Bermanja di Pantai Sumur Tiga

Kompas.com - 01/10/2014, 12:25 WIB
Pantai Sumur Tiga, Sabang, Aceh, Minggu (17/8/2014). Angin berembus sepoi-sepoi, nyiur pun melambai dan ombak berkejaran. Di kejauhan terhampar luas lautan biru nan jernih. Karang di dasar lautan memancarkan warna eksotis ketika terpapar cahaya dari sang surya. KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAHPantai Sumur Tiga, Sabang, Aceh, Minggu (17/8/2014). Angin berembus sepoi-sepoi, nyiur pun melambai dan ombak berkejaran. Di kejauhan terhampar luas lautan biru nan jernih. Karang di dasar lautan memancarkan warna eksotis ketika terpapar cahaya dari sang surya.
EditorI Made Asdhiana

”Pantai Sumur Tiga menjadi salah satu wilayah bebas bagi wisatawan, khususnya wisatawan asing di Pulau Weh, selain kawasan Pantai Iboih dan Pantai Gapang,” ujar Saifullah, salah seorang warga Sabang.

Tiga sumur

Keunikan lain pantai ini terdapat tiga sumur yang berair tawar. Padahal, sumur ini jaraknya hanya 15 meter dari laut. Tiga sumur menjadi ikon kawasan ini sekaligus menjadi cikal bakal nama pantai.

Sumur ini sudah ada sejak zaman Belanda. Di sekitar Pantai Sumur Tiga pun banyak terdapat puing benteng Belanda dan Jepang. ”Inilah kelebihan Pantai Sumur Tiga. Kita bisa menikmati kealamian dan keindahan alamnya sekaligus mengenal jejak sejarah,” kata Saifullah.

Pulau Weh ataupun Sabang menjadi salah satu primadona wisata, terutama wisata bahari di Aceh. Buktinya, merujuk Aceh dalam Angka, jumlah tamu nusantara dan mancanegara ke Sabang meningkat dalam setahun ini, yakni dari 101.746 orang pada 2011 menjadi 206.827 orang tahun 2012. Bahkan, jumlah kunjungan tamu ke Sabang tahun lalu mencakup sekitar 20 persen dari total tamu nusantara dan mancanegara ke Aceh sebanyak 1.055.793 orang pada 2012.

Sektor pariwisata menjadi sumber pemasukan utama bagi Sabang. Terbukti, APBD Sabang mencapai Rp 500 miliar dengan pendapatan asli daerah (PAD) Rp 36 miliar. Sebanyak 70 persen dari PAD berasal dari sektor pariwisata.

Namun, Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam mengatakan, itu belum optimal. Paling tidak angka kunjungan tamu nusantara dan mancanegara saat ini masih jauh dari target kunjungan wisatawan sekitar 500.000 orang hingga 1 juta orang pada 2017.

Oleh karena itu, pemerintah setempat akan berusaha keras memperbaiki segala bidang yang mendukung pengembangan sektor pariwisata Sabang. Salah satu yang paling utama adalah membenahi bidang transportasi.

Saat ini, pemerintah setempat berhasil meyakinkan maskapai penerbangan pelat merah, Garuda Indonesia, untuk membuka penerbangan langsung dari Medan, Sumatera Utara, ke Sabang. Bahkan, penerbangan itu akan mulai optimal pada Oktober 2014.

Selain itu, pemerintah setempat membuka peluang selebar- lebarnya bagi investor lokal dan asing untuk menanamkan modalnya di tempat-tempat wisata andalan di Sabang. ”Kami akan terus bersinergi dengan masyarakat setempat untuk bersama-sama membangun sektor pariwisata Sabang,” tutur Zulkifli. (Adrian Fajriansyah)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X