Kenaikan Tarif Tangkuban Parahu Dikeluhkan Pengusaha Wisata

Kompas.com - 02/10/2014, 12:27 WIB
Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/1/2012). Gunung yang tumbuh dalam Kaldera Sunda 90.000 tahun lalu memiliki tiga kawah, yakni Panguyangan Badak yang berumur 90.000-40.000 tahun lalu, Kawah Upas yang berumur 40.000-10.000 tahun lalu, dan Kawah Ratu, 10.000 tahun lalu sampai sekarang.  KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/1/2012). Gunung yang tumbuh dalam Kaldera Sunda 90.000 tahun lalu memiliki tiga kawah, yakni Panguyangan Badak yang berumur 90.000-40.000 tahun lalu, Kawah Upas yang berumur 40.000-10.000 tahun lalu, dan Kawah Ratu, 10.000 tahun lalu sampai sekarang.
EditorI Made Asdhiana
BANDUNG, KOMPAS.com - Pengusaha wisata tour and travel di Bandung menyatakan keberatan rencana kenaikan tarif masuk obyek wisata Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Jabar, mulai 1 November 2014.

"Kami selaku pelaku usaha wisata sangat keberatan untuk kenaikan tiket masuk wisata Tangkuban Parahu," kata pemilik perusahaan wisata FresTour and Travel, Syaiful Wathan di Bandung, Rabu (1/10/2014).

Ia menuturkan, PT Graha Rani Persada Putra selaku pengelola wisata Tangkuban Parahu merencanakan menaikkan tarif untuk wisatawan domestik dan asing.

Kenaikan tarif dosmestik sebesar Rp 25.000 pada hari biasa dan Rp 35.000 khusus akhir pekan, kemudian tarif wisatawan asing untuk hari biasa Rp 200.000 dan akhir pekan Rp 300.000 per orang. "Untuk tarif wisatawan asing yang membuat kami selaku pelaku usaha sangat keberatan," katanya.

Terkait kenaikan tarif itu, Syaiful mengatakan telah mengajak sejumlah agen wisata lainnya untuk mengeluarkan Tangkuban Parahu sebagai tujuan wisata.

Tindakan itu, menurut Syaiful, sebagai bentuk protes para pelaku usaha wisata terhadap PT Graha Rani Persada Putra yang akan menaikkan tarif masuk wisata tersebut. "Karena kenaikan harga tiket ini tidak relevan dengan pelayanan dan fasilitas yang ada," katanya.

Syaiful berharap, pengelola wisata dan pemerintah mengkaji kembali terkait kenaikan tarif tersebut yang diharapkan tidak merugikan pelaku usaha wisata.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X