maumere, Harga Ramah Kantong

Jangan Lupa Mampir ke Kedai Kopi Mai Sai di Maumere, Harga Ramah Kantong

Jalan Jalan
Labuan Bajo Terus Berbenah untuk Sambut Event-event Internasional

Labuan Bajo Terus Berbenah untuk Sambut Event-event Internasional

Travel Update
3 Hal yang Perlu Diketahui Seputar Angkutan Pariwisata Gratis di Banyuwangi

3 Hal yang Perlu Diketahui Seputar Angkutan Pariwisata Gratis di Banyuwangi

Jalan Jalan
Ayo Dolen nang Lamongan, Upaya Pulihkan Sektor Pariwisata di Kabupaten Lamongan

Ayo Dolen nang Lamongan, Upaya Pulihkan Sektor Pariwisata di Kabupaten Lamongan

Jalan Jalan
Rute dan Syarat Naik Angkutan Wisata Gratis di Banyuwangi

Rute dan Syarat Naik Angkutan Wisata Gratis di Banyuwangi

Travel Update
Jalan-jalan di Banyuwangi Kini Bisa Pakai Angkutan Gratis

Jalan-jalan di Banyuwangi Kini Bisa Pakai Angkutan Gratis

Travel Update
6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Mataram, Ada Kendi Maling

6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Mataram, Ada Kendi Maling

Jalan Jalan
Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Jalan Jalan
Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Travel Update
Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Travel Update
Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Travel Update
Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Travel Update
Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Travel Update
Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Travel Update
Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.