Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/10/2014, 16:59 WIB
EditorI Made Asdhiana
CILACAP, KOMPAS.com - Namanya terdengar aneh, asing dan unik. Namanya "brekecek", makanan khas Kota Cilacap, Jawa Tengah. Mengusung tema melestarikan kuliner khas daerah Kota Cilacap, brekecek hadir dan dikemas begitu apik di Hotel Dafam Cilacap.

Anda pasti penasaran dengan brekecek. Menurut Heni Febriyanti, Public Relation Hotel Dafam Cilacap kepada Kompas.com, Kamis (2/10/2014), nama brekecek berasal dari kata "brek" yang artinya dijatuhkan atau diletakkan, dan "kecek" yang artinya dikecek-kecek bumbunya.

Heni menjelaskan, brekecek di Cilacap identik dengan kepala ikan Jahan atau dalam bahasa Banyumasan dikenal dengan nama 'Pathak Jahan'. "Seninya menikmati brekecek adalah dengan menyeruput pathak atau kepala ikan tersebut," katanya.

"Kepala ikan Jahan atau pathak tersebut dicampur dikecek dengan bumbu khas dan cita rasa brekecek ini hampir menyerupai rasa rica–rica. Namun tentunya berbeda karena memiliki sesuatu yang berbeda di dalamnya," sambungnya.

Tersentuh dengan keunikan brekecek ini, lanjut Heni, Hotel Dafam Cilacap tergerak untuk mengangkat dan menjadikan brekecek menjadi menu andalan hotel. "Tak lain dan tak bukan kami ingin lebih memperkenalkan kuliner khas Kota Cilacap ini yang memang sangat kaya dengan hasil laut," katanya.

ARSIP HOTEL DAFAM CILACAP Brekecek, makanan khas Kota Cilacap, Jawa Tengah yang dihadirkan di Hotel Dafam Cilacap.
Bertajuk Festival Brekecek, Hotel Dafam Cilacap menggelar launching promo makanan tersebut selama tiga bulan mulai Oktober sampai Desember 2014. Selain ikan, agar lebih menarik brekecek ini disajikan lebih variatif dengan udang, cumi, daging dan ayam serta hasil laut yang lain. "Dengan harga yang terjangkau, menu ini diharapkan dapat memenuhi keingintahuan tamu hotel maupun pengunjung yang sengaja ingin makan di restoran Hotel Dafam," kata Heni.

Pada peluncuran promo brekecek, Rabu (1/10/2014), Hotel Dafam Cilacap mengundang semua korporat, mitra, tamu longstay dan rekanan hotel di Orchid Lounge and Bar.

Menurut Heni, promo brekecek sekaligus membantu Pemkab Cilacap mengangkat secara khusus kuliner khas daerah serta mendongkrak perkembangan wisata kuliner di kota Cilacap yang dikenal sebagai kota penghasil ikan dan kota nelayan. "Sajian brekecek ini dapat dinikmati setiap hari di Rafless Resto," tambah Heni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pekan Budaya Tionghoa 2023 di Yogyakarta, Ada Street Food sampai Barongsai

Pekan Budaya Tionghoa 2023 di Yogyakarta, Ada Street Food sampai Barongsai

Jalan Jalan
565.936 Wisman Kunjungi Batam Sepanjang 2022, Naik Pesat

565.936 Wisman Kunjungi Batam Sepanjang 2022, Naik Pesat

Travel Update
Japan Travel Fair 2023: Tiket Pesawat ke Jepang PP Mulai Rp 5 Jutaan

Japan Travel Fair 2023: Tiket Pesawat ke Jepang PP Mulai Rp 5 Jutaan

Travel Promo
Gunungkidul Manfaatkan ASEAN Tourism Forum 2023 untuk Gaet Turis Asing

Gunungkidul Manfaatkan ASEAN Tourism Forum 2023 untuk Gaet Turis Asing

Travel Update
Japan Travel Fair 2023, Ada Diskon ke Jepang hingga Rp 3,5 Juta

Japan Travel Fair 2023, Ada Diskon ke Jepang hingga Rp 3,5 Juta

Travel Promo
Wisata Kota Batu, Nikmati Sensasi Petik Stroberi Langsung dari Kebun

Wisata Kota Batu, Nikmati Sensasi Petik Stroberi Langsung dari Kebun

Jalan Jalan
Pembangunan di Pulau Rinca, TN Komodo, Sudah Lalui Kajian Dampak Lingkungan

Pembangunan di Pulau Rinca, TN Komodo, Sudah Lalui Kajian Dampak Lingkungan

Travel Update
NuArt Sculpture Park Bandung: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

NuArt Sculpture Park Bandung: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Target Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Bogor Naik Jadi 10 Juta

Target Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Bogor Naik Jadi 10 Juta

Travel Update
Panduan Lengkap ke Taman Gajah Tunggal di Tangerang

Panduan Lengkap ke Taman Gajah Tunggal di Tangerang

Travel Tips
Wisata ke Masjid Raya Sumatera Barat, Bisa Belajar Tahsin dan Falsafah

Wisata ke Masjid Raya Sumatera Barat, Bisa Belajar Tahsin dan Falsafah

Jalan Jalan
Harga Tiket Pesawat Lagi Murah, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Wisatawan

Harga Tiket Pesawat Lagi Murah, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Wisatawan

Travel Tips
Uni Eropa Setujui Rencana Visa Schengen Digital

Uni Eropa Setujui Rencana Visa Schengen Digital

Travel Update
Hong Kong Bagikan 500.000 Tiket Pesawat Gratis, Bujuk Turis Datang Lagi

Hong Kong Bagikan 500.000 Tiket Pesawat Gratis, Bujuk Turis Datang Lagi

Travel Update
Panduan ke Museum Taman Prasasti, Jam Buka, Rute, sampai Tips

Panduan ke Museum Taman Prasasti, Jam Buka, Rute, sampai Tips

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+